Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Diabetes

Melanggar Tantangan Kok Enak ya ?

Beberapa hari terakhir tampaknya saya dengan sangat terpaksa melanggar Tantangan yang dibuat sendiri. Berusaha mengurangi Nasi atau tidak mengkonsumsinya lagi sejak Hari Raya Galungan terakhir bulan November lalu. Alasannya karena bosan 😅 Jadi melanggar karena di saat jam makan tiba, gak ada pilihan lain yang bisa dikonsumsi agar kondisi tubuh tetap aman.  Aman dari mual dan potensi maag, Aman dari drop gula darah, atau Aman dari efek samping lainnya karena makanan pengganti kata Istri malah katanya cenderung lebih tidak sehat.  Maka jadilah minggu lalu menikmati setengah porsi nasi ikan bakar dan kuah ala Lembongannya Seafood Odhe99 yang lokasinya dekat kantor Puspem Badung, kemarin pagi sarapan di rumah dengan kuah dan daging ikan warungnya Pak Doyok sebelah banjar Kayumas, Selasa kemarin makan nasi kotaknya Warung Kedaton di upacara anak Tengah, dan pagi ini menyantap sebungkus nasi campur balinya Bu Jero di depan Pura Dalem Bunkeneng yang dibeli Istri pagi tadi.  Jar...

Safari Kesehatan Demi Tremor dan Diabetes

Senin Pagi ini saya melanjutkan "safari kesehatan" pasca dipaksa untuk kontrol bulanan menggunakan asuransi BPJS. Rupanya dari perekaman yang ada, terakhir kali saya datang ke FasKes RS Bhakti Rahayu sekitar tahun 2021 lalu. Kalau tidak salah saat saya terjatuh dan pingsan di kamar mandi, Penampahan Galungan, akibat olahraga dan aktifitas fisik yang berlebihan, juga kurangnya asupan makan pada malam sebelumnya. Diajak main ke UGD oleh istri sekitar jam 11 siang, sesudah tersadar betul dari pingsan. Sementara aktifitas kontrol bulanan, terakhir dilakukan pada tahun 2019, sebelum Covid melanda. Sudah 5 tahun aja ternyata, gak melakukan Kontrol Diabetes, karena merasa gejala yang dahulu kerap ada, sudah tidak pernah muncul lagi seiring seringnya aktifitas fisik dan olahraga dilakukan hampir setiap hari.  Pagi ini kami ngetem di ruang tunggu pendaftaran Poli RS Wangaya, merupakan rujukan dari RS Bhakti Rahayu untuk keluhan Tremor atau gemetar pada kedua tangan, yang sering dirasa...

Bapak Rawat Inap lagi, Gejala Stroke

Tadinya saya enggan bercerita tentang masuknya Bapak ke kamar rawat inap di Rumah Sakit Angkatan Darat hari Jumat sore lalu, pasca diduga mengalami gejala stroke ringan, kepada sanak saudara maupun rekan kerja, karena hanya akan merepotkan banyak orang saja, mengingat masing-masing memiliki kesibukan yang bisa jadi tidak bisa ditinggalkan.  Tapi serapat-rapatnya kami menutup informasi, tetaplah bocor jua. Maka tanpa menunggu waktu lama, beberapa saudara datang dan menghibur bapak ibu kami, yang saat itu masih dirawat di ruang VIP atas bantuan seorang senior dokter panutan di RSAD.  Bapak awalnya mengalami kesulitan berjalan menggunakan kaki kanannya. Padahal kedua organ tangan dan kaki kirinya bisa merespon permintaan kami untuk digerakkan. Ditambah nada bicaranya yang agak susah didengar dan dimengerti. Maka pasca meminta bantuan pada kakak yang kebetulan saat itu berada di rumah, agar diantarkan kontrol kesehatan ke dokter internis kepercayaan bapak di RSAD. Yang mana langsu...

