Skip to main content

Posts

Showing posts with the label pilkada

Bali Menyala Wiii

Bali ternyata Masih Merah... Lalu gimana ceritanya pas Pilpres kemarin Biru di Bali malah melenggang tenang ?  Karena sosok PakDe Jokowi waktu itu masih melekat ?  Pilkada Bali kali ini tampaknya "buwung ngebadingang gumi" atau -batal membalikkan posisi- dimana selama ini Bali dikenal dengan 'Merah'nya, dan baru terjungkal saat Pilpres edisi terakhir kemarin.  Meski masih ada beberapa hal yang membuat saya penasaran, seperti berapa jumlah surat suara yang tidak tergunakan ? Yang bisa menandakan ketidakpercayaan publik akan paslon yang bertanding pada 'pesta demokrasi' kali ini, Atau berapa prosentase surat suara yang tampaknya memang disengaja menjadi tidak sah ? Lantaran ada dugaan gerakan kesepakatan di luar sana untuk merusak kertas suara dengan corat-coret atau mencoblos semua paslon.  Tapi apapun itu, saya pribadi mengucapkan Selamat kepada Warga Provinsi Bali, Warga Kota Denpasar tempat lahir dan besarnya saya, serta Warga Kabupaten Badung tempat saya me...

Pilkada lagi, Berantem Media Sosial lagi

Belum juga masa kampanye, suasana media sosial sudah mulai gerah dirasakan. Setidaknya itu yang terjadi dalam enam bulan terakhir. Salah satu pertimbangan yang diambil saat keputusan untuk membuka kembali akun FaceBook beberapa waktu lalu adalah meminimalisir akun-akun dengan berbagai kepentingan politik, utamanya mereka yang dulu berseberangan visi memilih berada di pihak om Wowo dan secara rutin dan rajin menyebar hoax terkait pak Jokowi. Itu sebabnya begitu FaceBook memberikan opsi UnFollow pada akun teman yang dimiliki, saya pun melakukan filterisasi secara rutin setiap harinya, agar jangan sama melakukan UnFriend sebagaimana yang pernah dilakukan sebelumnya. Kasian pertemanan di real world kalo sampe terganggu hanya gara-gara pilkada. Sebentar lagi, ya sebentar lagi kok. Ndak lama. Kita bakalan punya Gubernur baru, yang hadir dengan sekian banyak kelebihan dan kekurangannya. Aura perseteruan pun sudah makin jelas terlihat di antara dua kubu meski salah satunya baru saja mendeklara...

DKI Jakarta Punya Gubernur Baru, Selamat ya...

Wiii… Selamat ya pa Anies dan pa Sandi… Akhirnya lolos lubang jarum juga ke kursi Gubernur DKI… Ini adalah kemenangan kita semua, bahkan termasuk saya yang bukan Warga DKI Jakarta, makanya ndak mencoblos pa Ahok. Hehehe… Lebih dari 51 % hasil Quick Count nya kalo ndak salah. Itu artinya ya Mayoritas Penghuni Jakarta memang sudah bosan memiliki Gubernur yang punya mulut comberan, tukang gusur, gak se-Iman dan Penista Agama… atau Bisa juga ya Mayoritas Penduduk Muslim di Jakarta memang Takut Masuk Neraka… dan ketika pa Anies yang dulu katanya dipecat pa Jokowi gegara nda becus mimpin Kementrian Pendidikan padahal tingkat serapan anggarannya terbesar, malah bisa jadi memang sengaja dilengserkan agar bisa punya kesempatan duduk di kursi Gubernur DKI. Ya siapa tahu kan ? Jadi, kedepannya Jakarta bakalan jadi Role Model lagi bagi daerah lainnya. Baik dari segi tata pengelolaan pemerintahnya, kualitas pelayanan birokrasi hingga ke persoalan toleransi umat be...

Menanti Hasil Pilkada DKI

Akhirnya datang juga… Hari yang dinanti… Pemilihan Kepala Daerah DKI Jakarta rasa PilPres… Saya sebenarnya ngeri sendiri kalo ngeliat perkembangan politik di DKI. Macam Muslim vs Non Muslim… Tapi sesungguhnya ini adalah pertempuran antara Muslim Radikal yang ingin meruntuhkan keBhinekaan dengan Muslim Moderat yang ingin mempertahankan NKRI. Dan melihat apa yang terjadi selama Pilkada DKI, saya sebagai bagian dari kaum minoritas, non muslim, terkadang merasa lucu atau geli saat melihat kekhawatiran sebagian umat Muslim yang khawatir pindah keyakinan atau masuk Neraka apabila memilih atau dipimpin oleh mereka yang Non Muslim. Aduh… Hidup ya dijalani saja. Persoalan mati, toh ada kehidupan selanjutnya… yang secara rasa, saya yakin tidak akan kita alami sebagaimana kehidupan saat ini. Tapi ya gimana ? Ini soal keyakinan… Pula ada rasa khawatir apabila kaum Radikal sampai menguasai DKI, ya siap siap saja PilPres depan bakalan bernasib serupa. Bersyuk...

