Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Keluarga

Rasanya Baru Kemarin...

Rasanya baru kemarin, punya tiga bocil yang ngekor ikutan nginep-nginep di villa saban kali hari libur panjang atau senggang satu dua hari, lalu ngadem di pinggiran kolam renang. Rasanya baru kemarin, janjian ke rumah kesayangan tapi minta ketemu di jalan karena belum pernah main ke arah barat, bahkan sempat kesasar harusnya perempatan Kerobokan tapi malah muter-muter di perempatan Petitenget. Sama-sama perempatan juga. Rasanya baru kemarin, jadi orang tua setelah lahiran anak pertama yang lama dinanti karena komitmen awal yang gak mau nikahan tapi MBA -Married by Accident- laiknya tradisi Hindu Bali kalo kata akun TikTok dan Thread belakangan ini. Beneran murni karena suka dan "butuh teman ngobrol yang nyambung usai pulang kerja". Ya sesepi itu hidup dulu pas era bujang. Lalu diberi tiga bocil yang beda kelakuan. Rasanya baru kemarin, Sulung punya adik yang gak sengaja dimiliki setelah lama menanti pasca keguguran di awal tahun 2012. Bayi moglong menggemaskan yang selalu ge...

Sandwich Generation dari sisi Hidup Berkeluarga Memang sePedih itu Kawan

Mendengar cerita tentang sesorang yang memutuskan pergi karena hubungan tak harmonis dengan mertua, entah kenapa membuat dada saya sesak siang ini.  Saya pernah berada di tengah-tengah situasi seperti itu. dan Ya, saya tak mampu untuk mengambil keputusan berpihak pada salah satunya.  Sebagai Anak, saya tidak mungkin menelantarkan orangtua di usia yang makin rentan, meninggalkan mereka berdua melanjutkan hidup, atau jika pun bisa, menyerahkannya pada saudara satunya lagi, agar kami semua bisa saling memahami bagaimana perasaan satu dengan lainnya.  Dan sebagai seorang suami, saya juga tak ingin menyiksa pasangan hidup yang saya pilih dengan fakta dan kenyataan yang tidak sesuai harapan. Ini memang permasalahan serupa yang dirasakan oleh semua keluarga kecil. Hidup bersama Mertua memang tak seindah cerita tetangga... Amor ing Acintya Dik. Mohon Maaf, tiang hanya bisa ikut berduka atas apa yang telah kamu rasakan tanpa pernah bisa memberi masukan karena memang kita tak perna...

Cinta, Kompromi dan Ego

Saya jarang-jarang bisa menonton filem bagus yang menceritakan betapa berartinya hidup dan keluarga, secara penuh lalu memahami maknanya. Meskipun menyadari bahwa ini hanyalah sebuah filem. Yang ceritanya bisa saja merupakan rekaan walau sudah disebutkan -based on true story-  Sebagaimana halnya dengan The Ultimate Life (2013).  Namun makin kesini pikiran mulai meyakini bahwa rasa cinta yang dulu pernah ada pada hubungan dua sejoli, perlahan akan memudar seiring berjalannya waktu usia pernikahan. Makin terpinggirkan akibat kebutuhan duniawi yang semakin tak terjangkau, atau kebutuhan keluarga yang banyak maunya. Lalu muncul kompromi-kompromi pada banyak hal. Termasuk hubungan keduanya.  Pada akhirnya semua akan kembali pada ego dan upaya untuk menurunkan ego itu sendiri. Demi sebuah hubungan yang langgeng.  Entahlah... #30HariBercerita 

