Skip to main content

Posts

Showing posts from July, 2026

Rasanya Baru Kemarin...

Rasanya baru kemarin, punya tiga bocil yang ngekor ikutan nginep-nginep di villa saban kali hari libur panjang atau senggang satu dua hari, lalu ngadem di pinggiran kolam renang. Rasanya baru kemarin, janjian ke rumah kesayangan tapi minta ketemu di jalan karena belum pernah main ke arah barat, bahkan sempat kesasar harusnya perempatan Kerobokan tapi malah muter-muter di perempatan Petitenget. Sama-sama perempatan juga. Rasanya baru kemarin, jadi orang tua setelah lahiran anak pertama yang lama dinanti karena komitmen awal yang gak mau nikahan tapi MBA -Married by Accident- laiknya tradisi Hindu Bali kalo kata akun TikTok dan Thread belakangan ini. Beneran murni karena suka dan "butuh teman ngobrol yang nyambung usai pulang kerja". Ya sesepi itu hidup dulu pas era bujang. Lalu diberi tiga bocil yang beda kelakuan. Rasanya baru kemarin, Sulung punya adik yang gak sengaja dimiliki setelah lama menanti pasca keguguran di awal tahun 2012. Bayi moglong menggemaskan yang selalu ge...

Baik-baik ya Bojek...

Benar apa kata semuanya...  Perasaan seorang Bapak pada Anak gadisnya memang gak bisa dibohongi. Gak bisa ditahan dengan perasaan. Gak bisa diredam dengan ego... Maka itu ternyata Gak Guna juga terlihat kalem dan tetap cool beberapa hari belakangan ini seakan Gak terjadi Apa-apa.  Masih ada kekhawatiran. Tapi memang harus bisa ikhlas dan berusaha melepaskannya perlahan. Karena gak mungkin juga cutloss gitu aja.  Gak paham kenapa perasaan bisa campur aduk begini sedari pagi. Bisa jadi karena sore ini akhirnya kami benar-benar harus melepas si Sulung merantau jauh di Semarang. Dengan semua resiko dan tantangan yang harus ia hadapi sendirian sekarang.  Semoga ia bisa tabah. Harus yakin ia akan mampu menjalaninya.  Bakalan jarang banget bisa fotoan lengkap berlima lagi. Semangat ya Bojek...  -dari tiga anak gadis Bapal, cuma kamu yang sudah kelihatan mengambil tinggi badan bapal gak kira-kira. Sementara dua adik masih masa pertumbuhan mereka. Tapi meski begitu,...

Sepi...

Entah kenapa rumah jadi terasa sepi saat kami datang dari bandara sore tadi. Dan juga terasa berbeda karena yang biasanya terdengar gedebag gedebug dari lantai atas, anak-anak naik turun tangga, meski tak menyapa, kini tak lagi ada. Terhitung hari ini Mirah putri sulung kami sudah mulai tinggal menetap di Semarang untuk sementara waktu, menjalani masa persiapan perkuliahan jelang ospek awal bulan Agustus mendatang. Diantar Ibu, adik Intan dan We Wah Canggunya.  Saya sendiri memilih tinggal karena masih ada bungsu yang juga harus dijaga.  Ya, saya akui jadi menangis juga meski agak tertahan tadi. Berusaha tidak hanyut dalam perasaan saat memeluk Mirah sesaat sebelum mereka masuk pintu keberangkatan bandara. Padahal sekian hari terakhir, berusaha untuk tidak memikirkannya. Yang namanya rasa saat harus berpisah, tetap ada walau bagaimanapun juga.  Punya anak kuliah. Lengkap dengan semua perjuangannya.  Dan kami masih punya dua yang cilik...

6 KM/Jam...

Cuma itu kemampuan maksimal yang bisa saya lakoni selama sembilan tahun terakhir dan nyaris setiap hari. Ya, setiap hari. Mengingat standar minimal berjalan kaki setiap hari itu kabarnya adalah 6000 langkah. Jadi demi kepuasan bathin, setiap hari berusaha memenuhi standar tersebut dengan berjalan kaki menggunakan kecepatan itu. Meski terkadang kalau bosan ya tetap diupayakan dengan melalkukan cara lainnya. Bersepeda statis atau treadmill.  Dengan kecepatan 6 km/jam itu, praktis pace yang saya capai rerata berada di pace 10 menit per km. Tentu jadi memudahkan jarak kalau ini konsisten dilakukan sejak awal start. Kurang lebih 1 KM per 10 menitan.  Ini bisa dicapai karena saat melakukan aksi jalan cepat ini, langkah yang pacu biasanya mengikuti irama lagu yang saya dengarkan melalui tws atau earphone menggunakan beberapa track lama miliknya Peterpan macam Ada Apa Denganmu, Mungkin Nanti, Langit Tak Mendengar, Tak Bisakah atau Di Balik Awan. Sementara dari luar ada If You Go-nya J...

