Sekitar pukul 15.20 WIB pesawat yang tumpangi, Batik Air mendarat di bandar udara Halim Perdanakusuma, dengan laju ajrut-ajrutan sehingga sempat membuat saya agak shock cukup lama sebelum memutuskan turun dan berjalan kaki di landasan. Tumben mual dan bisa jadi juga karena makin deg-degan mengingat lokasi tujuan sudah dekat di depan mata. Sekitar setengah jam dari bandara melewati jalan tol.
Rupanya, saya akan tinggal di asrama milik Balai Teknik Air Minum, yang letaknya di sayap sisi kiri lobby utama. Dan infonya, di setiap balai memang ada semacam mess pelatihan atau asrama seperti ini.Terdapat empat tempat tidur di kamar yang saya huni hingga hari Jumat mendatang. Tapi diisi oleh tiga orang infonya. Ada Bapak Muhammad Thalib yang usianya sepantaran alm kakak saya, dari BPBPK Sulawesi Barat dan ada Bapak Yopi Herlian yang masuk Generasi Milenial dari BPBPK Bengkulu.
Dari pembicaraan singkat tadi, rupanya saya baru mengerti kalau ternyata orang-orang BPBPK ini merupakan orang yang sudah khatam merantau, karena memang penugasannya di luar tanah asal semua. Pindah kesana kemari. Apa kabarnya saya yang menetap di satu gedung dan hanya berpindah lantai ? 😅
Dan pas bongkar koper, saya baru menyadari kalau ada beberapa item barang yang kurang bawa. Diantaranya buku tulis dan polpen, mungkin untuk "menyesuaikan" lingkungan yang ada besok mengingat di tempat kerja sendiri, saya tergolong jarang membawa catatan notebook, semua diketik manual pada aplikasi Samsung Note, yang kemudian dialihkan ke file dokumen di laptop. Pun termasuk baju kaos untuk opsi olahraga pagi, agar selama berada di Bekasi ini, tetap bisa bergerak sebagaimana di rumah.
Yah, mungkin perlu sedikit pengecualian disini, mengakali rutinitas tanpa melupakan kesehatan fisik. Saya jadi mikir mau bangun pagi jam berapa besok 🤣

Comments
Post a Comment