Pertengahan bulan ini rasanya keseharian hampir dipenuhi oleh aktifitas adat, baik hanya sekedar sebagai pelengkap penderita, penyaksi hingga yang secara tak sadar menjadi pelaku.
-Bodoh sekali dia Yang Mulia- Takeshi Castle
Ya, ini memang bukan yang pertama, tapi rasanya tetap saja deg-deg-an. Karena jika dilihat dari posisinya, ini juga merupakan pengalaman pertama, yang keputusannya diambil tak sengaja.
Membuka agenda bebaosan, agenda serah terima anten, yang tadinya berpikir hanya sebagai pembuka dan penutup, tapi rupanya terjebak dalam situasi moderator. Meski sudah punya pengalaman serupa di meja kerja, tetap saja menyampaikan semuanya dalam bahasa bali halus merupakan persoalan besar. Salah sudah pasti. Tegar dan berupaya menyelesaikannya dengan baik, memberi banyak rasa syukur di akhir cerita. Tidak lupa meminta Maaf kepada semua pihak secara pribadi karena sudah terlalu Pe-De menawarkan diri mengambil posisi ini.
Untuk kalian semua yang pernah ataupun masih belajar menjadi -yang dituakan- dengan segala hal tantangan dan pengalamannya, jangan pernah patah semangat. Cuma tinggal membiasakannya saja...
Matur Suksema atas bimbingannya penglingsir titiang makekalih. PakDek Made Sudarsana lan PakDe Darmaja Pande. Mohon Maaf untuk semua kekurangannya.
Suksema taler atas fotonya Bli Gede Landrawan
Comments
Post a Comment