Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Kelihan Adat

Kelihan Adat cukup Satu Periode dan Lima Tahun

Yang namanya lelah dan jenuh saat menjalankan tugas ataupun kewajiban itu, bagi saya sudah biasa... Cuma perlu sedikit jeda untuk beristirahat, mengalihkan perhatian atau menikmati waktu dalam kesendirian, untuk sekedar bercerita pada media yang dimiliki, menghabiskan waktu untuk hal-hal remeh, lalu kembali pada tugas tanpa melupakan kewajiban yang diemban.  Karena kalau bukan diri sendiri yang mengerjakan, rasanya gak bakalan mungkin membebankannya pada yang lain.  Ke Tuban meli Lele. Bin  aTiban gen ne Leee...  Gae Kelihan Adat cukup Satu Periode atau Lima Tahun saja sesuai Awig-awig banjar 😄 Berikan Kesempatan pada Krama yang lain untuk Ngayah. Yuk Lanjut ngaryanin surat anggen krama ageng rahina Kuningan lagi Bli. Nu kene-kene ya harus pedidi ne nyemakin. Masing-masing orang sudah punya peran sendiri. Semangat...

Berat ini Tantangannya

Makin Banyak yang Dipelajari, Makin Banyak yang Diketahui, Makin Banyak yang Dilupakan... Anekdot diatas kalau tidak salah pernah saya baca di buku Humor Mahasiswa saat remaja dulu. Kalau gak salah di toko buku jalan Sumatera timur jalan (bukan Corsica) yang pernah menjual komik Tintin dan semacamnya. Tampaknya ini benar adanya 😅 Hari ini saya mendapat pengalaman berharga lagi. Bahwa di balik sebuah usaha, selalu ada rasa gugup yang berpotensi melupakan satu dua hal penting. Bahkan termasuk proses didalamnya. Ya, namanya juga masih belajar. Ini kali ketiga saya diikutsertakan menjadi pembuka bebaosan di acara perkawinan ponakan. Sekaligus untuk yang kedua kalinya dari pihak purusa. Dan kali pertama dilibatkan sejak awal meDharma Suaka. Serius. Ini beban berat sejak awal bulan 😅 Dan, ya. Makin banyak yang saya coba pelajari, maakin banyak tahu, tapi ternyata jadi makin gugup dan ada yang dilupakan. 😅 Saya pribadi menyadarinya ketika mencoba mendengarkan secara seksama penyampaian...

Setahun lagi...

Ini akan menjadi kali terakhir saya bersama tujuh rekan lainnya, menjalankan kewajiban hari suci Nyepi sebagai Kelihan Adat Banjar Tainsiat. Karena di tahun 2027 mendatang, kepengurusan adat di banjar hampir dapat dipastikan, akan berganti ke jajaran yang baru. Di satu sisi ini merupakan hal yang melegakan karena pada akhirnya bisa bebas dari semua beban juga tekanan dalam menjalankan tugas dan kewenangan sebagai orang yang dituakan dalam adat banjar selama lima tahun terakhir, namun di sisi lain ada banyak agenda positif yang kelak gak akan bisa dilakukan mengatasnamakan adat banjar. Ya. Disadari atau tidak, begitu banyak hal positif yang bisa didapat ketika ditunjuk untuk mengemban amanat krama sebagai Kelihan Adat Banjar. Kelak kalian pun akan menyadarinya jika pernah berada di posisi yang sama. Meski pada awalnya terasa berat, namun seiring berjalannya waktu dan mulai terbiasa, satu-satunya beban yang dirasakan hanyalah wajib mampu memimpin satu dua adegan dengan menggunakan penyam...

Ke Tuban meli Lele, bin aTiban gen Leee...