Yuk Olahraga Lagi

Hampir satu bulan sudah saya memutuskan untuk absen olahraga. Ada sih yang dipaksakan, cuma gak maksimal. Gak sampe 30 menitan dan itu juga bolong-bolong, gak setiap hari. Penyebabnya sederhana, kaki kanan sisi dalam luka sobek akibat gesekan pipa pvc yang kemudian saya abaikan pengobatannya selama dua hari, dan memilih untuk berolahraga sebagaimana biasanya. Maka jadilah bengkak setelahnya. Nyaris memasuki masa tiga mingguan, rupanya luka kaki belum jua mengering. Salah satu saran dari dokter yang memeriksa tempo hari adalah dengan mengupayakan mengurangi makanan tinggi kalori dan manis, yang mana gak termasuk istri pastinya.  Jadi setelah semingguan terakhir melakukan tapa brata tanpa kopi sasetan, memotong porsi nasi cukup 1/4 saja, dan tanpa ngemil, luka kaki bisa mengering dan sepertinya sudah mulai sembuh. Minimal rasa sakitnya berkurang, dan saya bisa beraktifitas seperti biasa kembali. Maka sore ini, saya pun mencoba melakoni kembali aktifitas olahraga yang sebelumnya pe...

Apa Motivasinya sehingga Rajin Berolahraga ?

Saya kerap ditanyai oleh teman sejawat, soal apa alasan atau motivasi saya dalam upaya menjaga kesehatan dengan berolahraga setiap hari, menjaga gula darah tetap stabil, dan tentu saja mood harian untuk beraktifitas. Tentu saja karena penampilan Istri yang makin hari makin terlihat cantik. He-em... Ya minimal di mata saya. Dari sudut pandang dan kacamata yang saya gunakan. Kan khawatir juga kalau seumpama saya tak mampu mengimbangi semua aktifitas istri di dalam maupun luar rumah, hanya gegara kondisi yang kurang fit. Ya toh ?

Diabetes The Silent Killer

Saat mendengar kabar satu dua kawan yang belakangan baru mengetahui bahwa mereka mengidap Diabetes, biasanya saya aware duluan dan memberikan gambaran umum tentang 'the Silent Killer' satu ini. Dengan maksud baik, agar si kawan juga bisa menyadari, menerima, lalu mulai bersahabat. Dan pada akhirnya menjalani kehidupan dengan pola baru agar Diabetes tidak lagi menjadi momok menakutkan bagi si penderita. Saya sendiri sudah mulai berteman baik dengan penyakit Gula Darah ini sejak 5 tahun lalu, mencoba melalui semuanya dengan pola hidup yang berbeda dari awal perkenalan sekitar akhir tahun 2012 silam. Artinya saya mengidap nyaris 10 tahunan hingga hari ini. Namun bersyukur, beberapa aktifitas masih bisa dilakoni dengan baik. Penderita Diabetes di Indonesia, kata laman di Google, menduduki peringkat 3 Besar se-Dunia. Prosentasenya sekitar 11,3 % dari populasi penduduk Indonesia. Artinya cukup banyak juga jumlahnya. Kenapa bisa sebanyak itu, ya bisa caritau sendiri-lah apa peny...

Pengen Mager, tapi Batal Terooos

Sebetulnya kalo mau mager males-malesan sehari aja, gak masalah sih ya. Wong tiap hari selama pandemi begini, target 6000an langkah harian, bisa terlampaui jauh kok. Cuma hanya karena sudah memahami manfaat dari keringat yang dihasilkan tiap hari ternyata ada efeknya pada Diabetesi, ya mau gak mau, suka tidak suka, dilakoni dengan hati lapang. Apalagi tahapan hati kalau saja gak olahraga sehari, rasanya ada yang kurang. Bersyukur gejala gula darah tinggi yang dahulu pernah singgah, sudah 4 tahun ini gak pernah lagi terasa. Minimal saat kena luka gores, sembuh dan keringnya bisa cepat. Pun dengan rasa gatal pada kaki, kulit kering pada tengkuk ataupun kepala, sampai lemah lesu pengen rebahan juga jauh berkurang. Tapi kalo pas liat istri rebahan sepulang kantor atau jelang jam tidur, ya ikutan leyeh-leyeh disebelahnya tentu saja jadi pilihan terbaik. Jadi sbenarnya sah-sah saja kalo saya mengambil satu hari day off, gak berolahraga sebagaimana biasa, toh selama pandemi ini berlangsung, s...

