Skip to main content

Posts

Showing posts with the label kotaku

Karya Terakhir Kotaku Badung sebelum Berpisah

Lama gak beraktifitas di meja kerja, eh sekalinya ngantor, ada yang bawain oleh-oleh libur panjang. Lesson Learned & Best Practice Hasil karya Tim Kotaku Kabupaten Badung Tahun 2022, jelang masa pensiun mereka infonya. Isinya tentang Kumpulan Praktik Baik & Pembelajaran Dalam Pendampingan Program KOTAKU di Kabupaten Badung. Dahulu program ini saya kenal dengan nama PNPM Mandiri Perkotaan, jaman mendapatkan promosi jabatan ke Dinas Cipta Karya pada tahun 2013 silam. Waktu itu tim yang rajin ngantor diruangan dihandel oleh Pak Puja. Saat berganti nama menjadi KOTAKU, beliau ini infonya dipromosikan penugasan ke kabupaten lain, dan digantikan oleh Ibu Parwati beserta tim. Lingkup layanan program Kotaku di Kabupaten Badung, sejak awal mula hanya berada di 2 dari 6 Kecamatan yang ada. Yaitu Kecamatan Kuta dan Kuta Utara, terdiri dari 11 Desa/Kelurahan. Hal yang menjadi prioritas program kerja Kotaku kalau tidak salah berkaitan dengan peningkatan kualitas permukiman kumuh, pencegaha...

Notulen Exit Meeting Program Kotaku

Rahajeng, Selamat Sore Pak Kadis dan Bu Sekdis. Mohon Ijin melaporkan. Berkaitan dengan agenda Exit Program Kotaku, tadi pagi tiang menerima kunjungan dari tim Kotaku Badung yang berupaya untuk melakukan Transfer Knowledge perihal Coaching Perhitungan Pengurangan Kawasan Kumuh, dan pemberian Hak Akses Sistem Informasi Kawasan Kumuh. Adapun hal-hal yang menjadi Catatan dapat disampaikan, sbb. 1. Untuk Coaching Perhitungan Pengurangan Kawasan Kumuh, dari Bapak Wira Putra dan Ibu Parwati, setidaknya dibutuhkan tenaga dari Pemda sebagai bagian dari upaya Alih Kelola, yakni : 1) Tim Pendataan dan Verifikasi Data (tim survey lapangan) 2) Operator Input hasil pendataan lapangan, dibutuhkan yang mampu memahami aplikasi dan operasional MS Excel serta alur dan kriteria penetapan kawasan kumuh 3) Operator Input Data Spasial berbasis GIS, dibutuhkan yang menguasai aplikasi ArcGIS (rasanya Pak Gung Surya Buana paham soal ini) 2. Untuk pengelolaan Sistem Informasi Kawasan Kumuh, disampaikan oleh Ibu...

Notulen Strategi dan Program Pokja PKP Kabupaten Badung

Selamat Siang semeton Dinas PKP Prov.Bali Untuk Strategi dan Program Pokja PKP di Kabupaten Badung, berdasarkan informasi yang disampaikan oleh Sekretaris Pokja PKP Badung yang kebetulan hari ini berhalangan hadir, masih dalam bentuk Draft yang hingga hari ini belum dibahas atau ditindaklanjuti oleh Pokja PKP. Namun secara garis besar, beberapa agenda kegiatan yang sudah dianggarkan pada APBD Tahun 2019 adalah sbb. Penyusunan Basis Data Urusan Perumahan dan Kawasan Permukiman di Anggaran Induk 2019 Pengadaan Sistem Informasi Pengajuan Hibah kegiatan DPKP pada APBD 2018 Anggaran Perubahan. Pemberian Bantuan Rumah Layak Huni bagi masyarakat Kabupaten Badung sebanyak 565 Rumah di Tahun 2018 Anggaran Perubahan, sebanyak 1000 dianggarkan pada tahun 2019 mendatang, dan 70 Unit bantuan penanganan pasca gempa di Kabupaten Lombok Utara Penanganan Infrastruktur Urusan Perumahan dan Kawasan Permukiman kurang lebih 175 M Tambahan Informasi dari Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kabupat...

