Mendengar suara Mb Melly Goslaw mendendangkan ost AADC 2 kerap mengingatkan saya pada satu masa kelam di awal tahun 2017 lalu. Saat pergantian tahun baru usai memaksa saya melakukan perjalanan sendirian ke Kota Surabaya untuk satu urusan dinas. Demi mengejar tujuan yang jauh sebelumnya gak pernah terbayangkan bakalan terjadi.
Terdiam dalam sesal di sebuah kamar hotel tua Inna Tunjungan, meski berakhir happy ending di hari yang sama.
Hal serupa saya rasakan saat mendengar duo Air Supply menyanyikan tembang Goodbye di sekitar gerbong kereta video clip mereka. Mengingatkan saya pada tahun 90an akhir, dimana kerap memintanya untuk diputar di salah satu stasiun radio dan di saat yang sama harus kehilangan seorang saudara dalam perjalanan pulang dari Surabaya. Saya masih bersekolah saat itu. Gak paham apakah itu ada hubungannya atau tidak.
Musik tidak hanya menjadi penyemangat dalam beraktifitas, memberikan mood dan cerita tambahan pada hidup. Tapi juga kenangan. Masa Remaja yang penuh suka dan duka. Bahkan hingga berkeluarga.
Suara Koes Plus yang menyanyikan beberapa lagu pendek laiknya era The Beatles, selalu berhasil memadamkan kekangenan saya pada sosok Bapak yang kini sudah tiada. Sosok yang pernah mengisi hari-hari terakhirnya dengan celotehan masa lalu yang mengundang tawa. Sosok yang kerap memutarkan musik yang sama dari sebuah tape lama...
Gambar ilustrasi saya ambil saat Bapak masih bisa berkeliling ruangan awal Januari Tahun 2025. Mengenakan baju kaos oleh-oleh saat saya beruntung bisa menengok ikan di laut Bunaken.

Comments
Post a Comment