Yang abadi adalah perubahan.
Jika tidak mampu menyesuaikan diri dengan perubahan, maka bersiaplah digilas jaman.
Krematorium hadir bagi mereka yang tidak mampu atau memiliki keterbatasan dari sisi dana, tenaga dan waktu. Tanpa harus meninggalkan kewajiban yang harus diemban oleh keluarga atau kewajiban yang harus diberikan kepada yang meninggal dunia.
Jika semua dipaksakan harus menjalani satu jalan, sementara bisa jadi jalan itu belum bisa memberikan solusi bagaimana cara agar umat yang terkendala pada biaya, waktu dan tenaga dapat menjalankan kedua kewajiban itu, kelak semua akan meledak laiknya bom waktu. Tinggal menunggu saatnya akan datang saja.
Tapi dengan kondisi sekarang, orang dihadapkan pada dua pilihan. Mau tetap menjalankan adat dan budaya, karena memiliki asupan biaya, tenaga dan waktu, atau menyesuaikan biaya, tenaga dan waktu yang dimiliki tanpa meninggalkan kewajiban adat dan budaya...
Tabik, Ampura.
Comments
Post a Comment