Dua Puluh Tahun menulisi Blog

"Hanya Blogger yang suka dengan kesunyian saja masih kuat menulis. Malas omong dan bahagia bila sudah menuliskannya. Ya, salah satu kebahagiaan hidup adalah dengan menulis di blog." Kadang masih suka senyum sendiri kalau pas lagi senggang, lalu iseng browsing tentang satu dua hal yang ingin diketahui namun malah nyasar ke satu dua blog teman yang hingga kini rupanya masih eksis, meski update tulisannya sudah tergolong jarang. Seperti kalimat yang ada dalam postingan senior mas Hendra W Saputro , CEO Bali Orange Communication yang kerap menyamar jadi pesepeda gunung, seakan mengamini apa yang saya rasakan saat ini. Dua Puluh Tahun menulisi Blog.  Semua berawal dari pelatihan IT yang digagas oleh PemKot Denpasar pada pertengahan Mei tahun 2006 silam. Saya berencana ikut pada sesi editing Video yang tampaknya cukup mengasyikkan untuk dicoba. Namun karena isian peminatnya full, saya dialihkan ke sesi lainnya yaitu editing foto yang berbarengan dengan sesi pembuatan Blog. Kalau ti...

Kenalan dengan Asus Expertbook, Laptop Bisnis dengan beragam Kelas

Hari Jumat sore kemarin saya sempat main ke Majujaya Komputer , salah satu Toko Laptop Denpasar yang berlokasi di sebelah Hotel Puri Saron jalan Gatot Subroto Barat Denpasar. Misinya sih pengen nyari laptop buat anak kuliahan saya yang akhir Juli mendatang mulai menetap di Semarang. Bagi yang pengen hunting laptop baru maupun second, mungkin bisa ikutan mampir juga ke lokasi ini.  Namun yang menarik bagi saya di kunjungan kemarin itu adalah kehadiran laptop Expertbook , salah satu varian brand Asus yang dikenal ultra ringan dari segi penggunaan bahan dan bobotnya, kualitasnya standar militer, tingkat keamanan yang canggih, dan daya tahan batere yang mumpuni. Jadi menarik karena ternyata seri Expertbook ini hadir dalam beberapa kelas. Dari seri Essential, laptop bisnis kelas entry level yang diperuntukkan bagi pemula, pelajar ataupun umkm, tanpa meninggalkan ketahanan military grade dan performa yang stabil. Di level ini sempat amaze lihat harganya ada yang under 10 juta, sesuai bu...

AI Makin Pintar, Tulisan Manusia Makin Susah Dipercaya

Tempo hari sempat viral di akun Thread soal postingan para selebgram, akun centang biru ataupun motivator sosmed, yang terpantau menggunakan jasa prompt AI lantaran menggunakan beberapa frasa seragam. Seperti -disitu saya terdiam- atau -lalu tertawa kecil- 😅 bahkan dijadikan template joke tambahan pas membuat reply atau bahkan post baru sarkas.  Dua puluh tahun saya menulisi blog www.pandebaik.com rasa-rasanya sih gak pernah sampe memanfaatkan AI ataupun aplikasi semacam ChatGPT untuk membuat tulisan dengan tema original bahkan tema pesanan orang, yang mana draft tulisannya belum disiapkan. Berbeda dengan post tertentu berbau ads, hasil ketikan orang yang memang meminta backlink ke laman lain dengan perjanjian pembayaran. Meski dengan menggunakan beberapa jasa pemeriksa AI secara online, 70an % pemikiran pribadi yang saya tuliskan tersebut disimpulkan sebagai hasil AI. Tapi... pas saya masukkan beberapa kalimat dari laman buku tahun dodol, hasilnya sama juga. 😅 Emejing sekali. Me...

