Rasanya sedih begitu mengetahui bahwa Negara ternyata gak seserius itu mengurusi warganya, apalagi kalau itu berkaitan dengan data pribadi yang rentan disalahgunakan. Dan ketika mereka mengatakan tidak ada melakukan backup data, rasanya makin terpukul karena semua itu sudah diretas duluan. Sudah jatuh eh kepala ketimpa durian pula. Meskipun infonya sang hacker sampai meminta maaf lalu menggratiskan semua hasil perburuannya, tapi tetap saja jadi dagelan karena faktanya memang gak ada yang peduli. Dan tetap saja, data yang sudah didapat, masih rentan disalahgunakan. Gak ada jaminan terkait itu semua kan ? Sementara kelas kita saat bikin skripsi sekalipun, pasti berupaya menyimpannya dalam berbagai media, demi terselamatkan saat file nantinya diserang virus. Bisa buyar dan gagal masa depan kalo sampe mesti ngetik ulang lagi. Beda kasus kalo semua dibayarin. Dari nyimpennya di laptop sendiri, pc kantor, flash disk beberapa biji, atau google drive dan whatsapp serta telegra...