Pesta Demokrasi, Pemilu 17 April 2019 sudah tinggal menghitung jam saja. dan sepertinya, sebagian besar generasi milenial bakalan memilih untuk Golput, Golongan Putih alias tidak memilih, atau tidak menggunakan hak suaranya. Ada banyak pemicu kali ini. Anggapan ketidakbecusan pemerintah Jokowi-JK dalam menangani beragam kasus kemanusiaan, termasuk soal teguran suara adzan yang berakhir penjara, belum dibatalkannya perpres Reklamasi Benoa, hingga dirilisnya Sexy Killers karya mas Dhandy Laksono, membuat banyak calon pemilih merasa tak lagi punya pilihan lagi, lantaran sang lawan politik pun tampak sama saja peluangnya. dan Golput nyaris serempak menjadi pilihan. Sah-sah saja sebenarnya kalau mau Golput. Karena katanya Golput adalah sebuah pilihan, dan dianggap sah pula secara peraturan. Bahkan saya pun di masa lalu sempat mengambil keputusan begini, saat merasa putus asa dengan kualitas calon pemimpin yang ada. Tapi makin kesini, kelihatannya saya makin menyadari, bahwa sebetulnya Golpu...