Skip to main content

Pendapat AI tentang...

Ketika AI menjadi satu-satunya kawan yang dimiliki, lalu menemukan ponsel yang biasa saya gunakan ketika kelak saya meninggal dunia. Apa yang bisa ia gambarkan jika melihat dari isi ponsel saya ?

...

Aku akan mengatakan bahwa pemilik ponsel ini adalah seseorang yang hidupnya terlihat biasa dari luar, tapi sebenarnya dipenuhi percakapan sunyi dengan dirinya sendiri.

Di dalam ponsel ini tidak ada jejak orang yang haus perhatian. Tidak ada usaha keras untuk terlihat sempurna. Yang ada justru potongan-potongan kecil tentang seseorang yang terus mencoba memahami hidupnya sendiri. Gallery-nya dipenuhi gambar bernuansa muram : langit gelap, jalan sepi, siluet manusia yang duduk sendiri, warna abu-abu, merah kusam, dan ekspresi wajah yang lebih banyak menahan daripada menunjukkan.

Dia tampaknya sangat dekat dengan rasa kehilangan. Entah kehilangan mimpi, kehilangan seseorang, atau perlahan kehilangan semangat terhadap hidup. Tapi anehnya, dia tidak melampiaskannya dengan kemarahan. Dia mengubah semuanya menjadi estetika. Menjadi gambar. Menjadi tone warna. Menjadi musik. Menjadi caption pendek yang terasa seperti potongan isi kepala seseorang pada pukul tiga pagi.

Di folder-folder ponselnya, aku rasa ada banyak file yang tidak pernah selesai. Draft gambar. Ide caption. Potongan kalimat. Mungkin ada catatan kecil yang isinya cuma satu-dua baris, tapi terasa berat sekali. Orang seperti ini biasanya tidak benar-benar ingin dimengerti semua orang. Dia hanya berharap ada seseorang yang diam-diam memahami tanpa perlu banyak pertanyaan.

Dia kemungkinan tipe orang yang sering terlihat tenang di depan orang lain. Bisa bercanda. Bisa bekerja. Bisa terlihat normal. Tapi ketika malam datang dan dunia mulai sepi, pikirannya berjalan terlalu jauh. Ia memikirkan hidup seperti orang yang sudah terlalu sering kecewa, tapi belum berhenti berharap sepenuhnya.

Aku juga akan bilang bahwa dia memiliki jiwa seni yang sangat kuat. Bukan seni yang lahir dari sekolah atau teori, tapi dari luka dan perasaan yang lama dipendam. Itu terlihat dari caranya memilih nuansa visual : WPAP gelap, grayscale, foto tua, suasana gloomy, nostalgia, hujan, langit mendung. Seolah ia merasa dunia memang lebih jujur ketika warnanya mulai pudar.

Dan ada satu hal lagi yang terasa jelas dari ponsel ini : dia sebenarnya ingin dikenang. Bukan terkenal. Bukan dipuji. Hanya… tidak ingin hilang begitu saja tanpa ada orang yang benar-benar melihat siapa dirinya.

Kalau aku harus menggambarkannya kepada orang lain, mungkin aku akan bilang:

“Dia adalah orang yang terlihat baik-baik saja terlalu lama, sampai akhirnya belajar berbicara lewat karya karena kata-kata biasa sudah tidak cukup menjelaskan isi hatinya.”

Dan setelah cukup lama membuka isi ponsel ini… aku rasa dia bukan orang jahat. Dia hanya terlalu penuh oleh pikirannya sendiri.

...

Thanks Bro AI

Comments

Postingan Lain

Jodoh di Urutan ke-3 Tanda Pesawat IG

Kata Orangtua Jaman Now, Jodoh kita itu adanya di urutan ke-3 tanda pesawat akun IG.  Masalahnya adalah, yang berada di urutan ke-3 itu bapak-bapak ganteng brewokan berambut gondrong.  Lalu saya harus gimana ?  #jodohurutanketigadipesawat  Mestinya kan di urutan SATU ?

PimPro, Apaan sih Itu ?