Kali Pertama Nonton Bioskop

Kali ini kami kentjan siang bertiga. Main ke Plaza Renon karena dah ngebet banget pengen nonton di Bioskop. Ceritanya si Bungsu Ara yang pengen banget nonton di bioskop lantaran kakaknya si Intan, sudah menonton lebih dulu bareng teman sekolahnya. Nah, mumpung Bapal iBulnya juga belum pernah nonton di bioskop dari masa kami patjaran, maka jadilah siang bolong begini, ngadem bareng di deretan kursi D area tengah sesuai saran para pakar. Mantengin Moana 2 yang seri pertamanya saja kami belum tahu ceritanya.  Ya, saya dan istri memang belum pernah nonton barong di bioskop. Terakhir saya nonton kalo gak salah itu pas filem Lord of The Ring Trilogy. Barong sepupu. Sementara Istri katanya sih sama sekali belum pernah. Jadi ceritanya ini memang kali pertama kami nonton bioskop bareng dari sejak kenalan dan patjaran.  Selain itu, masuk ke area bioskop di Plaza Renon ini juga termasuk yang pertama kalinya. Gak heran kalo saya pribadi gak paham pintu masuk cinemanya dimana. Hampir aja m...

Tangkil lan Muspa Bersama Keluarga Kecil, Pura Besakih Karangasem

Astungkara sampun memargi antar, agenda tangkil ring Pura Penataran Agung Besakih, lan Pura Penataran Pande, rahina Wraspati 31 Maret 2022, nyarengin keluarga Pande Ketut Arka. Kami berangkat pukul 6 pagi sesuai rencana, menggunakan 2 kendaraan minibus berisikan 7 orang dewasa, 4 remaja dan 2 bocil. Agenda ini dicetuskan mumpung keluarga yang selama ini tinggal di Canada, pulang ke Bali pertengahan Maret lalu, hingga rencananya bakalan balik lagi awal bulan April mendatang. Melakukan perjalanan sekitar 1.5 jam melalui jalur bypass IB Mantra, kami akhirnya mendapatkan parkir di area jaba pura Manik Angkeran, setelah berupaya naik ke parkiran Pura Penataran Pande dan gagal. Pemuspan yang dilakukan pada Penataran Pande Besakih, Pemuput, Penataran Agung dan akhirnya berpencar ke Pedarman Arya Sukehet dan Pedarman semeton Bujangga, Astungkara berjalan lancar meskipun harus sedikit berdesakan dengan pemedek lainnya saat matahari mulai beranjak naik meninggi. Si bungsu Ara tampak kelelahan sa...

Ngumpul Lagi Bareng Keluarga Kecil

Menyempatkan diri ngumpul bareng keluarga kecil, dan makan malam bersama mumpung anggotanya tumben bisa lengkap hadir. Momen ini jadi terasa beda, lantaran makan bareng kali ini diajakin oleh keluarga yang selama ini tinggal di Kanada, dan kebetulan jelang akhir bulan Maret kemarin memutuskan untuk pulang ke Bali. Sayangnya, besok sore mereka sudah bersiap untuk balik cus lagi beraktifitas di Ottawa. Selama berada di Bali, bisa dibilang kami gak bisa maksimal ikut terlibat dalam agenda mereka, seperti halnya kepulangan tahun 2017 lalu. Disamping kesibukan baru yang harus dilalui hampir tiap hari, bekal untuk main pun harus diperketat pengeluarannya, mengingat sudah lama kami tak lagi mendapat tambahan penghasilan. Jadi merasa gak enak sebetulnya, cuma ya mau bilang apa ? ? Namun begitu, bersyukur disela kesibukan kami, masih sempat juga bisa meluangkan sedikit waktu mengobrol ngalor ngidul. Seperti misalkan dengan si bongsor Ananta yang rupanya punya habbit mirip om-nya ini. Penghobi g...

Ngumpul Lagi

Ada rasa syukur yang terucap di pagi ini sejak semalam, mengingat keluarga kecil kami bisa berkumpul kembali dalam keadaan sehat dan luar biasa. Bapak dan Ibu hanya memiliki tiga anak. Semuanya sudah menikah dan memberikannya cucu yang emejing bagi orangtuanya masing-masing. Sayangnya tahun 2013 lalu, anak ke-2 sekaligus anak perempuan satu-satunya, meninggal dunia akibat kanker lidah. Meninggalkan suami dan anak laki-laki yang kala itu masih duduk di bangku SD. Sementara dua anak laki-laki beliau, tinggal di kota atau tempat yang berbeda. Satunya sukses melanglang buana ke luar negara dan memilih berdiam di negara bagian yang infonya tergolong diminati banyak orang untuk tinggal, satunya lagi memilih diam di tanah kelahiran mengurusi kedua orangtua dan ngayah banjar. Dalam perjalanan, disapp besar yang mampu meramaikan siang dan malam hari di lingkungan rumah, namun setidaknyapqqq0qlql, sejalan sampai ajal menjemput nanti. Kepulangan anak sulung bapak dan ibu kami, memberi beberapa pe...