Saat Iran mulai membalas aksi serangan atau banjir dimana-mana selama semingguan terakhir ini, kami di Banjar Tainsiat sedang mempersiapkan agenda Rapat Tahunan anggota banjar atau dengan kata lain Rapat Paripurna/Pleno Banjar sebagai ajang pelaporan Pertanggungjawaban Kelihan Adat selama setahun terakhir, tepatnya periode keempat dari lima tahun masa jabatan, di hari Minggu mendatang. Dan tadi sore sebagaimana biasa, semua Kelihan keroyokan menulis daftar tujuan krama banjar yang akan disampaikan dokumen laporan tahunan, sekaligus agenda adat yang cukup padat di bulan Maret ini.  Ke Tuban meli Lele, bin aTiban gen Leee... Astungkara Lima Tahun mengemban amanah tugas sebagai Kelihan Adat Banjar Tainsiat, kelak bisa selesai dengan Baik. dan semoga Calon Kelihan Adat yang akan memimpin Banjar Tainsiat di tahun 2027 mendatang, bisa kami pilah dan kumpulkan tahun ini. Kalian punya bocoran nama yang harus kami sandingkan ? 🙂

Ke Tuban meli Lele, bin aTiban gen Leee...

Bulan Januari merupakan bulan paling sibuk bagi seorang PNS, apalagi kalau sampai diberi tugas tambahan sebagai PiPiKey untuk menangani berbagai kegiatan di Bidang atau bagian lainnya. Mencakup pemantauan RUP, penyusunan KAK, HPS atau dokumen pengadaan, lalu ada dokumen pendukung berupa SK atau apapun itu, termasuk penyiapan berkas kegiatan setahun lalu untuk pemeriksaan BPK atau sejenisnya yang juga biasanya dilakukan di awal tahun. Bersyukur kalau untuk mengerjakan itu semua masih bisa dan mau dibantu oleh barisan rekan kerja atau staf yang tak kalah mumpuni kemampuannya. Kelak akan menjadi masalah jika mereka pensiun duluan 😅 karena untuk regenerasi pekerjaan dan keterampilan di bidang tersebut kelihatannya makin susah. Gak jarang beberapa agenda dikerjakan sendiri sesempatnya. Dengan menggunakan tujuan yang sama yaitu mempercepat pekerjaan bisa diselesaikan agar bisa mengambil porsi yang lain. Belum termasuk agenda menyusun Laporan Pertanggungjawaban Kelihan Adat tahun keempat, ...

Semua akan Berada di Posisi itu

Belakangan jarang banget meluangkan waktu buat bisa nulis. Kebanyakan masa senggangnya dihabiskan untuk menghafal dan melafalkan. Barisan kalimat penyampaian yang dialihbahasakan ke bahasa bali halus. Yang notabene masih jarang digunakan dan diucapkan. -Melelahkan tapi Menyenangkan- Semua ini memang pilihan. Dan saya secara sadar mengambil keputusan ini karena sejak dini sudah terbayang kelak akan menjadi pengganti ketika semua generasi tua sudah tak mampu lagi melakukannya. Mau tidak Mau, Suka tidak Suka. Semua akan berada di posisi itu. Kecuali maut menjemput lebih awal.  Tapi gak ada salahnya untuk belajar. Mempersiapkan diri, mental, dan juga cara berbicara, apalagi di depan banyak orang. Kelak bakal banyak gunanya.  Tentu semua ada konsekuensi yang mengikuti. Macam jarang update blog. Ataupun menumpahkan isi pikiran di sejumlah sosial media...

Bukan Yang Pertama, tapi Tetap Saja Deg-Deg-an...

Pertengahan bulan ini rasanya keseharian hampir dipenuhi oleh aktifitas adat, baik hanya sekedar sebagai pelengkap penderita, penyaksi hingga yang secara tak sadar menjadi pelaku.  - Bodoh sekali dia Yang Mulia - Takeshi Castle Ya, ini memang bukan yang pertama, tapi rasanya tetap saja deg-deg-an. Karena jika dilihat dari posisinya, ini juga merupakan pengalaman pertama, yang keputusannya diambil tak sengaja. Membuka agenda bebaosan, agenda serah terima anten, yang tadinya berpikir hanya sebagai pembuka dan penutup, tapi rupanya terjebak dalam situasi moderator. Meski sudah punya pengalaman serupa di meja kerja, tetap saja menyampaikan semuanya dalam bahasa bali halus merupakan persoalan besar. Salah sudah pasti. Tegar dan berupaya menyelesaikannya dengan baik, memberi banyak rasa syukur di akhir cerita. Tidak lupa meminta Maaf kepada semua pihak secara pribadi karena sudah terlalu Pe-De menawarkan diri mengambil posisi ini. Untuk kalian semua yang pernah ataupun masih belajar menj...