Hunting Laptop Anak Kuliahan, eh ada Maju Jaya dengan Harga Ramah di Kantongl

Salah satu kebutuhan utama Sulung agar bisa menunjang proses pembelajarannya selama kuliah nanti di Semarang adalah laptop. Ini jadi hal penting yang dibebankan pada saya sebelum keberangkatannya di akhir Juli mendatang, persiapan ospek dan lainnya. Cuma karena dia merasa awam dengan spek kebutuhan, akhirnya mensyaratkan 2 hal saja. Layar lipat agar mudah digunakan untuk presentasi dan layar sentuh. Pilihan yang sederhana tapi mahal rasanya.  Dari upaya hunting beberapa laptop di facebook marketplace lokalan, saya menemukan satu Toko Laptop di Denpasar yang sudah cukup lama dikenal. Kalau gak salah dari era ngumpulnya para Toko Komputer di gedung Rimo jalan Diponegoro, Maju Jaya Komputer . Kebetulan pemiliknya masih kawan lama saya juga. Dan setelah diskusi panjang melalui pesan aplikasi whatsapp, saya memutuskan untuk berkunjung ke lokasi toko di jalan Gatot Subroto Barat sebelah Hotel Puri Saron jumat sore kemarin. Gak nyangka kalau toko Maju Jaya ini memiliki beragam brand dan...

Semarang, Seperti Apa sih ?

Semarang itu sebelas dua belas dengan Kota Denpasar saya rasa. Dari bentuk bangunannya, ketinggian rerata, lingkungan maupun suasananya juga mirip. Yang membedakan, di Semarang itu masih ada beberapa bangunan tinggi yang megah berdiri di tengah keramaian kota, belum melihat adanya sanggah atau pura yang bisa jadi belum ada kami lewati sejak hati pertama tiba, dan jarang banget bisa nemu kendaraan model baru digunakan masyarakat macam Yamaha Filano ataupun Fazzio 😅 pun kendaraan grab premium BYD macam di Bali.  Uniknya, model bangunan sebagian besar masih mempertahankan bentuk lama warisan Hindia Belanda, lengkap dengan pintu, jendela atau bukaan yang besar untuk dapat meneduhkan penghuninya di saat cuaca panas.  Satu lagi, lalu lintasnya juga cukup ngangenin karena mirip kondisi Kota Denpasar era tahun 2000an. Belum terlampau macet dan padat. Mungkin karena tempat wisata di Kota Semarang ini juga agak minim. Seharian kemarin, kami mengupayakan tempat kost yang sesuai harapan ...

SeMellow itu Saya ternyata

Jujur... Krmarin itu saya sempat nangis sendirian didalam mobil pasca nganterin anak tengah sekolah pukul setengah enam pagi. Karena harapan kami, dia bisa ikut serta main bareng ke Kota Semarang untuk mencarikan kost buat kakaknya yang lulus ujian masuk Universitas Doponegoro Semarang tanggal 7 Juli lalu. Namun sayang, karena memilih persiapan tampilnya dia bareng tim Paskibra Dasa di agenda MPLS SMPN 10 Denpasar hari Selasa besok, dengan berat hati kami meninggalkannya bersama Neneknya di rumah.  Se-mellow itu ternyata perasaan saya ketika kami harus berpisah dengan salah satu anak, padahal rencananya gak sampe 3 hari di Kota Semarang. Cuma 2x24 jam malahan. Tapi memang ini kali pertama jalan bareng saya bersama keluarga kecil yang sejak dulu diimpikan.  Kapan ya kalian bisa naik pesawat bareng bapal ibul ?  Ternyata di usia sekolah.  Sementara saya kalau gak salah di usia 27 atau 29 😅 saat melawat pertama kali juga ke Jakarta. Dih.. katrok banget saya nok. ...