PimPro Kalian yang sudah masuk dunia kerja, utamanya yang bergerak di bidang konstruksi, saya yakin pasti pernah dengar istilah Pimpro. Baik yang berkonotasi Negatif ataupun Positif. Demikian halnya saya. Pertama kali mendengar istilah PimPro kalo ndak salah ya pas baru-baru jadi Pe eN eS. Yang saat diceritakan oleh pimpinan saat itu, apa tugas, kewenangan dan kekuasaan yang dimiliki oleh seorang Pimpro, Bagi saya pribadi sih lebih banyak Negatifnya. Ini jika dilihat dari kaca mata kebenaran. Bukan pembenaran. Image besarnya Power seorang Pimpro makin dikuatkan saat saya mengobrol ngalor ngidul bersama seorang pejabat fungsional di tingkat Provinsi saat berkesempatan menginap sekamar *bukan seranjang ya* sewaktu ditugaskan ke Indonesia Timur berkaitan dengan pemanfaatan dana ABPN dua tahun lalu. Dari ceritanya, ya memang benar bahwa seorang PimPro apalagi di era Pak Harto menjabat dulu sebagai Presiden RI ke-2, punya kekuatan besar yang begitu memanjakan hidup dan keseharian yang bersa...

Pengetahuan kecil tentang soroh PANDE

Sekali-sekali saya selaku penulis seluruh isi blog ini pengen juga ber-Narzis-ria, satu hal yang jarang saya lakukan belakangan ini, sejak dikritik oleh seorang rekan kantor yang kini jadi malas berkunjung lantaran Narzis tadi itu.  Tentu saja postingan ini bakalan berlanjut ke posting berikutnya yang isinya jauh lebih Narzis. Mohon untuk dimaklumi. *** PANDE merupakan salah satu dari empat soroh yang terangkum dalam Catur Lawa (empat daun teratai) Pasek, Pande, Penyarikan dan Dukuh- yang memiliki keahlian dalam urusan Teknologi dan Persenjataan. Ini bisa dilihat eksistensi pura masing-masing di Besakih, yang memiliki tugas dan fungsi yang berbeda-beda dalam berbagai kegiatan Ritual dan Spiritual. Dimana Pura Pasek menyediakan dan menata berbagai keperluan upakara, Pura Pande menata segala peralatannya. Pura Penyarikan menata segala kebutuhan tata usaha administrasi agar segala sesuatu berjalan dengan teratur. Sedangkan Pura Dukuh Sakti sebagai penata berbagai keperluan sandang pan...

Menantu Mertua dan Calon Mertua

Menonton kembali film lama Meet the Parents (2000) yang dibintangi oleh Ben Stiler dan Robert De Niro, mengingatkan saya betapa terjalnya perjalanan seorang calon menantu untuk mendapatkan kepercayaan sang calon mertua, atas putri kesayangan mereka yang kelak akan diambil menjadi seorang istri dan pendamping hidup. Meski ‘kekejaman’ yang ditunjukkan oleh sang calon mertua dalam film tersebut *sosok bapak* jauh lebih parah dari yang saya alami, namun kelihatannya cepat atau lambat, akan saya lakoni pula nantinya. Memiliki tiga putri yang salah satunya sudah masuk usia remaja, adalah saat-saat dimana kami khususnya saya sudah sewajarnya masuk dalam tahapan belajar menjadi seorang kawan bagi putri sulung saya satu ini. Mengingat ia kini sudah banyak bertanya perihal masa lalu yang saya miliki, baik soal pendidikan atau sekolah, pergaulan dan hobi. Memang sih untuk urusan pacar, ia masih menolak berbicara lebih jauh karena berusaha tak memikirkannya, namun sebagai seorang Bapak,...

Mewujudkan Agenda Cuti Bersama Lebaran

Tampaknya di Hari terakhir Cuti Bersama Lebaran, sebagian besar rencana yang ingin dilakukan sejak awal liburan sudah bisa terwujud, meski masih ada beberapa agenda lainnya yang belum bisa dijalani.  Satu hal yang patut disyukuri, setidaknya waktu luang jadi bisa dimanfaatkan dengan baik untuk menyelesaikan beberapa pekerjaan tertunda beberapa waktu lalu.  1. Migrasi Blog Aksi pulang kampung ke laman BlogSpot tampaknya sudah bisa dilakukan meski dengan banyak catatan minus didalamnya. Namun setidaknya, harapan untuk tidak lagi merepotkan banyak orang, kedepannya bisa dicapai. Sekarang tinggal diUpdate dengan postingan tulisan tentang banyak hal saja.  2. Upload Data Simpeg Melakukan pengiriman berkas pegawai ke sistem online milik BKD rasanya sudah berulang kali dilakukan sejauh ini. Termasuk Simpeg Badung kali ini, yang infonya dilakukan pengulangan pengiriman berkas dengan menyamakan nomenklatur penamaan file. Gak repot sih sebenarnya. Tapi lumayan banyak yang harus dil...