Skip to main content

Pijat Refleksi solusi sementara sampai...

Pijat, rasa-rasanya sedari awal kenal yang saya sukai hanyalah pijat atau terapi listriknya pak Triyono yang kini tinggal di belakang kantor Fajar itu. Dilakoni sejak tahun 2005 lalu, pijat listrik ini banyak membantu aktifitas utamanya saat jadwal padat atau usai menyelesaikan misi tertentu. Sayang Beliau kini sedang berada dalam kondisi yang tak sehat sehingga memaksa saya untuk berpaling pada jenis pijat yang lain.

Pijat Refleksi. Menyasar pada kaki, setahu saya sih, pertama kali mencoba saat menunggui service kendaraan roda empat di Agung AutoMall jalan Cokroaminoto dan berlanjut pada service berikutnya. Jadi makin suka saat mendapatkan banyak waktu luang saat mengantarkan anak-anak tamasya setaun lalu, atau saat menunggu pesawat pulang di ruang tunggu bandara Manado. Bukan karena manfaat yang dirasakan tapi lebih pada membunuh waktu kosongnya.

Makin kesini, jadi makin tahu kalo pijat refleksi ini gak hanya menyasar telapak kaki dan jari yang sakitnya minta ampun itu. Tapi juga badan, dan sesekali kalo si terapis mau, memijat kening dan batok kepala. Lumayan untuk mengendorkan syaraf yang tegang.

Tapi memang pijat listrik Pak Triyono itu yang paling ampuh. Rasanya sih ya. Karena usai dipijat, badan akan merasa rileks, tidur bisa nyenyak dan makanpun jauh lebih enak.
Ah, kapan ya Pak Triyono itu bisa mijetin lagi ?

Comments

Popular posts from this blog

Jodoh di Urutan ke-3 Tanda Pesawat IG

Kata Orangtua Jaman Now, Jodoh kita itu adanya di urutan ke-3 tanda pesawat akun IG.  Masalahnya adalah, yang berada di urutan ke-3 itu bapak-bapak ganteng brewokan berambut gondrong.  Lalu saya harus gimana ?  #jodohurutanketigadipesawat  Mestinya kan di urutan SATU ?

Mewujudkan Agenda Cuti Bersama Lebaran

Tampaknya di Hari terakhir Cuti Bersama Lebaran, sebagian besar rencana yang ingin dilakukan sejak awal liburan sudah bisa terwujud, meski masih ada beberapa agenda lainnya yang belum bisa dijalani.  Satu hal yang patut disyukuri, setidaknya waktu luang jadi bisa dimanfaatkan dengan baik untuk menyelesaikan beberapa pekerjaan tertunda beberapa waktu lalu.  1. Migrasi Blog Aksi pulang kampung ke laman BlogSpot tampaknya sudah bisa dilakukan meski dengan banyak catatan minus didalamnya. Namun setidaknya, harapan untuk tidak lagi merepotkan banyak orang, kedepannya bisa dicapai. Sekarang tinggal diUpdate dengan postingan tulisan tentang banyak hal saja.  2. Upload Data Simpeg Melakukan pengiriman berkas pegawai ke sistem online milik BKD rasanya sudah berulang kali dilakukan sejauh ini. Termasuk Simpeg Badung kali ini, yang infonya dilakukan pengulangan pengiriman berkas dengan menyamakan nomenklatur penamaan file. Gak repot sih sebenarnya. Tapi lumayan banyak yang harus dilengkapi lagi. 

Warna Cerah untuk Hidup yang Lebih Indah

Seingat saya dari era remaja kenal baju kaos sampai nganten, isi lemari sekitar 90an persen dipenuhi warna hitam. Apalagi pas jadi Anak Teknik, baju selem sudah jadi keharusan.  Tapi begitu beranjak dewasa -katanya sih masa pra lansia, sudah mulai membuka diri pada warna-warna cerah pada baju atasan, baik model kaos oblong, model berkerah atau kemeja.  Warna paling parah yang dimiliki sejauh ini, antara Peach -mirip pink tapi ada campuran oranye, atau kuning. Warna yang dulu gak bakalan pernah masuk ke lemari baju. Sementara warna merah, lebih banyak digunakan saat mengenal ke-Pandean, nyaruang antara warna parpol atau merahnya Kabupaten Badung.  Selain itu masih ada warna hijau tosca yang belakangan lagi ngetrend, merah marun atau biru navy. Semua warna dicobain, mengingat hidup rasanya terlalu sederhana untuk dipakein baju hitaaaaam melulu.  Harapannya bisa memberikan warna pada hidup yang jauh lebih cerah, secerah senyum istri pas lagi selfie.