Ayo Rajin Olahraga, Hindari Kawan Baik Diabetes

Selamat Pagi Kawan, Selamat beraktifitas selama masa pandemi. Mari luangkan waktu sebentar untuk berolahraga, satu jam saja dalam sehari. Demi menghindari kunjungan kawan baik ‘the silent killer’ Diabetes yang siap menghentikan fungsi organ tubuh kalian dalam jangka pendek. Aniwe, Selamat Hari Diabetes Sedunia, yang ditetapkan pada tanggal 14 November, hari ini. Kurangi konsumsi gula yang ada dalam banyak makanan dan minuman kemasan, agar tubuh tidak kewalahan mengolah kalori. Jaga kesehatan kalian.

Lelaki dan (pengakuan) Kejantanan

Seorang warga di lingkungan kami dikabarkan meninggal kemarin pagi. Diduga telah melakukan bunuh diri, ditemukan tergantung pada sebuah pohon yang ada di sekitar areal rumahnya. Infonya yang bersangkutan dalam posisi stroke, mengidap prostat dan komplikasi lainnya. Satu hal yang menurut pemahaman saya, agak mengkhawatirkan bagi puluhan, ratusan bahkan ribuan lelaki di luar sana, karena salah satu efek yang begitu jelas terlihat adalah menurunnya aktifitas seksual apalagi bagi mereka yang telah menikah. Prostat kalau tidak salah baca merupakan gangguan yang terjadi pada kelenjar/saluran pada area seputaran reproduksi kelamin pria, ditunjukkan dengan gejala awal sulitnya buang air kecil. Sementara Stroke sendiri biasanya disebabkan oleh tersumbatnya saluran darah yang mengalir ke area kepala, akibat penumpukan kolesterol atau lemak yang dikonsumsi oleh tubuh. Kalau tidak salah memahami, kurang lebihnya seperti itu. Hal yang sama sepertinya menjadi tantangan pada semua penderita diabetes,...

#14days in a Row

Sebetulnya gak ada agenda khusus yang direncanakan, sampai pada akhirnya bisa mencapai rekor jumlah hari dalam satu waktu secara menerus untuk aktifitas rutin olah raga jalan kaki. 14 hari berturut-turut. Meski begitu, untuk persoalan target hariannya, ukuran jauh gak bisa tercapai sebagaimana harapan. Minimal 6.0 KM. Karena sempat di hari Kamis sore, hanya mampu menjalani sekitar 2 KM saja lantaran hujan mendera lapangan dan membuyarkan rutinitas. #14days in a Row Aktifitas berjalan kaki harian makin kesini tampaknya makin nagih buat dilakoni, bagai menggunakan narkoba saja rasanya. Bilamana sehari dua gak dijalankan, badan jadi gak enak dan pikiran pun kemana-mana. Susyah. Tapi begitu sekali dilakoni, baik mata, pikiran sampai fisik badan pun merasa segar. Apalagi jika sampai menjatuhkan keringat dari pergelangan tangan. Selalu pengen lagi dan lagi. Makanya gak heran jika jarak tempuh makin hari makin panjang saja yang ditargetkan. Pola aktifitas seperti ini jadi mengasyikkan tatkal...