Tiga Cerita Satu Alur

Mebanten pekideh ke semua pelinggih yang ada di lingkungan rumah adalah rutinitas pagi yang sudah dilakukan sejak awal kelahiran si bungsu tahun 2015 lalu. Mengingat kealpaan istri yang saat itu harus menunggui si bayi selama perawatan di RS Sanglah. Sisi positif aktifitas ini saya ambil alih adalah ada aktifitas pagi yang memaksa untuk bergerak secara rutin setiap harinya, naik turun tangga menuntaskan kewajiban tanpa harus terhalang tamu bulanan laiknya para wanita. Alasan paling kuat yang mampu menggantikan tugas ini hanyalah dinas ke luar kota atau sakit. Sebelum melakoni tugas mebanten, Ngopi itu wajib. Kadang diselingi oleh ngemil bilamana perlu agar yang namanya bunyi perut gak sampai mengganggu konsentrasi saat mebanten. Cuma untuk urusan Ngopi ini, gak semantap rangOrang Ngopi di luar sana yang sampe bawa grinder sendiri kemana-mana. Ngopi saya cukup yang tipe sachetan seribumaratus saja. Sementara untuk media gelasnya, saya lebih suka menggunakan mug karena permukaan alas yan...

Giveaway Kotaku dan Newsletter Perdana

Hari pertama ngantor pasca Isolasi Mandiri, dibikin kaget oleh Tim Kotaku Badung. Selain menitipkan bingkisan GiveAway yang diselenggarakan akun IG @korkot_bali tempo hari, ternyata diam-diam mereka melahirkan Newsletter edisi perdana, WARTA KOTAKU. Yang bikin senyum-senyum pas baca Media Informasi Seputar Program KOTAKU Kabupaten Badung ini adalah profil Tokoh yang diangkat. Ada Bu Dek Sudiati, Koordinator BKM dari Kelurahan Kuta yang belakangan saya pantau aktifitasnya di media sosial, lebih banyak menyasar ke pengolahan sampah dan Urban Farming. Sangat menginspirasi tentunya.  Bisnis Urban Farming sendiri banyak diminati oleh kawan-kawan di sosial media, ditengah pandemi Covid-19. seperti misalkan ajik made Wirautama yang rajin berbagi info di akun Twitternya tentang hobi yang serupa. #KOTAKUbadung #KOTAKU #badung #KotaTanpaKumuh

Dukung Pencegahan Kumuh Kotaku, Badung Gelontorkan 235 M Tahun 2017

Dalam upaya mengentaskan salah satu dari 7 indikator persoalan terkait permukiman kumuh, Kabupaten Badung melalui skpd teknis Dinas Cipta Karya tampaknya ingin bahu membahu dengan program kegiatan Kotaku yang dicanangkan oleh Dirjen Cipta Karya Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, menurunkan sejumlah paket kegiatan yang akan dilaksanakan dengan menggunakan dana APBD tahun Anggaran 2017 sebesar 235 Milyar rupiah untuk 55 desa/kelurahan di kabupaten Badung. Hal ini merupakan satu wujud komitmen Bupati Badung, I Nyoman Giri Prasta untuk memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat Badung kedepannya, terutama yang mendukung peningkatan perekonomian secara langsung. Adapun bentuk kegiatan yang telah dianggarkan sedemikian besar adalah berupa paket peningkatan jalan lingkungan permukiman dan perumahan, yang menjadi akses utama masyarakat di Kabupaten Badung dengan menggunakan bahan perkerasan paving natural berkekuatan K.225. Ini dipastikan oleh Kepala Seksi Permukiman Dinas...

Pembekalan KPP, Kelompok Pemanfaat dan Pemelihara Kotaku Kabupaten Badung

…mengambil kesempatan pada hari Minggu 27 November 2016 lalu, di ruang rapat bersama Kelurahan Kuta, Tim Kotaku menyelenggarakan kegiatan yang ditujukan kepada 11 BKM yang berasal dari 2 Kecamatan, Kuta dan Kuta Utara di lingkungan Kabupaten Badung. Dalam kegiatan ini mengundang narasumber dari Pemda yang ditugaskan untuk menyampaikan materi terkait teknis pemanfaatan dan pemeliharaan sarana dan prasarana yang pernah dibangun pada periode sebelumnya, untuk dapat memberikan manfaat yang baik dalam jangka panjang bagi masyarakat setempat. Melewati sebuah diskusi yang hangat, tidak kurang ada sepuluh penanya dari peserta yang hadir dalam sesi tersebut, menyampaikan keluhan, masukan hingga apresiasi terhadap apa yang sejauh ini telah dicapai oleh Tim Kotaku yang merupakan wujud perubahan bentuk dari kegiatan PNPM Mandiri Perkotaan maupun Pemda terkait baik dalam hal penanganan infrastruktur di lingkungan perumahan dan permukiman hingga bantuan perseorangan berupa bedah rumah yang menyasar ...

