Tadi sore itu kami sempat keliling Kota Denpasar, karena anak-anak tampaknya sudah mulai bosan di rumah sejak pagi. Memang berusaha gak kemana-mana, mengingat situasi jalanan sepertinya gak kondusif pasca info demo polda. Pas mentas di sisi utara GOR hingga RS Bhakti Rahayu, sampah masih tampak berserakan di pinggir jalan raya. Beberapa orang terlihat sedang berupaya membersihkannya, dan keberadaan pak pol sudah gak seramai pagi tadi. Tapi pas melewati area SLUA ke arah barat, sampah terlihat makin banyak. Kami bertanya-tanya ada apa gerangan.
Nyatanya semua terjawab pas iseng beli bahan banten untuk Kajeng Kliwon besok di Pasar malam Kereneng, dimana kami mendapat info bahwa massa yang tadinya melakukan demo di area polda, perlahan merapat menuju kawasan renon melalui jalan Kamboja. Ada yang berdarah-darah kata buk dagang. Pantesan jalanan banyak sampah malam ini.
Anak-anak meminta kami main lebih jauh. Jadilah kendaraan diarahkan ke area renon, karena rasa ingin tahu terkait suasana demo hari ini di gedung dprd provinsi macam apa. Tapi sayang, di pertigaan jalan menuju lapangan Renon tampak dipalang, tanda gak boleh mentas. Sementara beberapa orang berpakaian hitam berjejer di pinggir jalan. Saat lanjut melintas ke arah timur, area jalan raya puputan tampaknya sudah mulai diblokir massa. Beberapa kendaraan berbalik arah dari barat. Macet luar biasa di perempatan dekat lapangan taman bermain. Perlahan kendaraan kami belokkan ke timur lalu kembali ke pusat kota.
Info terakhir, kabarnya sudah mulai bakar-bakaran di area renon. Dan hawa gas air mata katanya sudah mulai terasa di rumah penduduk sekitar. Entah benar atau tidak.
Semoga semua teman dan keluarga diberikan keselamatan selama berada di jalan raya.
Comments
Post a Comment