Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Ahok

Kata Mutiara Pak Ahok

Inilah Beberapa PETIKAN KATA KATA Pak Ahok yang selalu Membangunkan TIDURKU dan Juga Mungkin Tidurmu .... # Gw memang Cina. Tapi Gw dilahirkan dan dibesarkan di indonesia. APA SALAH kalo gw  ingin membangun Indonesia BERSIH dari SISTEM KORUP ?  # Ingat saja pepatah Tiongkok, 'sebelum bunyi empat paku di atas peti mati kamu, kamu tidak bisa Nilai orang lain itu baik atau buruk', nanti kamu baru tahu apa yang saya kerjakan.  # Kalaupun Gua Harus Mati Memperjuangkan Kepentingan Orang Banyak, Loe Kagak Bisa BELI CARA MATI " Gua Bosss....  # Saya bilang ke istri..APAPUN yang TERJADI, Kamu jangan Pernah MENYALAHKAN TUHAN. TUHAN Ngak Pernah Salah ..! Jika saya nanti mati karna melawan korupsi, Tulis di Pusara saya :  MATI adalah KEUNTUNGAN. Jika perlu pakai 3 bahasa...Indonesia , mandarin dan inggris, itupun kalau MAYAT SAYA KETEMU !  # jika KEPALANYA LURUS maka yang dibawahnya TIDAK BERANI untuk tidak lurus  # Bedanya kami melakukan pendidikan politik untuk ...

Menarik Diri dari Media Sosial

Entah kesambet apa, semingguan ini saya malas untuk terhubung ke Media Sosial. Kalopun masuk, paling liat timeline bentar, lalu balik lagi ke rutinitas… Lagi keranjingan Scoop . Mungkin itu salah satu alasan yang tepat. Apalagi setelah menghabiskan banyak waktu, banyak memori dan banyak kuota serta banyak batere, rasanya aktifitas ini jadi jauh mengasyikkan ketimbang sebelumnya. Meski yang namanya ambil screenshot layar tetap dilakukan jika menemukan sesuatu yang menarik. Perkembangan Politik belakangan ini ? Iya juga. Pasca kekalahan pak Ahok di Pilkada DKI dan penjatuhan Vonis Penjara 2 tahun, keknya sudah melengkapi semua kegalauan yang saya alami sejauh ini. Gak respek lagi dengan yang namanya idealisme, keBhinekaan dan rasa percaya pada pimpinan negeri. Semua jadi mengalir begitu saja tanpa ada rasa lagi. Radikalisme, saling Hujat dan Caci Maki, begitu gampangnya bersliweran di timeline. Bikin enegh dan gak mengasyikkan lagi semuanya. Begitulah dinamika politik ketika dikaitkan de...

DKI Jakarta Punya Gubernur Baru, Selamat ya...

Wiii… Selamat ya pa Anies dan pa Sandi… Akhirnya lolos lubang jarum juga ke kursi Gubernur DKI… Ini adalah kemenangan kita semua, bahkan termasuk saya yang bukan Warga DKI Jakarta, makanya ndak mencoblos pa Ahok. Hehehe… Lebih dari 51 % hasil Quick Count nya kalo ndak salah. Itu artinya ya Mayoritas Penghuni Jakarta memang sudah bosan memiliki Gubernur yang punya mulut comberan, tukang gusur, gak se-Iman dan Penista Agama… atau Bisa juga ya Mayoritas Penduduk Muslim di Jakarta memang Takut Masuk Neraka… dan ketika pa Anies yang dulu katanya dipecat pa Jokowi gegara nda becus mimpin Kementrian Pendidikan padahal tingkat serapan anggarannya terbesar, malah bisa jadi memang sengaja dilengserkan agar bisa punya kesempatan duduk di kursi Gubernur DKI. Ya siapa tahu kan ? Jadi, kedepannya Jakarta bakalan jadi Role Model lagi bagi daerah lainnya. Baik dari segi tata pengelolaan pemerintahnya, kualitas pelayanan birokrasi hingga ke persoalan toleransi umat be...