Kena Batunya, at last jadi BedRest 3 Hari

Seperti halnya kepergian om Asraf kemarin, saya pribadi sama sekali gak menyangka kalo selama mengidap penyakit mematikan yang bernama Diabetes ini, bakalan pernah mengalami gejala Hypo atau Hipoglikemia, penurunan kadar gula dalam darah dibawah angka 70 mg/dl. Padahal selama 7 tahun ini, rata-rata hasil pemeriksaan kadar gula darah bisa dikatakan amat sangat jarang sampai terpantau rendah. Dugaan sementara, penyebab utama drop nya kadar gula darah selasa pagi 18 Februari 2020 kemarin adalah kecapekan. Pemicunya bisa lantaran olah raga rutin setiap hari yang dilakukan dengan target capaian 6 KM berjalan kaki, bisa juga rutinitas bangun pagi yang dimulai sejak pukul 4 dan aktifitas lanjutannya selama 5 tahun terakhir, atau bisa juga lantaran sehari sebelum kejadian, sempat konsumsi obat di sore hari, lalu lanjut olah raga dan masih sempat terapi pinggang di malam hari, dimana rasa lapar sebetulnya muncul pasca pemijatan, namun tidak dilanjutkan dengan makan malam. Apes dah keesokan hari...

Catering Sehat Kota Jakarta Sediakan Menu Spesial Berkebutuhan Khusus

Catering sehat menjadi slogan yang cukup tren saat ini. Kesadaran akan pola hidup sehat semakin meningkat. Salah satu catering online Jakarta yang menerapkan menu kuliner dengan gizi seimbang adalah Gorry Gourmet. Menu yang diperuntukkan tidak hanya untuk orang yang ingin menjaga pola makannya saja. Namun, catering ini juga menyediakan menu khusus atau ‘Spesial Needs’. Menu khusus konsumen dengan gangguan kesehatan by catering sehat Gorry Gourmet Catering sehat yang dirancang tim ahli gizi tidak sembarangan. Makanan tersebut dibuat untuk meringankan gejala gangguan kesehatan. Beberapa kandungan gizi pilihan untuk konsumen dengan gangguan kesehatan diantaranya: 1. Pengidap Diabetes Penderita diabetes bisanya tidak diperbolehkan mengkonsumsi karbohidrat. Padahal karbo sangat dibutuhkan untuk sumber energi. So, Gorry Gourmet memilih makanan berkarbo dengan kandungan indeks glikemis rendah seperti olahan kentang dan barley. 2. Pengidap Jantung Gangguan pada sistem kardiovaskuler dapat be...

Human Race Shoes, Ringan Eye Catching

Memiliki tubuh yang tinggi besar biasanya berbanding lurus dengan ukuran kaki dan tentu saja sepatu yang wajib dimiliki. Entah apakah itu dalam bentuk casual, resmi ataupun sporty. dan dua tiga tahun lalu, saat belanja online belum begitu terasa manfaatnya, perburuan sepatu rasanya masih menjadi momok setiap tahunnya. Berhubung tidak banyak gerai toko sepatu seputaran kota Denpasar yang menyediakan ukuran besar, sementara Kuta biasanya terkendala urusan harga yang dijamin sudah naik sekian kali lipatnya. Ukuran sepatu 47/48 bisa dikatakan langka. Sekalinya Pemkab Badung, tempat dimana saya bekerja berkesempatan memberikan sepatu kantor tahun 2010an, hanya saya yang saat itu tidak mendapatkan jatah mengingat persoalan sol bawah yang memang masih sulit ditemukan ukuran lokal sini. Maka ketika aktifitas belanja online kemudian banyak membantu, ada rasa syukur bisa berkenalan dengan teknologi jaman now satu ini. Dilihat dari kualitas sepatu yang dikirimkan, packing dari negeri China, saya ...

Pecahkan Rekor Personal, Lebih Semangat Gaes

Satu-satunya motivasi yang ada dalam pikiran selama ini dalam menempuh ribuan langkah dan belasan kilometer saat melakukan aktifitas jalan cepat, pagi ataupun sore hari, selepas jam kerja atau saat hari libur adalah Kesehatan. Jangan sampai yang namanya Gula Darah bisa mengalahkan semangat untuk sehat. Naik drastis dan mempengaruhi organ tubuh atau fungsi penting lainnya. Dengan menargetkan 10 ribu langkah per hari saja yang namanya Gula Darah masih betah naik-naik sendiri kalo nggak diimbangi dengan obat. Apalagi turun dari target ? Meski bagi sebagian kawan, aktifitas ini dirasa seperti menyiksa diri, tapi saya pribadi masih bisa menikmatinya sejauh ini. Selain berjalan 5 KM-an memang belum terasa keringatnya walau sudah dilakoni dalam tempo cepat, manfaat cuci matanya juga bisa menyegarkan pikiran. Setidaknya ndak sekalut jaman old-lah. Memecahkan rekor secara personal, sebenarnya bukanlah hal yang wajib dilakukan saban berolahraga. Tapi keinginan untuk sedikit lebih baik tentu saja...

