Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Yogyakarta

Merekam Wajah Kota Jogja

Setiap kali melakukan perjalanan, saya lebih suka mengabadikan suasana kota atau gedung tua dan irama yang ada, lalu diceritakan dari sudut pandang saya pribadi terlepas benar tidaknya bagi orang lain. Sementara foto selfie, malah terkadang gak ingat sama sekali diambil. Palingan kalo lagi foto bersama rekan yang diajak atau difotoin candid orang lain. Seperti pagi ini, melewatkan waktu 40 menitan berjalan santai di sepanjang jalan kota Jogja. Seiring gerimis yang turun saat melakukan perjalanan balik menuju hotel, sebagaimana biasa menyempatkan diri untuk memotret gambaran yang ada. Situasi yang mirip dengan Kota Denpasar, dimana rerata bangunan tak sampai berlantai banyak, kabarnya lantaran memiliki peraturan serupa tak boleh melebihi ketinggian bangunan keraton kesultanan. Meski begitu, ternyata di jalan yang saya lalui ada satu dua gedung yang memiliki ketinggian lebih dari 3 lantai. Sisanya mirip suasana kota Gajah Mada dengan area pejalan kaki yang sangat lebar di kedua sisi jala...

Tidurnya Sendirian ?

Salah satu hal yang paling saya khawatirkan saat diberi mandat untuk dinas ke luar daerah adalah... -tidurnya sendirian ? Bukan ada maksud apa-apa. Tapi karena sudah lama jadi penghobi cerita horor di akun sosial media Twitter atau yang sekarang disebut sebagai X, jadi cukup gamang juga kalo nanti disuruh tidur sendirian selama berada di luar kota. Takut kenapa-napa.  Dasar emang penakut masalahnya. Dan karena itu juga, lebih mending diberi teman sekamar yang suka ngorok atau demen ngoceh ketimbang berada sepanjang waktu dalam kesendirian.  Bersyukur pada agenda kali ini, saya ditemani seorang rekan yang punya dua kebiasaan itu. Gak masalah ketimbang bengong. Dan memang sejak awal melakukan pengaturan, ambil opsinya ke yang bersangkutan. Minimal ada temennya dulu. Sayangnya, ditemani cuma semalam aja. Sementara kemarin dengan terpaksa harus menerima kenyataan, tidur sendirian. Lantaran si kawan musti balik ke Bali untuk ngikut jadwal test PPPK pagi ini. Jadilah gak bisa...

Uniknya Seni Instalasi Malioboro Jogjakarta

Menyusuri fasade jalan Malioboro dari jam 5 pagi sembari berjalan kaki, saya malah menemukan banyak hal unik dalam bentuk seni instalasi di sepanjang area kiri dan kanan jalanan, yang bisa jadi tak pernah disadari oleh mata para wisatawan domestik ditengah hiruk pikuk suasana malam hari.  Seperti patung om Spiderman yang dikerokin oleh Kang Gerobak yang berpakaian ala Petruk di cerita Ria Jenaka jaman TVRI dulu.  Atau pasangan Baut dan Mur yang sudah karatan berukuran besar tampak jelas terlihat di deretan tempat duduk dan bangunan berpilar kotak.  Sementara itu ada juga patung seorang nenek yang menggendong bakul, berada di sebelah tiang nama jalan Malioboro, sebuah papan nama jalan yang jadi ikonik Jogja banget serta jadi rebutan para wisatawan sosial media.  dan di dekat perempatan, depan Teras Malioboro ada bakul berukuran raksasa dalam posisi terjatuh, menjadi salah satu seni instalasi yang bisa diabadikan bersama para pengunjung dalam sebuah pose didalamnya....

Curhat Kecil dari Seat 23C

Jujur, dari sampai di seat 23C pukul 6.40an tadi sampai pesawat sudah berada di posisi atas awan, saya belum jua bisa memejamkan mata. Inginnya beristirahat sejenak, agar nanti sesampainya di Yogya bisa lebih segar beraktifitas. Apa daya, susahnya. Padahal posisi duduk semacam ini serupa dengan posisi duduk di kendaraan yang biasanya saya lakukan ketika mengantuk.  Ini kali pertama saya bertanggungjawab penuh pada agenda yang melibatkan rekan dan pejabat dari luar opd, tenaga pendamping non asn dan rekan juga pimpinan sendiri di tempat kerja. Ternyata ada banyak hal yang harus dipersiapkan agar semua rencana bisa berjalan dengan baik. Seperti pemesanan tiket pesawat dan hotel di lokasi tujuan, penyiapan acara selama 3 hari kedepan, tempat makan atau beristirahat, juga SPT dan SPD sebagai dasar penugasan dan pencairan dana perjalanan dinas nantinya.  Belum lagi cinderamata, oleh-oleh, pencairan uang saku ke rekening masing-masing, serta lainnya.  Pengalaman yang luar biasa...