Standar Baku Ngungkab Raos (Pradana)

[Pra Diskusi] Ainggih, Majeng ring semeton titiang saking Kauh, wenten sane jagi kejantosang malih ? Yening nenten wenten sane kejantosang malih, titiang nunas lugra jagi ngawitin pemargine puniki.  Sadurung titiang ngelantur lugrayang titiang ngaturang puja pengrastiti, dumugi Ida dane sareng sami ring rahina sane mangkin panggihin titiyang pada kenak rahajeng rahayu, saha parikrama ring rahina mangkin prasida memargi antar labda karya sidhaning don, melarapan antuk nyakupang kara kalih, Om Swastyastu [Penyebutan Kehadiran] Kaping ajeng mantuka ring 1. Dane Jero Mangku sane dahat suciang titiyang saha kapisinggihin titiyang, 2. Dane Mangala Adat lan Manggala Praja Banjat Tainsiat lan Banjar Kerambitan sane dahat mustikayang ritiyang saha wangiyang titiyang, 3. Angga paiketan pasemetonan pradana lan purusa sane dahat wangiang titiyang, 4. Sang dang pati maka kalih sane dahat tresna asihin titiyang, 5. Asapunika taler tan sah tan tuna subhaktin titiyang majeng ring ida dane atiti, u...

Standar Baku Undangan Pengabenan dan Potong Gigi (Bahasa Indonesia)

OM SWASTYASTU Atas asung kertha wara nugraha Ida Sang Hyang Widi Waca, titiang berencana mengikutsertakan almarhum - ring upacara Ngaben lan Nyekah Massal - yang dilaksanakan pada hari - , dan upacara Metatah Massal putra putri titiang yang bernama - Berkaitan dengan itu, titiang mohon dengan hormat kesediaan Semeton Bapak/Ibu Saudara/i agar dapat hadir serta memberikan restu jalannya upacara tersebut pada hari - pukul - wita di - Lokasi Maps terlampir : Titiang sangat berbahagia bilamana Semeton Bapak Ibu Saudara/i dapat meluangkan waktu hadir pada upacara tersebut, dan untuk itu tiang haturkan Terima Kasih. OM SHANTI, SHANTI, SHANTI OM  

Standar Baku Undangan Pengabenan dan Potong Gigi (Bahasa Bali Alus)

OM SWASTYASTU Melarapan saking asung kertha wara nugrahan Ida Sang Hyang Widi Waca, titiang pacang nyarengin rabin titiang sane sampun ninggalain inggih punika (nama alm pasangan) ring upacara Ngaben lan Nyekah Massal (lokasi upacara) , sane kamargiang ring rahina (hari dan tanggal) , lan Metatah Massal anak alit titiang sane meparab (nama anak) . Antuk punika titiang ngelungsur pasuwecan druwene pacang aturin titiang mangda ledang arsa tedun nodya miwah ngerastitiang upacara inucap ring panemaya dedawuhan : Rahina     :  Pinanggal:  Galah       :  Genah      :  Titiang dahat angayubagia pisan untuk paswecan Ida dane kalih para sameton sareng sami, sane sampun ledang, arsa muah tedun ring parikrama upacara inucap, Sangkaning paswecan Ida dane sareng sami titiang ngaturang parama suksmaning idep. Dumogi siddha mangguh labdha karya sadya rahayu. OM SHANTI, SHANTI, SHANTI OM  

