Serius… Ini bukan mengejek, tapi memuji loh ya… Mengagumi tepatnya. Memuji atau mengagumi karena dengan Maha Jahilnya itu menandakan bahwa Ia memang ada, meski tidak terlihat oleh mata. Mengapa bisa saya katakan Tuhan itu Maha Jahil ? Karena Ia kerap menguji hamba-Nya yang baru saja kemarin mengeluhkan atau membanggakan sesuatu, eh gak sampe seminggu kemudian, Ia membalikkan keadaan seakan mempertegas “eh kamu serius dengan perkataan kemarin itu ?” Satu contoh paling deket aja. Belum ada seminggu lalu saya posting soal ‘ngapain juga mengejar absensi wajah ?’ pake ilustrasi kawan sepekerjaan yang meninggal kecelakaan di Penarungan tempo hari. Eh hari jumat pagi kemarin musti dipaksa nganter anak pertama ke sekolah jam 6.30 musti sudah sampai. Masalahnya Bus Sekolah biasanya tiba depan rumah sekitar 6.40 sementara yang biasanya diminta jemput pulang sekolah, ndak bisa antar pagi lantaran musti ke pasar dulu. Alhasil usai proses antar, baru bisa meluncur...