Menanti Hasil Pilkada DKI

Akhirnya datang juga… Hari yang dinanti… Pemilihan Kepala Daerah DKI Jakarta rasa PilPres… Saya sebenarnya ngeri sendiri kalo ngeliat perkembangan politik di DKI. Macam Muslim vs Non Muslim… Tapi sesungguhnya ini adalah pertempuran antara Muslim Radikal yang ingin meruntuhkan keBhinekaan dengan Muslim Moderat yang ingin mempertahankan NKRI. Dan melihat apa yang terjadi selama Pilkada DKI, saya sebagai bagian dari kaum minoritas, non muslim, terkadang merasa lucu atau geli saat melihat kekhawatiran sebagian umat Muslim yang khawatir pindah keyakinan atau masuk Neraka apabila memilih atau dipimpin oleh mereka yang Non Muslim. Aduh… Hidup ya dijalani saja. Persoalan mati, toh ada kehidupan selanjutnya… yang secara rasa, saya yakin tidak akan kita alami sebagaimana kehidupan saat ini. Tapi ya gimana ? Ini soal keyakinan… Pula ada rasa khawatir apabila kaum Radikal sampai menguasai DKI, ya siap siap saja PilPres depan bakalan bernasib serupa. Bersyuk...

Polling akun Twitter Bang @iwanfals Bikin Gerah

Sosial Media Twitter belakangan ramai pasca dimulainya Gong Pilkada DKI Jakarta yang menyajikan 3 pasangan calon Cagub dan Cawagub. Jadi makin ramai setelah aksi Bela Agama tanggal 4 November lalu yang sepertinya memiliki agenda lain dari apa yang dikoarkan banyak pihak. Namun terlepas dari semua karamaian itu, rupanya ada satu akun yang bisa jadi berawal dari keisengan belaka, sudah membuat jagat Twitter tambah gerah. Akun miliknya Bang Iwan Fals . @iwanfals terpantau per tanggal 12 November kemarin mengunggah sebuah polling khas Twitter yang menanyakan soal ‘andai pilkada dki dilaksanakan sekarang, siapa pilihanmu ?’ Wiii… ndak kurang dari 38ribuan Votes yang memberikan suara dadakan terkait opsi pilihan yang ada. (20%) agus ; (62%) ahok ; dan (18%) anies. 38,117 votes – Final results. Edan ya ? Dan bisa ditebak, banyak dari para Follower Legenda Musik Tanah Air ini mempertanyakan balik keberpihakannya setelah melihat hasil Polling. Padahal semua hasil yang terpampang tentu data...

'64 Persen PNS Kemampuannya hanya Juru Ketik ?'

Video yang diunggah oleh akun Instagram @punapibali rabu malam (26/10) kemarin, sempat menggelitik pikiran saya sedari awal menontonnya. Bagaimana tidak ? Bahwa dari 4,7 Juta, 64 persen PNS kemampuannya hanya Juru Ketik ? Emejing… Dan kalimat berikut yang tampil adalah ‘dengan kemampuan terbatas itu… mereka bingung mengerjakan apa di kantor…’ Sangat Emejing… Tapi kenapa baru nyadar sekarang ya ? Padahal kalo menurut pandangan saya pribadi, hal ini sudah berlangsung sejak lama. Dari jaman saya berstatus baru jadi PNS, semua pertanyaan itu sudah berkeliaran di kepala. ‘Serius nih, kemampuan kawan-kawan seruangan hanya segini ?’ Sementara saya masih ingat, seminggu sebelum diminta ngantor pertama kali, saya sudah menyiapkan diri untuk tidak gugup bekerja sebagai abdi negara. Jika saja Blog dan Sosial Media sudah menjadi Trend saat itu, saya yakin status atau postingan keresahan saya sebelum menghadapi hari jadi tersebut akan bisa dibaca kembali hari ini. Ya, saya kecele… Ini terjadi geg...

