Ini kali pertama kami ke luar kota (nyaris) sekeluarga. Kenapa bisa (nyaris) ? Karena satu dari tiga putri kami memilih tidak ikut serta lantaran harus menyiapkan diri tampil di parade extra kurikuler Paskibra/Baris Berbaris yang akan dilakukan pada hari Selasa mendatang, sebagai bagian dari agenda MPLS di SMPN 10 Denpasar, yang sekaligus juga jadi panitia pengenalan lingkungan sekolah sebagai salah satu anggota Osis juga.
Maka jadilah kami berempat dalam satu keluarga kecil yang dimiliki, didampingi kakak ipar, melangkah optimis menuju Gate 6 Bandara Ngurah Rai, jumat sore tadi. Rencananya hari ini mau melawat ke kota Semarang. Daerah yang beneran baru untuk dituju, sepanjang hidup kami semua sejauh ini. Ya, saya pribadi pun istri apalagi anak-anak, rasanya memang belum pernah menginjakkan kaki di Kota Semarang. Semoga semua baik-baik saja.
Ah ya, Ngapain ke Semarang ?
Sulung kami tahun ini sudah lulus bangku putih abu. Padahal rasanya baru kemarin dia nangis-nangis gak mau pisah dengan boneka Moo-nya yang ketuker bentuk, berupa boneka babi Piglet. Sementara boneka sapi yang harusnya bernama Moo malah emoh diajakin 😁
Nah untuk bangku kuliah, ceritanya dia lulus ujian masuk jalur Mandiri di beberapa universitas negeri pulau jawa. Diantaranya Brawijaya Malang, Padjajaran Bandung, UNS Solo dan Diponegoro Semarang. Namun diantara pilihan yang dinyatakan lolos, katanya hanya dua saja yang sesuai harapan. UniBraw dan UnDip. Keduanya di Jurusan Hukum.
Maka yang tadinya saya berharap dia bisa milih di Malang mengingat pengumuman kelulusannya sudah kami terima dari 18 Juni lalu, tetiba berubah arah ke Semarang pasca pengumuman kelulusan tanggal 7 Juli kemarin. Padahal sudah melakukan daftar ulang dan persiapan pembayaran UKT dan IPI paling lambat 8 Juli besoknya. Duh... Gak nyangka saya...
Kata dia sih UnDip lebih menjanjikan. Hmmm... 🙂
Comments
Post a Comment