Bali alami kelangkaan BBM.
Hasil Investigasi Tim Balebengong mengungkapkan bahwa pasokan BBM di Provinsi Bali di satu bulan terakhir ini anjlok atau berkurang 57%. Dimana kebutuhan BBM di Bali menurut Pertamina adalah sebesar 2.200 KL per hari, sementara volume yang masuk hanya sekitar 1.210 KL saja. Hal ini ditenggarai karena ada dua kapal pengangkut BBM yang sedianya mengantarkan pasokan dari Jawa, tidak diberangkatkan. Namun demikian Gubernur Bali mengatakan kondisi ini masih aman, dan meminta petugas SPBU untuk lembur 24 jam serta tidak mengeluh meskipun capek.Ditengah antrean panjang yang masih mengular hingga Jumat malam kemarin, muncul surat permintaan Gubernur Bali per tanggal yang sama, ditujukan kepada Manager Pertamina wilayah Jatimbalinus yang poinnya mengharapkan adanya pembatasan pembelian BBM dengan menggunakan sistem genap ganjil, menggunakan dasar penanggalan kalender dan plat nomor kendaraan masyarakat. Praktis kebijakan ini menimbulkan pro kontra di kalangan kecil, karena yang hanya memiliki kendaraan dengan plat nomor genap, artinya harus menunggu hari Minggu besok untuk bisa melakukan pengisian bensin. Sementara perlunya segera, dan itu satu-satunya kendaraan yang ia miliki.
Saya pribadi yang baru sampai di Bali malam kemarin, sempat waswas juga dengan kondisi BBM kendaraan di rumah, per hari Selasa kemarin, saat ditinggal pendidikan ke Bekasi, masih memunculkan tampilan dua setrip, baik di mobil putih maupun di gambot XMax. Dan berbekal pengalaman dan kebutuhan selama ini, sebenarnya masih cukup buat bolak-balik ke Puspem Badung dua kali. Cuma ya tetap saja perlu diisi.
Sabtu pagi, jalanan Kota Denpasar cukup lengang. Orang-orang bisa jadi malas ke luar rumah kalau memang gak ada tujuan penting. Anak sekolah pun infonya masih melakukan daring. Pasar pagi juga begitu. Sepi.
Sementara antrean pengendara motor dan mobil di SPBU Gatsu dekat Pizza Hut tampak sudah mulai panjang, meski aktifitas SPBU setempat menyajikan pengumuman kehabisan stok. Sayapun mencoba main ke SPBU Kereneng. Yang ternyata antrean gak terlampau panjang, hanya sampai tikungan dealer Honda saja.
Meski begitu, masih ada pembatasan hanya boleh beli 20 liter saja untuk mobil. Ya, masih cukuplah buat keliling kota antar jemput anak-anak tiga empat hari kedepan. Tanpa perlu memperlihatkan barcode, tanpa pembatasan plat genap ganjil.
Kalian sendiri masih War BBM ?

Comments
Post a Comment