Akhirnya ke luar kandang jua

Lama tak mengaspal menjadikan berat badan Ibu turun sekitar 3 kg selama masa ppkm diberlakukan. Stress, ungkapnya. Mengingat masa-masa sebelum ppkm terdahulu kami secara rutin masih mengajak kedua ortu dan juga anak-anak jalan-jalan berkeliling kota lalu mampir ke gerai makan untuk bercengkrama dan bersenda gurau. Tapi kini sudah tidak lagi. Mengingat selain adanya larangan untuk beraktifitas yang tak perlu di luar rumah, pembatasan venue makan dan objek wisata pun mulai ketat diberlakukan. Tak lupa pemotongan pendapatan bagi sebagian besar pegawai di negeri ini termasuk kami di pemda Badung. Duo Bocil yang juga kerap meminta hal yang sama pun mengalami stress tingkat rendah. Mengeluh sakit ini sakit itu, tanpa bisa dijelaskan lebih lanjut. Sempat membuat ketar ketir kedua ortunya mengingat hanya mereka berdua saja yang belum diVaksin di keluarga ini. Maka demi amannya perjalanan sebuah keluarga, hari Minggu sore kemarin kami putuskan untuk mengaspal ke luar kandang. Sekedar berjalan-j...

Libur panjang malah gak kemana

Jalanan Kuta masih tampak sepi siang itu. Kami sekeluarga cukup terheran-heran dengan lengangnya lalu lintas yang satu dua, padahal biasanya gak gini juga. Pandemi Covid-19 benar-benar menjatuhkan semuanya. Libur panjang kali ini, kami gak kemana-mana. Gak meluangkan waktu untuk nginep dan stay di villla macam aktifitas terdahulu. ‘Sudah punya kamar hotel’ kata anak-anak. Semenjak rumah selesai dibangun, rasanya memang malas untuk outing ke belasan villa atau penginapan yang dulu sempat saya list dan simpan sebagai target liburan selanjutnya. Rumah ini memang berasa villa kalau dilihat dari suasananya. Adem dan begitu nikmat berada didalamnya. Kami hanya menginap di rumah Mertua Indah, yang memang sudah sejak lama mereka menginginkan kami sekeluarga kecil bisa menemani malam. Penuh canda dan kisah. Lalu melewatkan waktu di Djenar D Uma, tempat nongkrong baru kami di area pesawahan Subak Uma Desa Canggu. Sekedar melepas lelah untuk berlari lagi.

Happy BDay bulan Oktober

SELAMAT ULANG TAHUN untuk semua yang lahir pada bulan Oktober. Utamanya keluarga kecil yang saya cintai dan jaga. Alit Ayu Kusumadewi (14/10), wi Prasta (9/10), wak Tude (19/10), Ibu (23/10), adik Intan (23/10), dan Bapak (28/10). Senang rasanya melihat semua masih sehat dan bersama. Karena memang itu yang selalu diharapkan dan disampaikan pada-Nya setiap pagi. Semoga keluarga kecil ini bisa tetap utuh dan saling menjaga. Agar kelak bisa menyaksikan generasi ketiga berkeluarga serta sukses pada jalannya masing-masing.

