Pijat, rasa-rasanya sedari awal kenal yang saya sukai hanyalah pijat atau terapi listriknya pak Triyono yang kini tinggal di belakang kantor Fajar itu. Dilakoni sejak tahun 2005 lalu, pijat listrik ini banyak membantu aktifitas utamanya saat jadwal padat atau usai menyelesaikan misi tertentu. Sayang Beliau kini sedang berada dalam kondisi yang tak sehat sehingga memaksa saya untuk berpaling pada jenis pijat yang lain. Pijat Refleksi. Menyasar pada kaki, setahu saya sih, pertama kali mencoba saat menunggui service kendaraan roda empat di Agung AutoMall jalan Cokroaminoto dan berlanjut pada service berikutnya. Jadi makin suka saat mendapatkan banyak waktu luang saat mengantarkan anak-anak tamasya setaun lalu, atau saat menunggu pesawat pulang di ruang tunggu bandara Manado. Bukan karena manfaat yang dirasakan tapi lebih pada membunuh waktu kosongnya. Makin kesini, jadi makin tahu kalo pijat refleksi ini gak hanya menyasar telapak kaki dan jari yang sakitnya minta ampun itu. Tapi juga bad...