Semarang... Bakalan Bikin Mewek

Ini kali pertama kami ke luar kota (nyaris) sekeluarga. Kenapa bisa (nyaris) ? Karena satu dari tiga putri kami memilih tidak ikut serta lantaran harus menyiapkan diri tampil di parade extra kurikuler Paskibra/Baris Berbaris yang akan dilakukan pada hari Selasa mendatang, sebagai bagian dari agenda MPLS di SMPN 10 Denpasar, yang sekaligus juga jadi panitia pengenalan lingkungan sekolah sebagai salah satu anggota Osis juga.  Maka jadilah kami berempat dalam satu keluarga kecil yang dimiliki, didampingi kakak ipar, melangkah optimis menuju Gate 6 Bandara Ngurah Rai, jumat sore tadi. Rencananya hari ini mau melawat ke kota Semarang. Daerah yang beneran baru untuk dituju, sepanjang hidup kami semua sejauh ini. Ya, saya pribadi pun istri apalagi anak-anak, rasanya memang belum pernah menginjakkan kaki di Kota Semarang. Semoga semua baik-baik saja. Ah ya, Ngapain ke Semarang ? Sulung kami tahun ini sudah lulus bangku putih abu. Padahal rasanya baru kemarin dia nangis-nangis gak mau pisah...

Wisata ke Toko Buku

Salah satu tempat wisata terbaik bagi remaja dan juga orang dewasa, sepertinya toko buku 😅 tapi gak akan berlaku bagi mereka yang gak suka baca.  Saya pribadi masih suka melakukan aktifitas satu ini. Meski gak melulu membaca laman cetakan dari kertas, tapi tetap suka membaca dari media apa saja. Termasuk ponsel.  Sementara itu anak-anak kami ada yang menurun plek dengan hobi saya itu, meski ada yang juga yang nurunnya dari sisi kreatifitas yang lain. Ngegambar misalkan. Lebih memilih berburu cat warna ketimbang buku. Dan semua terakomodir di satu tempat ini. Kota Denpasar sendiri tampaknya gak banyak menghadirkan toko buku yang masih bertahan hingga kini. Bahkan sekelas Toga Mas yang dulu pernah jadi surganya penggemar buku akhirnya mengalah dan tutup gerai. Yang ada kalau gak salah cuma Gramedia ini saja.  Meski saya suka membaca, seingat saya rasanya memang jarang membeli buku untuk diri sendiri di Gramedia. Paling sering itu di lapak pedagang majalah saat mereka masih...

Ah Sudahlah...

Kadang saya mempertanyakan tentang nasib yang didapat, seakan-akan semua hal gak ada artinya, tetap diam di tempat bahkan bisa jadi kemunduran atau kegagalan selalu menghantui setiap kali promosi jabatan itu didengungkan. Namun tampaknya saya lupa bahwa apa yang sudah didapat hingga hari ini, sebetulnya sifah merupakan satu kemajuan yang mungkin dahulu tak pernah terbayangkan. Keluarga kecil yang menyenangkan, istri yang pengertian meski kadang memiliki pemikiran berseberangan, anak-anak yang manis meski sedikit membangkang, pun soal penghidupan yang lumayan baik jika saya mau melihat ke bawah. Melihat mereka yang terpinggirkan, bergelut dalam hutang yang bahkan bingung mau mencari penghasilan dari mana. Lalu pendidikan anak dan prestasi mereka yang membanggakan. Sudah jauh lebih baik dari apa yang pernah saya bahkan kami dapatkan dulu. Meski dengan berbagai tantangan yang harus benar-benar dihadapi. Belum lagi soal jabatan lima tahun Kelihan Adat, yang tampaknya bakalan berakhir de...

Akhirnya... Punya Anak Kuliahan juga

Akhirnya... Punya Anak Kuliahan juga. Ada rasa haru pas melihat bagaimana perjuangan dia yang nyatanya memang lebih berat dari kami berdua alami dahulu. Ada rasa nelangsa pas tahu dia mengalami banyak kegagalan di tengah jalan, tapi kami yakin, kelak bakalan membentuk mentalnya pas berhadapan dengan kenyataan dalam kesendirian di luar sana.  Ada rasa sedih pas tahu kalau keinginannya memang kekeh harus kuliah di luar. Jauh dari anak gadis kok rasanya gak relaaa... Tapi ya tetap harus dijalani, karena semua itu adalah demi masa depannya kelak. Kami mah tinggal mendukung dengan bekal atau semangat. Apapun yang nanti akan datang padanya, kami selalu berharap kebaikan dariNya selalu mendampingi semua langkah dan keputusan.  Dan ya, benar kata kawan saya masa sekolah dulu... Harusnya kami sebagai orangtua malah bangga, karena anak-anak sudah memiliki kemampuan lebih untuk mengenyam pendidikan yang tentunya lebih baik dari orangtuanya. Dari sisi tempat belajar maupun pengalamannya k...