Covid ini sungguh mengkhawatirkan

Pada masa-masa menanti kepastian seperti ini, ada 2 hal yang saya khawatirkan dan pikirkan dalam kepala. Saya yang positif Covid atau mereka, orang-orang kesayangan. ‘Malun ken durinan gen…’ (translate : duluan atau belakangan) kalo kata orang-orang tua. Bagaimana tidak. Pengalaman yang dibagikan oleh para ahli di media cetak, benar-benar bikin raga ini tak kuasa menahan beban pikiran. Mereka yang berusia lanjut dan juga memiliki penyakit bawaan adalah golongan paling rentan tertular pada kondisi seperti ini. Apalagi di saat yang sama, sebagian besar masyarakat sudah mulai abai akan anjuran pemerintah. Untuk menjaga jarak, mengenakan masker atau selalu membersihkan tangan dan badan tiap kali usai beraktifitas. Jika saja kelak saya terpapar Covid, tak bisa membayangkan betapa repotnya keluarga yang saya tinggalkan. Baik istri yang selama ini sudah bersusah payah membantu anak-anak bersekolah online, juga beban orang tua dan tentu saja anak-anak yang kehilangan figur seo...

Akhirnya Kena Jua

Pemberitaan wabah virus Corona di Indonesia, kian hari kian mengkhawatirkan. Tidak hanya saya saja, tapi juga menjangkiti istri dan beberapa kawan seruangan, yang per tadi pagi mulai ikut-ikutan panik dengan berupaya penuh mencari bahan-bahan kimia pembuatan hand sanitizer. Sementara itu share broadcast via whatsapp group pun kian beragam dan jujur saja memuakkan. Dari hoax sampai info terkini, masih jua dibagikan dengan alasan kepedulian pada sesama. Menjadikan hari-hari belakangan ini, gak mengasyikkan lagi untuk dinikmati. Bali akhirnya kena jua Kematian WNA Inggris tempo hari di RS Sanglah cukup banyak mempengaruhi pandangan kami semua pada Virus baru bernama Corona. Membuat ribut banyak pihak, sampai-sampai saat bule mabuk tuak dan ditemukan kejang diatas sepeda motor ruas jalan Imam Bonjol kemarin, petugas medis tidak mau ambil resiko, menangani yang bersangkutan dengan seragam perlindungan lengkap. Dunia maya pun heboh. Pasca kematian beberapa orang yang dinyatakan positif mengi...

Amor ing Acintya Ni Made Suardini

Tiga tahun lalu, sekitar awal tahun 2015, sang suami pergi lebih dulu pada sang pencipta. Serangan jantung yang mematikan. Kondisi yang memukul telak karena ia hanyalah seorang ibu rumah tangga dengan empat anak yang masih remaja. Kami cukup prihatin saat itu. Namun pada tanggal 26 Maret lalu, semua cerita ketangguhan akan sakit yang ia derita selama ini, berakhir sudah. Ni Made Suardini, bibi saya sebelah rumah, meninggal dunia di Rumah Sakit Sanglah. Kabar yang menyedihkan jika mengingat ada empat anak remaja yang sebenarnya masih membutuhkan kehadiran kedua orang tua. Mungkin ini yang namanya nasib buruk. Saat kami jenguk di awal Maret lalu, Bu Kadek masih terbaring lemah dan tertidur akibat sesak yang lumayan menyiksa. Ditunggui sang anak yang masih kuliah, menempati ruang intensif berisikan empat pasien, lantai dua tepat di belakang UGD. Wajahnya yang letih tak menyurutkan senyum yang selalu ada tiap kali kami menyapanya. Sosok yang ramah. Hanya 51 tahun usia yang diberikan oleh-...

Akhirnya Berpisah Lagi

Gak terasa Tiga Minggu sudah kakak liburan di Bali. Mengajak dua Putranya yang sudah segede gaban bersama sang istri, menepati janji yang pernah mereka ucapkan lima tahun lalu. Pulang sebentar setelah lelah mengumpulkan dollar. Ada banyak cerita yang dilalui selama mereka di Bali. Dari soal ujian bahasa Inggris setiap hari bagi semua orang di rumah lantaran dua ponakan tidak menguasai bahasa ibu, melali dan melali nyaris tiap hari, hingga ributnya tandem baru, Ananta bungsu dari kakak dengan Ara bungsu kami, yang terlihat cocok satu sama lain dalam kesehariannya. Saya sendiri bagai ujian praktek bicara Inggris dengan upaya grammar seadanya, modal nekat, pokoknya biar tetep nyambung, karena kasian juga kalo diem dieman sepanjang hari. Menyapa, menawarkan makan malam, atau sekedar ngocehin game yang mereka mainkan melalui ponsel iPhone 4nya. Sementara untuk Mirah dan Intan, yang sebelumnya terdengar begitu fasih berbahasa Inggris, mendadak diam tanpa berani berkata apa apa. Seperti biasa...

