Ini adalah rutinitas yang mau tidak mau harus kami lalui setiap kali Tahun Baru menjelang. Para kerabat berbondong-bondong menghabiskan uang recehan (begitu istilah yang mereka gunakan) untuk dihambur-hamburkan dalam bentuk kembang api dan petasan dengan besaran dan ledakan yang makin lama makin menghebohkan. Jika ini dilakukan di H-5 dari perayaan Tahun Baru sih kami masih bisa maklum. Namun jika dilakukan jauh-jauh hari H-20 seperti yang kami alami setiap tahunnya, kira-kira apa masih bisa diterima ? Untuk melakukan protes terkadang kami malah diserang balik lantaran dianggap tidak memahami keinginan untuk bersenang-senang, jikapun kami diamkan tentu saja itu sangat mengganggu. Karena tidak hanya polusi bagi suara alias bising, namun aksi ngawur itu menyisakan bau yang cukup menyesakkan nafas ditambah sampah kertas yang dibiarkan begitu saja pasca aksi membuat kotor pekarangan rumah. Apalagi ini dilakukan jauh-jauh hari. Yang makin membuat kami terheran-heran adalah peran para orang ...