Pak Ahok, yang diCerca, yang diPuja

Sudah sangat jarang kita menyaksikan sosok seorang pemimpin yang mampu menyatakan kepatuhannya pada 4 (empat) pilar kebangsaan saat ini… Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika. Setidaknya demikian yang saya tuliskan di akun jejaring sosial Facebook beberapa waktu lalu. Tepatnya pasca menonton rekaman pembukaan festival Beleganjur yang diadakan di Cibubur oleh Pak ‘Ahok’ Basuki Tjahya Purnama, Wakil Gubernur DKI terpilih. Hebat… Luar Biasa… bathin saya… Di saat para pejabat terlihat begitu patuh dan manut sesuai perintah atasannya, atau bahkan bungkam saat ormas dengan seenaknya menginjak-injak bangsa ini, Beliau berani untuk mengungkapkan isi hatinya (yang disampaikan tanpa teks, dengan lancar pula), dan membuktikan, bahwa orang atau pejabat seperti inilah yang kita butuhkan saat ini. Pejabat harus paham Konstitusi. Tidak seenaknya main pindah jabatan hanya karena persoalan beda agama, apapun alasannya. Setidaknya demikian akar masalah yan...

Selamat Datang Jokowi-Ahok, Selamat Tinggal Foke-Nara

Beberapa lembaga survey telah menunjukkan hasil hitung cepat yang mereka lakukan sejak siang kemarin. Rata-rata menyiratkan nilai prosentase yang tak jauh berbeda dengan hasil survey lapangan yang telah dilakukan sebelum masa pemilihan dimulai. Hal ini sangat berbeda dengan kondisi pilkada DKI saat putaran pertama dilakukan tempo hari. Kabarnya, salah satu lembaga ini mengakui bahwa mereka memang dibayar oleh salah satu Cagub untuk menggelembungkan suara demi pengakuan publik. Meski demikian, jauh-jauh hari sebenarnya sudah banyak yang mampu menebak bahwa hasil akhir pilkada DKI akan melibas incumbent yang memang sangat buruk kinerjanya. Ditambah lagi dengan faktor emosinya yang tak tanggung-tanggung. Membuat banyak kalangan menyayangkan sekaligus mempertanyakan perubahan yang ia lakukan sesaat sebelum Pilkada. Memang sih ini salah satu jualan kalo lagi mau pilkada. Namun yang lebih patut dicermati lagi adalah soal Dukungan. Rupanya dukungan warga jauh lebih berarti ketimbang Dukungan ...

Pilih Foke atau Jokowi ?

Menonton video Debat cagub Pilkada DKI yang secara kebetulan sempat saya unduh disela kegiatan Sosialisasi perpres hari selasa lalu, seakan menyadarkan saya akan banyak hal. Pertama soal bahasa, etika dan komunikasi politik. Adalah Foke, incumbent dalam Pilkada DKI yang tampak sangat emosional dalam menanggapi semua kritikan Jokowi dan pasangan Ahok, ditambah saat presenter berusaha menyela tanggapan Beliau. Jika dibandingkan dengan apa yang diharapkan, sungguh sayang apabila kata-kata ‘This is My Show’ terlontar begitu arogannya seakan ia lupa bahwa presenter pula merupakan cerminan audiens dan penonton dirumah, yang notabene bisa jadi merupakan calon pemilihnya kelak. Demikian halnya dengan sang Cawagub, Nara tampak melontarkan Joke berbau SARA ‘Haiya Ahok’. Memang sih boleh-boleh saja mereka mengatakan ‘itu hanya sekedar bercanda’ namun hati pemilih, siapa tahu ? Berbeda dengan pasangan Jokowi Ahok yang memang tampil santai namun serius dalam menanggapi banyak hal, isyu serta pendap...