Mengenang Sosok Ni Luh Ratna, Nenek dari Keluarga Ibu

Gak ada yang menyangka dengan kepergiannya Kamis dini hari lalu. Entah sudah ada firasat, istri yang terbangun di pagi hari, punya keinginan untuk mengirimkan sms pada gurunya Mirah, putri pertama kami, dan mendapati pesan masuk dari kerabat di rumah duka. Ia pun membangunkan saya untuk menyampaikannya pada Ibu. Kami langsung meluncur sejam kemudian untuk memandikan Nenek terakhir kalinya bersama keluarga kandung dan sepupu lainnya. Beliau meninggal di usia 92 tahun. Dalam kondisi yang sehat jasmani, namun sudah terjangkit pikun. Setidaknya ini berlaku saat kami menengoknya, selalu mengingatkan saya untuk segera menikah. Padahal tadinya sudah mengenalkan istri dan tiga boneka bandel padanya. Entah bisa jadi maksudnya agar saya menikah lagi barangkali. Eh becanda ya… Ni Luh Ratna. Demikian nama Beliau yang kami ketahui. Menikah dengan Ketut Nadi, Kakek kami yang sudah mendahului delapan tahun lalu, mereka dikaruniai 9 anak dimana 2 diantaranya meninggal muda. Satu diantara 3 yang peremp...

Berbagi Tips Memilih Mobil Keluarga

Sebenarnya sih secara pengetahuan, saya nda worthed sampe nekad berbagi Tips Memilih Mobil Keluarga, apalagi secara topik rasanya apa yang tersaji selama ini di blog www.pandebaik.com rasanya nda jauh jauh dari persoalan ponsel dan kerjaan. Tapi berhubung kemarin itu agak tergelitik dengan share infonya mas @hariadhi tentang Toyota Calya dalam aksi Nebeng Jakarta – Bandung, ya jadi pengen juga berbagi Tips tapi dari sudut pandang saya pribadi loh ya, bukan menurutnya Pakar. He… Memilih Mobil Keluarga tuh sebenerna ya nda susah-susah amat kok. Sudah banyak pilihan merek dan jenisnya. Tinggal menentukan Budget saja. dan Kebutuhan keknya. Soal bentukan, ya sudah pasti Mobil Niaga. Itu kalo menurut saya, mobil untuk keluarga dalam arti yang sebenarnya. Bisa nampung isi keluarga kecil, ayah, ibu dan dua anak cukup, plus kakek nenek, minimalnya. Selebihnya kalopun diberi rejeki nambah satu anak lagi, keknya masih cukup. 7 seat lah. Akan beda kalo yang tujuannya cuma menampung keluarga kecil,...

Mencoba Menghibur Diri

Ya, keluarga kami tak akan pernah sama lagi. Hilang sudah kemesraan yang selama ini saya banggakan pada banyak orang. Hilang sudah keiintiman hubungan antara satu dengan lainnya yang pernah begitu erat. Semua karena ego masing-masing. Pada akhirnya ya kami yang harus mengalah. Memisahkan kedua pihak dan meladeninya secara bergantian. Payah tentu. Tapi apa mau dikata. Keduanya teramat penting untuk dijaga. Sepertinya sudah tak ada lagi kalimat kompromi yang bisa ditawarkan. Maka inilah saatnya kami mencoba menghibur diri. Agar tawa canda anak anak bisa kembali meski tak seriang dulu lagi. Paling tidak mereka tak ikut-ikutan menggalau seperti bapaknya. Agar jangan sampai mereka merasa dikorbankan. Dilupakan. Menjaga hubungan baik itu memang sulit. Apalagi ketika berada dalam situasi seperti ini.