Pleno Banjar Tainsiat ke-3 Dumogi Memargi Antar

Menyiapkan Laporan Pertanggungjawaban Kelihan Adat Banjar Tainsiat periode Tahun 2024/2025 agar bisa disampaikan pada agenda Rapat Paripurna Banjar yang rencananya akan kami laksanakan pada hari Minggu 23 Maret 2025 mendatang. Setelah ini biasanya dilanjutkan dengan melakukan print out sebanyak 400 eks yang diperuntukkan bagi Krama Ageng Banjar, lengkap dengan Himbauan Nyepi dan Banten Upakara Tawur Kesanga.  Sementara itu beberapa agenda lainnya juga sudah menanti pasca Rapat Paripurna nanti, utamanya berkaitan dengan persiapan Melasti ke Segara, Meprani, Tawur Kesanga dan Pengerupukan, Pengarakan Pawai Ogoh-ogoh, Pelaksanaan Hari Raya Nyepi hingga selesai. Banyak Surat yang harus disiapkan.  Dumogi memargi antar. #DokumentasiKelihanAdat #BanjarTainsiat

Rencana Agenda Rapat Paripurna Banjar Tainsiat Tahun 2024/2025

(RENCANA) Agenda Rapat Paripurna, 23 Maret 2025 [ ] Penyampaian LPJ dan Keuangan Banjar (poin-poin saja sebagaimana penyampaian ke Penasehat, tekankan pada apa yang sudah dilakukan diluar kegiatan rutin, dan rencana di tahun 2025). Tidak lagi menyampaikan Evaluasi per Regu.  [ ] Regenerasi Sekaa Shanti. [ ] Rencana Kenaikan Iuran, disampaikan PakDe Landrawan.  [ ] Penugasan Danru lan Wadanru untuk Pemungutan Iuran dan Patus. [ ] Tunggakan Wajib dilunasi ketika meminta Layanan Prajuru.  [ ] Rencana Pemanggilan Anggota Banjar yang Menunggak Iuran, Patus ataupun Denda.  [ ] Himbauan Nyepi dan Banten Tawur Kesanga, disampaikan PakDe Gulik.  [ ] Agenda Tanya Jawab. [ ] Pemanggilan Anggota Baru dan Regu. [ ] Penyampaian KK Adat, agar dikoreksi bilamana perlu dan disampaikan segera ke Banjar atau Nomor WA Penyarikan.

Masih ada 2 Tahun lagi

Kadang saya merasa jenuh dengan rutinitas penyiapan dokumen dan data warga, selaku salah satu Kelihan Adat Banjar Tainsiat, yang masih harus mengemban tugas hingga awal tahun 2027 mendatang. Karena ternyata maksud baik tidak selalu bisa tersampaikan dengan baik kepada warga.  Sebagaimana analogi yang diceritakan oleh dalang Wayang Cengblong, menjadi seorang Kelihan Adat itu bagaikan memikul seekor bebek jantan, dimana bebek itu ributnya setengah mati, sementara tidak bertelur, tapi malah menjejali si empunya dengan kotoran.  Dan di tahun ketiga ini saya terkena batunya. Masih ada 2 tahun lagi untuk bisa bertahan... #30HariBercerita 

Awal Tahun itu Sibuk LPJ

Memasuki Awal Tahun Baru Masehi sekaligus Awal Tahun Baru Caka, biasanya tugas Penyarikan Kelihan Adat Banjar Tainsiat mulai bertambah banyak seiring persiapan penyusunan Rapat Paripurna Banjar yang biasanya dilakukan seminggu sebelum perayaan Nyepi. Itu artinya, minimal di akhir Februari, semua Laporan Pertanggungjawaban Kelihan Adat periode tahun lalu sudah harus siap didiskusikan bareng para Penasehat Banjar, sebelum dilepas ke Krama Banjar Tainsiat.  Adapun isi dari LPJ ini adalah kegiatan yang telah dilakukan oleh Kelihan bersama Pelaksana Wilayah Banjar Tainsiat, jumlah Anggota Adat yang Aktif, progress tahunan per masing-masing sekaa atau organisasi dibawah banjar, termasuk perkembangan aktifitas warga melalui agenda ngayah dan mejenukan saat upacara kematian. Sementara agenda baru di tahun ini tampaknya kami ingin berbagi nama warga yang malas melakukan aktifitas adat diatas, melebihi dari rata-rata aktifitas warga secara keseluruhan. Alias yang absensinya melebihi angka 75...