Menghitung Target Langkah Harian

Selama dua bulan terakhir ini, aktifitas berjalan kaki dalam tempo cepat sudah makin rutin dilakukan. Tujuannya cuma satu. Menstabilkan Gula Darah. Dimana kalo kata dokter yang merawat diabetes selama ini, jumlah kalori yang dikeluarkan minimal harus sama dengan yang dikonsumsi. Artinya semakin berat jenis makanan yang dinikmati seharian ini, mestinya kalo mau yang namanya Gula Darah bisa tetap normal, kadar olah raganya pun wajib diperpanjang durasinya. Mengingat jenis gerak badan yang dilakukan, tergolong mudah bagi orang dewasa seumuran saya. Menargetkan sekitar 10.000 langkah setiap harinya, nyaris identik dengan 8,5 KM berjalan dengan kecepatan konstan atau 85 menit aktifitas. Sementara jika target harian ditingkatkan menjadi 15.000 langkah, identik dengan jarak tempuh 12,5 KM atau 125 menit aktifitas. Ini bisa dihitung mengingat untuk setiap kilometer yang dilalui, membutuhkan waktu tempuh sekitar 10 menit, dengan jumlah pencapaian langkah rata-rata sekitar 1.200 saja. Untuk bisa...

Lavender Challenge, Tantangan Global Samsung Health Bulan Mei

Pergelangan kaki selalu nyeri saban sore hari. Bisa jadi lantaran saya terlalu memaksakan langkah untuk mengejar target harian yang ditetapkan agar mampu menjaga kesehatan dan stabilnya gula darah disela kesibukan kerja dan rutinitas harian. Namun semuanya akan kembali normal ketika pagi menjelang. Istirahat semalaman, biasanya menyembuhkan rasa nyeri yang ada dan menagih janji untuk bisa berjalan kembali. 500 ribu langkah dalam satu bulan. Pencapaian yang luar biasa bagi saya pribadi. Baik di bulan Maret maupun April kemarin. Artinya ada sekitar 10 sampai 15 ribu langkah setiap harinya wajib dilakoni. Dan itu biasanya baru bisa terwujud saat hari libur kerja. Apalagi jika tak ada kewajiban pagi yang harus dipenuhi untuk anak anak. Bulan Mei ini ada Lavender Challenge . Tantangan global dari Samsung Health, aplikasi bawaan ponsel dan juga Gear S3 Frontier. Masih menargetkan 200 ribu langkah setiap bulannya, dan kali ini, tampaknya bisa dilalui saat hari ke-10 menjelang. Makin bersemang...

Memecah Rekor Catatan Sendiri 'My Personal Best Samsung Health'

Demi mengisi waktu luang saat perayaan Nyepi kemarin, saya sempat menurunkan postingan Memecah Catatan My Personal Best Samsung Health yang isinya berhasil mencatatkan rekor terjauh 9 KM dan terlama aksi jalan kaki cepat yang baru dilakoni dua bulan terakhir ini. Esok harinya, 18 Maret 2018 kembali pecah ke jarak 11,3 KM dan catatan waktu 2 Jam lebih dikit. Itupun sudah merasa edan, capeknya luar binasa. Mengambil jalur dari rumah Tainsiat, ke patung Catur Muka, Gajah Mada, Pemecutan, belok ke timur arah Suci, ke selatan arah Matahari, lalu menyusuri sisi selatan Lapangan Renon, balik ke Yang Batu trus pulang. Eh baru juga lewat seminggu, Catatan My Personal Best aplikasi Samsung Health sudah dipecahkan kembali menjadi 14,5 KM dan catatan waktu hampir 2,5 jam. Edun bener dah hari minggu kemarin itu. Gak ada planning mau mecahin rekor sejauh itu, hanya nambah sedikit rute dari yang sebelumnya. Yaitu mengitari lapangan alun-alun Kota Denpasar 2 kali dan juga lapangan alun-alun Renon 1,5...