Yuk Siap-siap ke Yogya

Saya gak bisa tidur nyenyak dari semalam. Masih memikirkan perjalanan yang sedianya kami lakukan mulai Rabu pagi besok.  Beberapa rencana syukur bisa direalisasikan dengan baik. Meski masih ada meninggalkan pe-er yang nantinya harus diselesaikan sepulang dinas kali ini.  Akibatnya, saya terbangun pada pukul 02.45 pagi. Sedikit mendahului dari alarm ponsel yang sudah di-set semalam. Beranjak bangun dan memilih memanaskan tubuh dengan berolahraga.  Meleset sekian menit dari harapan, saya baru berangkat dari rumah saat jam menunjukkan pukul 05.15 wita. Masih keburu lantaran Boarding AirAsia QZ 600 yang kami tumpangi pagi ini berada pada kisaran 06.20. Namun beberapa kawan tampaknya sudah tiba di bandara sesuai rencana.  Akhirnya bisa terbang juga. Meskipun harus menangis darah dari hari senin kemarin. Mengurusi SPT dan SPD yang harus ditandatangan Bupati Badung, juga rundown agenda selama 3 hari di Yogya dan biaya. Lega banget begitu menyadari hal-hal yang terpikirkan d...

Persiapan ke Yogya

Seharian ini kesibukan yang saya jalani sepertinya cukup berat. Selain karena aktifitas rutin yang memang harus diselesaikan, ada beberapa agenda tambahan yang harus diingat dan ditangani segera.  Dari persiapan paket pengawasan yang sedari bulan kemarin sudah disampaikan ke pejabat pengadaan di unit layanan pengadaan namun sampai hari ini belum jua berproses karena adanya perbaikan atau revisi berkali-kali. Persiapan pencairan proposal dana bantuan pembangunan candi bentar pemerajan ageng yang juga masih dalam tahap melengkapi kekurangan dokumen. Belum lagi soal persiapan kontrak rumah di Batubulan yang sejak bulan lalu belum juga usai urusan kedua belah pihak. dan tidak lupa ada Persiapan Pelaksanaan Paket Fisik Kegiatan Penanganan Kumuh yang infonya sudah mendapatkan pemenang tender, namun secara kredibilitasnya masih diragukan meski lolos evaluasi dan klarifikasi. Terakhir, ada persiapan Studi Tiru ke PemKot Yogya yang sudah tarik ulur dari bulan Mei kemarin.  Khusus dua t...

Berburu Tempat Wisata Asyik untuk Keluarga di Jogja

Masa pandemi begini rasanya masih malas jika harus meninggalkan rumah atau meninggalkan keluarga saat diminta dinas ke luar kota, mengingat baik daerah asal maupun daerah tujuan bisa dikatakan masih belum aman dari penyebaran virus covid-19. Meskipun Pemerintah Pusat infonya sedang menggalakkan upaya untuk mendorong wisatawan domestik mengunjungi beberapa daerah atau tempat wisata tanah air, demi mendorong perekonomian dan roda kehidupan masyarakat kecil. Diantara sekian banyak destinasi yang ditetapkan, Jogja adalah salah satu yang sampai saat ini masih menarik perhatian banyak orang dan juga anak muda generasi milenial. Dikenal sebagai kota wisata yang aman dan damai serta masih mengedepankan budaya dan keraton Ngayogyakarta Hadiningrat atau Keraton Yogyakarta, istana resmi Kesultanan yang dibangun pada tahun 1755 dan berlokasi di Kota Jogja. Menyajikan pemandangan dan bangunan arsitektural istana jawa yang apik dan menarik, berbagai koleksi milik kesultanan dipamerkan pula disini. S...