Beberapa Kekurangan Penyampaian Pengaksama Pawiwahan

Sebenarnya saya sudah menyiapkan semacam contekan yang dijepret di kartu undangan pernikahan, diatur sedemikian rupa agar mudah dibaca saat penyampaian Pengaksama Upacara Pawiwahan kemarin. Jaga-jaga siapa tahu kelupaan, atau macet konsentrasi di tengah jalan.  Tapi 'kesombongan' saya mengalahkan upaya ini. Mengingat pada H-2 rasa-rasanya semua paragraf yang disusun oleh pak @made salah satu mentor saya dalam pembelajaran ini, sudah bisa dilafalkan berulang kali dalam tempo 9 menitan itu. Sayangnya, setelah dievaluasi kembali kemarin pagi, rupanya ada beberapa kata/kalimat yang tidak/kelupaan saya ucapkan/sampaikan di agenda perkawinan kemarin. Diantaranya... 1. Kalimat pelengkap sapaan kepada Ida Sri Empu sane muput upakara, yang mana seharusnya diselipkan -sane meraga suci/dahat suciang titiang, saha kapisinggihang titiang.  2. Menyapa Audience atau undangan yang hadir saat itu dimana ada Bapak Perbekel Dangin Puri Kaja, Penglingsir Jero Tainsiat, dan Penglingsir Geriya Keni...

Ujian 9 Menit, Masih Banyak Kurangnya nih...

Ujian Pengaksama 9 Menit, Masih Banyak Kekurangan ternyata... Ini kali pertama saya mendapat mandat untuk menyampaikan Pengaksama ring upacara Pawiwahan, semacam Sambutan jika di agenda rapat resmi, dimana kali ini disarankan agar menggunakan Bahasa Bali Alus.  Dan disinilah kendalanya. Saya dikirimkan format penyampaian pengaksama ini oleh salah satu mentor Jro Made Sudarsana untuk disampaikan pada tanggal 9 Januari, upacara pernikahan putra ketiga mentor saya satunya lagi, Jro Pande Darmaja pada hari Kamis yang lalu. Jadi terhitung masih ada waktu 1 minggu untuk belajar, minimal melafalkannya.  Jujur, ada rasa kaget dan juga kebingungan saat awal membaca format ini secara keseluruhan. Mengingat kosa kata bahasa bali yang digunakan, bagi saya cukup sulit dan tidak memahami apa maknanya. Maka jadilah saya membuat salinan dokumen untuk dibaca berulang kali secara bertahap. Satu demi satu paragraf lalu dilahap pasca ditanya arti kata dan kalimatnya. Agar bisa memastikan pemengg...

Lanjut Lagi KK Adat Banjar

Mumpung kantor dan ruangan lagi sepi gegara semua pada melawat ke luar daerah sepertinya,  Saya memilih untuk melanjutkan aksi penyusunan KK Adat Banjar Tainsiat yang dulu sempat mandeg gegara gak punya ide tambahan terkait pencarian Variabel tertentu pada Data Krama untuk kepentingan tertentu juga. Mengingat keterbatasan kemampuan pengolahan data spreadsheet, yang mana jika itu bisa dilakukan, maka beberapa kebutuhan data bisa dicari dengan mudah.  Misalkan saja pendataan Krama yang usianya bakalan lewat dari 65 tahun selama 5 tahun kami menjalankan tugas sebagai Kelihan Adat Banjar Tainsiat. Yang ceritanya bisa menjadi acuan untuk memindahkan KK Adat milik Krama, dari Regu Aktif Ngayah ke kelompok Wreda, yang secara Awig sudah dibatasi oleh umur 65 tahun ke atas.  Bisa saja dengan melakukan "pendataan" secara lisan ke masing-masing Komandan Regu Aktif. Yang sayangnya tidak semua Komandan Regu mengenal para anggotanya secara pasti. Ini kembali pada habbit masing-masing, ...

