Iseng tadi scroll timeline Thread lalu nemu akun @paktry_official yang bertanya soal pecahan sederhana, namun yang bersangkutan meyakini banyak orang yang salah jawab.
Lalu ada postingan serupa lainnya, yang mengkombinasi soal pecahan, dan prosentase. Unik. Dan ternyata, pemilik akun ini merupakan seorang guru matematika dengan pengalaman 10an tahun mengajar. Saya malah berharap ada modelan soal yang mencampur pecahan, desimal dan prosentase dalam penjumlahan dan pengurangan sederhana.
Mengingatkan saya pada pemaparan seorang ahli di Bimbel dekat rumah yang membanggakan TRIK atau Cara Cepat menjawab soal Test Ujian Masuk Universitas yang dapat dijawab kurang dari 10 detik. Saya pribadi secara pemikiran jangka panjang kurang sependapat dengan beliau ini.
Benar memang. Bahwa Trik atau Cara Cepat itu bisa digunakan untuk menjawab sebagian besar model soal yang diberikan saat uji masuk perguruan tinggi macam dulu di jaman kami, disebut dengan UMPTN. Bahkan modelan cara pemecahan begini, sudah kami kenal pula dari era yang sama melalui bimbel serupa atau yang kini telah tiada. Cuma sayangnya, ketika modelan soal itu diubah jalan ceritanya, atau membutuhkan paparan essay untuk menemukan jawaban, disitulah letak kelemahan mereka ini sebenarnya. Lalu memunculkan pendapat -toh ini gak bakalan tergunakan di dunia nyata saat kita bekerja nanti.
Bisa jadi iya, tapi bisa jadi itu akan membuat pola pikir serupa, dimana generasi yang sama bakalan kesulitan dalam berproses untuk berupaya menyelesaikan satu masalah, meski titik akhirnya sudah diketahui jawabannya.
Bagaimana menurut kalian ?
Comments
Post a Comment