Belajar untuk Ikhlas

Akhir akhir ini situasi kondisi keluarga emang lagi susah susahnya. Ego masing-masing saya rasa memang terlalu tinggi untuk diadu. Dikedepankan. Itu sebabnya ya kami kami yang ada di tengah tengah pertikaian menjadi serba salah mau membela siapa. Jika dituruti artinya ya keluarga kami tak akan pernah sama lagi. Semua hanya tampak indah dari luar. Namun jika dipertanyakan ya ndak bakalan ketemu titik sepakatnya. Akan tetapi orang lain tetap menilai bahwa kami memang keluarga yang bahagia. Mungkin sebentar lagi mereka akan tahu lebih jauh. Menjalani hidup berkeluarga, berupaya menyenangkan semua pihak ya memang susah. Yang jadi korban pasti yang berusaha menengahi, menjembatani. Karena bagaimanapun juga keduanya amat sangat berarti. Berperan pada kehidupan, baik sebelum maupun sesudah pernikahan itu dilakukan. Sepertinya kami memang harus belajar ikhlas. Membiarkan semuanya berjalan dan bergulir. Bisa jadi kelak akan menjadi sebuah bomb waktu. Namun mari berharap bahwa saat itu tiba, aku...

MatahariMall.com, Pilihan Toko Online Terpercaya dan Terlengkap untuk Belanja Keluarga

Ditengah kesibukan kerja maupun keluarga saat ini rasanya waktu luang itu sudah semakin terbatas adanya. Apalagi jika kemudian digunakan untuk berbelanja kebutuhan harian, yang notabene menghabiskan waktu cukup lama baik untuk mengakses lokasi, memarkirkan kendaraan dan mencari kebutuhan yang diinginkan. Belum lagi harus mengantri pembayaran di kasir, yang bilamana tujuan merupakan pusat perbelanjaan favorit, yakin banget, gak cuma waktu tapi juga tenaga bakalan banyak terkuras untuk itu semua. Maka memang gak salah jika belanja online belakangan ini seakan menjadi trend dan makin diminati. Bicara upaya pemenuhan belanja kebutuhan harian keluarga, saya yakin urutan pertama yang paling diingat dalam benak kita tentu Matahari Departemen Store. Sebuah perusahaan ritel di Indonesia yang dikembangkan oleh Lippo Group, dimana saat ini keberadaannya sudah menjangkau lebih dari 50 kota di Indonesia. Kabarnya, demi menjawab tantangan diatas tadi, Matahari sedang mencoba melebarkan saya...

Amor ing Acintya Pakman Panji

Waktu menunjukkan pukul 00.05 saat jendela kamar kami diketok dengan keras oleh Mek Luh Kerti, istri dari almarhum paman. Pikiran saya sontak teringat pada Dede Mahendra Sila. Biasanya sang ibu akan langsung meminta pertolongan saya saat malam atau dini hari ketika sesak melanda sang anak. Tapi ternyata kabar kali ini berbeda. Saya sempat terhenyak sejenak saat bangun dari tidur, sampai-sampai Istri mengingatkan kembali untuk segera membuka pintu teras. ‘Pakman Panji meninggal.’ Kata Mek Luh sambil kebingungan. Sebenarnya kami hanya tau nama panggilannya, sedangkan nama I Nyoman Pariatna mungkin hanya saudara terdekatnya saja yang tahu. Lahir 49 tahun lalu memiliki dua putra dan dua putri dari satu istri serta telah memiliki satu cucu yang cantik dan nakal. Tanpa ada keluhan berat sebelumnya, akhirnya ia menyerah pada usia hari Minggu Malam lalu. Sesaat setelah kabar itu disampaikan, saya segera membangunkan Ibu, istri yang tadinya sempat memejamkan mata kembali, dan Bapak sambil mengi...