Perang Sudah Dimulai

Satu persatu akun pertemanan di sosial media kembali menampakkan wajah aslinya. Jika selama ini selalu terbuai oleh sejumlah pencitraan palsu yang ingin dibangun dengan tujuan menambah follower atau pengikut, kini kian jelas terlihat mereka ada di posisi mana. Entah dengan klaim terpanggil karena hati nurani, bisa juga ya sekedar mencari makan di tengah sulitnya persaingan yang ada. Timeline mulai dipenuhi ajakan dan paparan ayat ayat suci yang sesungguhnya tak relevan bila dikaitkan dengan ajang pilkada. Apalagi Indonesia adalah negara demokrasi. Ya, topik ini lagi membicarakan Pilkada DKI Jakarta yang oleh sebagian orang disebut sebagai Pilpres edisi 2. Kehebohannya, black campaign nya, fitnah yang mengesampingkan akal sehat, permainan tafsir kitab suci dan ribut antar kawan lama, ah itu sudah biasa. Tidak ada kawan ataupun lawan abadi dalam politik. Yang ada hanyalah Kepentingan. dan semua dibalut dalam bahasa ‘demi kepentingan rakyat’. Partai yang dahulunya bergabung di ...

Selamat Datang Jokowi-Ahok, Selamat Tinggal Foke-Nara

Beberapa lembaga survey telah menunjukkan hasil hitung cepat yang mereka lakukan sejak siang kemarin. Rata-rata menyiratkan nilai prosentase yang tak jauh berbeda dengan hasil survey lapangan yang telah dilakukan sebelum masa pemilihan dimulai. Hal ini sangat berbeda dengan kondisi pilkada DKI saat putaran pertama dilakukan tempo hari. Kabarnya, salah satu lembaga ini mengakui bahwa mereka memang dibayar oleh salah satu Cagub untuk menggelembungkan suara demi pengakuan publik. Meski demikian, jauh-jauh hari sebenarnya sudah banyak yang mampu menebak bahwa hasil akhir pilkada DKI akan melibas incumbent yang memang sangat buruk kinerjanya. Ditambah lagi dengan faktor emosinya yang tak tanggung-tanggung. Membuat banyak kalangan menyayangkan sekaligus mempertanyakan perubahan yang ia lakukan sesaat sebelum Pilkada. Memang sih ini salah satu jualan kalo lagi mau pilkada. Namun yang lebih patut dicermati lagi adalah soal Dukungan. Rupanya dukungan warga jauh lebih berarti ketimbang Dukungan ...

Pilih Foke atau Jokowi ?

Menonton video Debat cagub Pilkada DKI yang secara kebetulan sempat saya unduh disela kegiatan Sosialisasi perpres hari selasa lalu, seakan menyadarkan saya akan banyak hal. Pertama soal bahasa, etika dan komunikasi politik. Adalah Foke, incumbent dalam Pilkada DKI yang tampak sangat emosional dalam menanggapi semua kritikan Jokowi dan pasangan Ahok, ditambah saat presenter berusaha menyela tanggapan Beliau. Jika dibandingkan dengan apa yang diharapkan, sungguh sayang apabila kata-kata ‘This is My Show’ terlontar begitu arogannya seakan ia lupa bahwa presenter pula merupakan cerminan audiens dan penonton dirumah, yang notabene bisa jadi merupakan calon pemilihnya kelak. Demikian halnya dengan sang Cawagub, Nara tampak melontarkan Joke berbau SARA ‘Haiya Ahok’. Memang sih boleh-boleh saja mereka mengatakan ‘itu hanya sekedar bercanda’ namun hati pemilih, siapa tahu ? Berbeda dengan pasangan Jokowi Ahok yang memang tampil santai namun serius dalam menanggapi banyak hal, isyu serta pendap...

Ah, rupanya kita blom Dewasa dalam berPolitik

Hmm.. dari hasil hitung cepat (quick count) suara pilgub 9 Juli kmaren, nyatanya pasangan Pasti-Yoga menang telak dengan perolehan suara lebih dari limapuluh persen, jauh dibandingkan CBS dan pasangan Win-AP Yes. J Yang jelas untuk kedepannya, Bali akan memiliki satu sosok pemimpin yang telah dikenal lebih dulu lewat Tragedi Bom Bali I dimana sang penge-bom blom jua dihukum mati sesuai vonis. Kabarnya sih keder mati hingga mengajukan Peninjauan Kembali tahap sepuluh. J Hanya saja, kemenangan pasangan yang diusung oleh parpol terbesar di pulau ini tidak diikuti dengan kedewasaan berpolitik baik dari para pendukungnya maupun partisipan dari calon lainnya. Terlihat dari kisruh terdekat, misalkan saja Wangaya Kelod (secara kebetulan orang-orang yang terlibat masih merupakan saudara dari penulis Blog). Tidak terimanya warga akan tak terdaftarnya nama mereka sebagai pemilih dijadikan alasan untuk memindahkan TPS hingga mengakibatkan baku hantam dengan seorang korlap tim parpol lain, yang sam...

Mau nyoblos siapa neh ?

Bentar lagi propinsi ini bakalan memiliki pemimpin baru, salah satu dari tiga kandidat Cagub-Cawagub yang rata-rata mempunyai daya bersaing tak sehat, saling menjatuhkan lawannya demi mampu dipercaya dan melenggang ke panggung tanpa halangan berarti. Namanya juga dunia politik. Gak ada lawan, gak ada kawan. Politik Tai Kucing ! Sempat pula menyaksikan debat para Cagub-Cawagub ini via teve swasta, yang memaparkan visi misi ‘ bebas-gratisannya’ dalam waktu singkat trus menjawab satu persatu pertanyaan yang dilontarkan baik oleh penguji maupun publik. Eniwe, bagiku it’s all bullshit. Rata-rata para calon gak mampu memberikan pemaparan yang mendetail dan keoptimisan bakalan mampu mewujudkannya, bukan semata janji dan kontrak politik yang bakalan direvisi apabila janji-janji manis tadi tak terpenuhi. Tak mungkinlah bangsa ini bisa mewujudkan bebas korupsi dalam hitungan satu kali masa jabatan, dimana sudah mengakar hingga ketingkat jabatan terendah sekalipun atau pend...