Mengejar Target 500 Ribu Langkah Bulan Maret, Yakin ?

Di awal Bulan Maret lalu, sempat menurunkan postingan soal Tantangan Baru Global Challenge Samsung Health yang diberi tajuk Jungle Challenge , dengan target pencapaian awal di kisaran 200 ribu langkah dalam waktu satu bulan kedepan. Namun mengingat bulan Februari sebelumnya, saya berhasil mencatatkan langkah sebanyak 300 ribu untuk Spa Challenge yang dilakoni dalam waktu 20an hari saja, maka target awal pencapaian langkah versi sendiri di bulan Maret pun ditentukan sebanyak 10 ribu langkah setiap harinya . Atau sekitar 310 ribu langkah jika ditotal. Minimal. Namun melihat antusiasme gerak badan yang dilakoni selama bulan Maret dengan target minimal tadi, hingga hitungan hari yang tersisa tinggal 5-6 hari lagi sudah mencapai 435 ribu langkah, sepertinya bolehlah jika di akhir bulan ini saya berandai-andai untuk target pencapaian hingga 500 ribu langkah. Rasional gak ya ? Secara hitungan matematis sih, sisa langkah untuk mencapai target 500 ribu ya sekitaran 65 ribu langkah lagi. Yang ...

Mumpung Sehat, Ayo Semangat Olah Raga

Minimal sekali kalo pas Hari Kerja, atau paling ndak ya tiga kali lah pas Hari Libur. Eh, ini bukan soal main ke Stadium Jakarta yang ditutup Pak Ahok tempo hari loh Mas… tapi soal frekuensi per hari agenda Jalan Kaki, jalan cepat tepatnya. Olah Raga kalo istilah kerennya. Keputusan diatas saya ambil pas ada kawan kantor yang banyak nanya, soal aktifitas rutin yang saya coba jalani dua bulan terakhir. Jalan kaki, jalan cepat. Sebagai olah raga di kala senggang. Ya ndak heran juga kalo berefek langsung pada semangat bloggingnya. Jauh berkurang. Eh… Sebelumnya, target olah raga harian masih mengacu ke standar Samsung Gear S3, jam tangan pintar yang mengatur 6000 langkah per harinya. Namun ketika kejadian gula darah berada tinggi diatas awan, target ini jadi bertambah. Minimal 10ribu langkah pas Hari Kerja, dan 15 hingga 20ribu langkah pas Hari Libur. Lengkap sudah… Selain memang mensyaratkan adanya keringat setiap kali melakukan aksi jalan cepat ini, rupanya baru mengucur kalo sudah berj...

Berolah Raga Pagi di Hari Raya Nyepi, 10K Langkah, 100 Menit Exercise

Lumayan juga. Berkeliling berkali-kali di halaman rumah hingga natah merajan selama 40 menitan lebih secara konstan, target pencapaian harian yang saya set pada aplikasi Samsung Health bisa tercapai dengan baik. Hal ini sekaligus menganulir pendapat saya di postingan sebelumnya yang agak meragukan aktifitas rumahan selama Hari Raya Nyepi, minim aksi dan keringat. Nyatanya tidak. 10 Ribu langkah dan 100 Menit Exercise. Gak disangka, bisa terwujud. Itupun masih ditambah panas matahari pagi dengan vitamin D-nya. Lumayan bukan ? Padahal demi mengantisipasi sedikit gerak badan dan langkah yang bisa dilakoni pada Hari Raya Nyepi hari ini, saya mencoba menebusnya sehari kemarin dengan berjalan dua kali lipat target harian, yaitu 10 K langkah. Tapi nyatanya, semua bisa dilakukan dengan baik tanpa harus melanggar salah satu dari empat brata penyepian hari ini. Kalo kalian, sudah melakukan apa hari ini ?