Standar Penyampaian Perekrutan Sekaa Gong Anak

Om Swastyastu,  Rahajeng Krama Ageng Banjar Tainsiat sane wangiang titiang,  Semeton sane meduwe anak alit sane jagi arsa melajah megambel sareng Sekaa Gong Tri Sakti Suara Banjar Tainsiat, mangda prasida rawuh ring Bale Banjar Tainsiat rahina Minggu Pagi 28 April 2024 galah pukul 10.00 wita.  Matur Suksema Om Shanti Shanti Shanti Om. - translate Bahasa Indonesia - Om Swastyastu,  Berkaitan dengan rencana pembinaan Sekaa Gong Anak-anak di Banjar Tainsiat, bagi Krama Agung Banjar yang memiliki anak usia sekolah, dapat hadir dan ikut belajar megambel di Bale Banjar Tainsiat pada hari Minggu Pagi 28 April 2024 pukul 10.00 wita. Tidak dipungut bayaran. Demikian disampaikan,  Terima Kasih. Om Shanti Shanti Shanti Om.

Standar Penyampaian Pergantian Danru

Om Swastyastu,  Rahajeng Semeng Jero Danru lan Wadanru sane anyar, Periode Tahun 2024/2025 sane wangiang titiang. Perkenalkan tiang Pande, Sekretaris Prajuru Adat Banjar Tainsiat, mewakili segenap Prajuru Adat lainnya dan Pelaksana Wilayah Banjar Tainsiat, mengucapkan Selamat Bergabung ring Whatsapp Grup Danru lan Wadanru Banjar Tainsiat Periode Tahun 2024/2025. Adapun Penugasan Ida Dane sami, sekadi info yang tiang sampaikan hari Sabtu lalu, tidak ada kriteria khusus, mengapa Dane sareng sami kami tunjuk menjadi Danru/Wadanru. Lebih pada azas Keadilan, dimana semua anggota Regu secara bergilir dari Nomor Urutan atas, mendapatkan mandat sebagai Danru/Wadanru pada periode berjalan dan berikutnya.  Sementara Anggota Baru yang masuk ring Regu, tiang tempatkan di urutan bawah.  Tugas Dane sareng sami selaku Danru/Wadanru adalah :  1. Menyampaikan semua informasi baik dari Prajuru Adat Banjar maupun Pelaksana Wilayah (dumun istilahnyane disebut sebagai Kadus), dari Surat ...

Standar Pembukaan Penyampaian LPJ Tahunan Prajuru Adat

Rahajeng Semeton titiang sareng sami. Krama Agung Banjar Tainsiat.  Sedereng titiang ngelantur, kapertama titiang nunas pengampura yening malih jebos titiang akeh nganggen bahasa bali campur bahasa Indonesia ring rapat puniki, titiang nunas mangda dimaklumi.  Makekalih, ring absen sane sampun wenten ring ajeng, tiang pantau jumlah kehadiran sampun wenten krama sebanyak ……… KK. Manut ring Awig awig banjar Tainsiat, Pasal 17 tentang Rapat, akan dianggap sah bilamana dihadiri lebih dari setengah anggota banjar. Nah mawinan perhitungannyane sampun melebihi, dados titiang anggap bisa dilanjutkan agenda rapat pleno puniki ?  Ainggih Matur Suksema ring keputusan awal Ida Dane sareng sami.  Majeng ring Dane Jero Mangku sane dahat Wangiang titiang, Bapak-bapak Penasehat Banjar sane taler wangiang titiang, semeton Prajuru maka sami, lan Krama Agung Banjar Tainsiat sane sampun prasida ngerauhin galah becik puniki sane banget suksemayang titiang.  Ngiring je sareng sami ngr...