Laporan Kegiatan Rapat Koordinasi Teknis Aplikasi LPSE

Laporan Kegiatan Rapat Koordinasi Teknis Aplikasi LPSE Yogyakarta 11 s/d 13 Juni 2012 Menindaklanjuti Surat LKPP yang disampaikan melalui e-mail pada tanggal 28 Mei 2012 dengan nomor 2205/D-II/05/2012, perihal Undangan Kegiatan Rapat Koordinasi Teknis Aplikasi Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) di Yogyakarta, maka atas seijin pimpinan kami memutuskan untuk mengirimkan satu tenaga teknis di masing-masing bidang untuk ikut serta menyampaikan masukan atau keluhan serta menyerap beberapa perubahan terkait rencana migrasi aplikasi SPSE dari versi saat ini (3.2.5) ke versi 3.5 dan versi 4.0. Adapun LPSE Kabupaten Badung merupakan salah satu dari 46 LPSE yang terpilih untuk menghadiri Undangan Rapat Koordinasi Teknis kali ini, dari 456 LPSE di seluruh Indonesia berdasarkan pertimbangan keaktifan pemberian masukan untuk pengembangan Aplikasi LPSE serta perkembangan jumlah paket pengadaan yang dilelangkan selama satu tahun terakhir. Bersama-sama dengan LPSE Provinsi Bali, kehadiran ka...

Bersemangat Pagi di Yogyakarta

Rasanya masih tak percaya saat mata membuka lebar pandangan keluar kamar dini hari tadi, sesaat setelah alarm yang kunyalakan berdering dua kali, tak seperti di Yogyakarta, bathinku. Mungkin lantaran hamparan rumput menghijau dibayangi pohon kelapa nan tinggi melambai dan beberapa jepun yang terurai di halaman tepi balkon mengingatkanku pada Bali dan suasananya. Setelah menelan setengah dari 2 mg Amaril sesaat setelah semuanya siap kujalani, tapak kakipun satu persatu melangkah pelan menuju elevator yang berada dekat kamar 342, rasanya dari kemarin aku tak melihat tangga satupun disini. Lantai 7 Sheraton Hotel Yogyakarta masih tampak lengang saat aku menuruni anak tangga utama menuju lobby, hanya ada satu kawan yang tampak memeriksa beberapa berkas sambil melemparkan senyum. Langit masih gelap. Ada sedikit perasaan was was demi menapakkan kaki di jalanan yang berbatu ini, tau begini membawa sepatu olahraga barangkali merupakan keputusan terbaik. Suasana yang temaram dengan disinari lam...

Merasakan Dinginnya Pagi di Yogyakarta

Waktu masih menunjukkan pukul 7.50 pagi waktu Bali saat burung besi Garuda Airways GA 251 menapakkan cakarnya di landasan Adisucipto Yogyakarta, tepat waktu dari apa yang telah diperkirakan sebelumnya. Dikejauhan satu dua kendaraan berlalu lalang menghampiri setiap manusia yang tampak sudah tak sabar melakukan aktifitasnya hari ini. Dering nada pembuka ponsel mulai bersahutan terdengar menyapa setiap sapa yang ada di ujung sana. Mengabarkan keselamatan yang kami pinta sejak dini hari tadi. Tak membutuhkan waktu lama hingga kami menjejakkan kaki di halaman depan Sheraton Yogyakarta, lokasi kali ini rupanya sangat dekat dengan parkiran pesawat yg terhenti dengan sempurnanya. Bau rumput yang diterpa embun seakan belum jua menyadarkanku dari dinginnya pagi di Yogyakarta. Rupanya Kami datang jauh lebih pagi dari jadwal yang seharusnya ditentukan, namun itu semua lantaran tiada pilihan lain ketimbang menanti senja, maka jadilah kaki ini mulai berjalan mengelilingi area hotel untuk sekedar me...

Merasakan Dinginnya Pagi di Yogyakarta

Waktu masih menunjukkan pukul 7.50 pagi waktu Bali saat burung besi Garuda Airways GA 251 menapakkan cakarnya di landasan Adisucipto Yogyakarta, tepat waktu dari apa yang telah diperkirakan sebelumnya. Dikejauhan satu dua kendaraan berlalu lalang menghampiri setiap manusia yang tampak sudah tak sabar melakukan aktifitasnya hari ini. Dering nada pembuka ponsel mulai bersahutan terdengar menyapa setiap sapa yang ada di ujung sana. Mengabarkan keselamatan yang kami pinta sejak dini hari tadi. Tak membutuhkan waktu lama hingga kami menjejakkan kaki di halaman depan Sheraton Yogyakarta, lokasi kali ini rupanya sangat dekat dengan parkiran pesawat yg terhenti dengan sempurnanya. Bau rumput yang diterpa embun seakan belum jua menyadarkanku dari dinginnya pagi di Yogyakarta. Rupanya Kami datang jauh lebih pagi dari jadwal yang seharusnya ditentukan, namun itu semua lantaran tiada pilihan lain ketimbang menanti senja, maka jadilah kaki ini mulai berjalan mengelilingi area hotel untuk sekedar me...