Melanjutkan Aksi Belajar Bikin Desain Layout NewsLetter Kotaku Edisi Tahun Depan

Kelar edisi pertama NewsLetter program kegiatan Kotaku Edisi Perdana yang dicetak November lalu, lanjut dengan upaya edisi berikutnya, #2 yang masih mengandalkan desain layout yang sama. Sedangkan edisi #3 yang rencananya diterbitkan Tahun depan, inginnya sih didesain pake layout yang baru. Meski sebetulnya sudah terlanjur suka dengan layout perdana kemarin lantaran ada kelir merahnya. Melanjutkan aksi belajar bikin desain layout edisi Januari 2017, saya masih mengandalkan barisan template bawaan Microsoft Publisher yang diubah-ubah dikit pewarnaannya. Hasilnya ya macam motor baru yang diberi sedikit variasi. Masih mengacu aselinya secara umum. Dari beberapa percobaan, saya ada naksir salah duanya. Dari dua yang ada, nuansa ijo Kodam saya pikir jauh lebih menawan ketimbang satunya. Mungkin gegara ada kesan kotak mengkotak yang membuat desain layout yang satu ini jadi lebih tegas dan enak dipandang. Cuma ya entah pendapat yang lain. Kalo penasaran macam kek gimana, berikut saya bagi pen...

Belajar menDesain LayOut NewsLetter Kotaku Edisi Perdana

Minggu lalu itu sudah pernah disampaikan merupakan satu minggu yang krodit. Penuh agenda kerja dan semuanya menuntut penuntasan segera. Pun demikian hal nya dengan gagasan menerbitkan NewsLetter program kegiatan Kota Tanpa Kumuh atau yang lebih dikenal dengan istilah Kotaku, yang dicanangkan oleh Dirjen Cipta Karya Kementrian PUPR. Di awal, Askot Kabupaten Badung, pak Gede Puja sempat menyampaikan beberapa ide terkait, sayangnya saya belum ngeh lantaran kesibukan kerja yang teramat. Baru nyadar pas liat draft yang berusaha ia buatkan, dengan banyak warna warni sebagaimana Template dasar yang digunakan sesama Askot untuk kabupaten lain. Saya pun berjanji akan membantunya sesempat mungkin, meski secara kemampuan sebetulnya Nol Besar. Modal Nekat pokoknya. Maka saya pun belajar menDesain ulang LayOut NewsLetter Kotaku hari Jumat Malam. Hal pertama yang dilakukan tentu menyiapkan laptop Acer W511 agar bisa digunakan kembali, plus menginstalasi Microsoft Publisher bajakan edisi 2003. Yah, h...

Dari Kamar 560 Grand Sahid Jakarta

Damn ! Saya bangun kesiangan hari ini. Tapi errr… enggak juga sih sebenernya. Karena meski jam menunjukkan angka 6.35, sesungguhnya dikonversi ke waktu Indonesia bagian Barat alias Jakarta, ini artinya masih di pukul 5.35… masih pagi. Masih ada banyak waktu hingga pukul 8, di Puri Agung Sahid guna melanjutkan sesi kedua Sosialisasi Nasional Kotaku, Kota Tanpa Kumuh. Pemindahan lokasi ke Grand Sahid sementara jadwal dalam surat tertera Hotel Ambhara, kelihatannya diakibatkan oleh melonjaknya jumlah peserta yang hadir dalam kegiatan Dirjen Cipta Karya kali ini sehingga memaksa Panitia musti extra keras menangani. Baik secara penginapan maupun hal lain yang melingkupinya. Namun keseluruhan kelihatannya fine fine aja kok pelaksanaan Diskusi Kelompok yang punya pola mirip Diklat PIM IV tempo hari. Termasuk persoalan makan siang yang turun derajat. Hehehe… tapi ndak apa, semua bisa disesuaikan kok. Hanya berhubung suhu ruangan akibat AC sentral dalam meeting room tergolong d...