Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Tuhan

Tuhan itu Maha Jahil

Serius… Ini bukan mengejek, tapi memuji loh ya… Mengagumi tepatnya. Memuji atau mengagumi karena dengan Maha Jahilnya itu menandakan bahwa Ia memang ada, meski tidak terlihat oleh mata. Mengapa bisa saya katakan Tuhan itu Maha Jahil ? Karena Ia kerap menguji hamba-Nya yang baru saja kemarin mengeluhkan atau membanggakan sesuatu, eh gak sampe seminggu kemudian, Ia membalikkan keadaan seakan mempertegas “eh kamu serius dengan perkataan kemarin itu ?” Satu contoh paling deket aja. Belum ada seminggu lalu saya posting soal ‘ngapain juga mengejar absensi wajah ?’ pake ilustrasi kawan sepekerjaan yang meninggal kecelakaan di Penarungan tempo hari. Eh hari jumat pagi kemarin musti dipaksa nganter anak pertama ke sekolah jam 6.30 musti sudah sampai. Masalahnya Bus Sekolah biasanya tiba depan rumah sekitar 6.40 sementara yang biasanya diminta jemput pulang sekolah, ndak bisa antar pagi lantaran musti ke pasar dulu. Alhasil usai proses antar, baru bisa meluncur...

Umur Kita ada pada-NYA

Cerita Istriku kali ini, sangat menyedihkan. Hanya karena mencret dan muntah, seorang anak dari Cleaning Service di kantornya meninggal dunia. Padahal ia baru kelas satu SMP. Dehidrasi pikirku. Musibah yang menimpa saudaraku Dego di Gulingan Tengah pun tak kalah membuat dadaku sesak. Istrinya meninggal awal Januari lalu. Diagnosanya adalah Tumor Kelenjar Getah Bening, dimana masa ia dirawat hanya satu setengah bulan saja di rumah sakit. Padahal ia baru saja menjadi Ibu. Putra Pertama. Belum setahun mereka menikah. Salah seorang staf di kantor pun memiliki cerita serupa. Kematian suaminya hanya karena panas badan yang tinggi, datang silih berganti. Tidak lama, namun membuatku menarik nafas. Membaca berita di media terkait kecelakaan Air Asia beberapa waktu lalu, mengingatkanku pada gadis yang kini ditinggal mati ayah ibunya, juga kakak dan adiknya. Meskipun nilai asuransi yang kelak ia terima sangat besar, namun jika pilihan itu masih ada, siapapun akan mengambil pilihan yang sama. Aku ...

Tuhan (ternyata) Tidak Tidur

Sebetulnya agak kaget juga saat berita itu didapatkan beberapa waktu lalu. Pikiran secara otomatis bertanya tanya… tersangkut kasus apakah gerangan. Seperti biasa, GooGLe pun disusuri. Hasilnya mengejutkan. Ranah itu rupanya tersentuh juga pada akhirnya. Tapi yang mengejutkan tentu saja status yang kini telah disandang. Tuhan (ternyata) Tidak Tidur… bathinku. dan pada akhirnya pula, aku mempercayai hal itu. Mungkin memang benar kata kata orang tua. Bahwa ketika kita tidak menghormati lingkungan, kelak lingkunganpun yang akan menghukum. Entah dalam bentuk apa. Yang pasti, kini sudah ada satu cermin lagi. Yang bisa digunakan untuk berkaca bagi diri sendiri. Setidaknya untuk bersikap lebih bijak dan tetap pada jalurnya. Meskipun penderitaan itu seakan tiada henti mendera. Dalam waktu yang panjang pula. Aku bersyukur. Masih bisa melihat anak anak tumbuh hingga tidur dalam lelapnya. Aku bersyukur. Masih bisa mengajak orang tua untuk menikmati liburan dan rekreasinya. Aku bersyuku...