Gak ada yang menyangka dengan kepergiannya Kamis dini hari lalu. Entah sudah ada firasat, istri yang terbangun di pagi hari, punya keinginan untuk mengirimkan sms pada gurunya Mirah, putri pertama kami, dan mendapati pesan masuk dari kerabat di rumah duka. Ia pun membangunkan saya untuk menyampaikannya pada Ibu. Kami langsung meluncur sejam kemudian untuk memandikan Nenek terakhir kalinya bersama keluarga kandung dan sepupu lainnya. Beliau meninggal di usia 92 tahun. Dalam kondisi yang sehat jasmani, namun sudah terjangkit pikun. Setidaknya ini berlaku saat kami menengoknya, selalu mengingatkan saya untuk segera menikah. Padahal tadinya sudah mengenalkan istri dan tiga boneka bandel padanya. Entah bisa jadi maksudnya agar saya menikah lagi barangkali. Eh becanda ya… Ni Luh Ratna. Demikian nama Beliau yang kami ketahui. Menikah dengan Ketut Nadi, Kakek kami yang sudah mendahului delapan tahun lalu, mereka dikaruniai 9 anak dimana 2 diantaranya meninggal muda. Satu diantara 3 yang peremp...