Skip to main content

Mengubah Perilaku Mengubah Kebiasaan

Nyaris genap dua tahun Covid-19 hadir di dunia dengan semua histeria derita juga konspirasi dan variannya. Menenggelamkan budaya, adat istiadat dan juga perilaku manusia secara cepat, tanpa ampun. Mengancam jiwa dan kepenatan. Hidup seakan sudah berada di pinggir jurang saja.

Pernah saya memiliki kekhawatiran akan berada dalam sebuah keramaian. Parno akan banyak hal. Termasuk berada dalam satu ruangan dengan banyak orang yang tak dikenal. Sampai tersembul keinginan untuk menyendiri, jauh dari semua aktifitas yang mampu mengancam jiwa dan keselamatan orang-orang tercinta di sekeliling. Apalagi diri memiliki komorbid yang infonya rentan akan penularan virus Corona.

Mengubah Perilaku Mengubah Kebiasaan

Tak dinyana, nyaris semua hal berubah sedemikian cepatnya. Dari keseharian masing-masing pribadi, hingga hubungan antar manusia sebagai makhluk sosial.
Perilaku easy going sepertinya tak lagi bisa disetujui. Minimal yang namanya masker atau hand sanitizer menjadi dua hal wajib yang harus dipatuhi oleh semua orang, bahkan grade anak-anak sekalipun. Kita seakan menyaksikan gambaran komik luar masa depan yang datangnya begitu cepat. Pun kebiasaan mandi dua kali sehari sudah menjadi basi, berganti menjadi minimal tiga bahkan lima kali sehari bagi paramedis yang setiap harinya berjibaku di tempat kerja.

Begitu pula cara orang bersalaman saat bersua, kini berganti dengan salam kepal demi mengindari pertukaran ‘kuman’ antar telapak tangan.

Comments

Popular posts from this blog

Mewujudkan Agenda Cuti Bersama Lebaran

Tampaknya di Hari terakhir Cuti Bersama Lebaran, sebagian besar rencana yang ingin dilakukan sejak awal liburan sudah bisa terwujud, meski masih ada beberapa agenda lainnya yang belum bisa dijalani.  Satu hal yang patut disyukuri, setidaknya waktu luang jadi bisa dimanfaatkan dengan baik untuk menyelesaikan beberapa pekerjaan tertunda beberapa waktu lalu.  1. Migrasi Blog Aksi pulang kampung ke laman BlogSpot tampaknya sudah bisa dilakukan meski dengan banyak catatan minus didalamnya. Namun setidaknya, harapan untuk tidak lagi merepotkan banyak orang, kedepannya bisa dicapai. Sekarang tinggal diUpdate dengan postingan tulisan tentang banyak hal saja.  2. Upload Data Simpeg Melakukan pengiriman berkas pegawai ke sistem online milik BKD rasanya sudah berulang kali dilakukan sejauh ini. Termasuk Simpeg Badung kali ini, yang infonya dilakukan pengulangan pengiriman berkas dengan menyamakan nomenklatur penamaan file. Gak repot sih sebenarnya. Tapi lumayan banyak yang harus dilengkapi lagi. 

Akhirnya Migrasi Jua, Pulang ke Kampung Blogspot

Gak terasa yang namanya aktifitas menulisi Blog sudah sampai di tahun ke 17. Termasuk ukuran blogger senior kalau kata teman, padahal kalau dilihat dari sisi kualitas tetap saja masuk kelompok junior. Belum pernah menghasilkan tulisan yang keren sejauh ini. Blog bagi saya sudah jadi semacam wadah untuk coli. Ups Maaf kalo mencomot istilah gak baik. Tapi ini seriusan, karena memang digunakan untuk melanjutkan halusinasi tanpa perlu berpikir akan ada yang berkunjung, membaca atau tidak. Setidaknya berguna untuk menjaga pikiran-pikiran negatif agar tidak menjalar keluar mengganggu orang lain, atau melepas lelah dan keluh kesah harian akan segala tekanan bathin di keluarga, kantor maupun sosial masyarakat. Jadi maklumi saja kalau isi blognya gak sesuai ekspektasi kalian. Meski sudah menulis selama 17 tahun, namun laman Blog www.pandebaik.com ini kalau ndak salah baru lahir sekitar tahun 2008. Segera setelah bermasalah dengan media mainstream yang berbarengan dengan tutupnya penyedia hos

Kendala yang ditemui saat Migrasi Blog

Keputusan untuk Migrasi alias pulang kampung ke halaman Blogspot, sebetulnya merupakan satu keputusan yang berat mengingat WordPress sudah jadi pijakan yang mapan untuk ukuran blog yang berusia 17 tahun. Tapi mengingat pemahaman dan kemampuan pribadi akan pengelolaan blog dengan hosting yang teramat minim, sekian kali ditumbangkan oleh script, malware dan lainnya, rasanya malu juga kalau terus-terusan merepotkan orang hanya untuk sebuah blog pribadi yang gak mendatangkan materi apa-apa. Ini diambil, pasca berdiskusi panjang dengan 2-3 rekan yang paham soal proses Migrasi dan apa sisi positif di balik itu semua. Namun demikian, rupanya proses Migrasi yang tempo hari saya coba lakukan dengan hati-hati, tidak semulus harapan atau keinginan yang dibayangkan. Ada beberapa kendala didalamnya yang mana memberikan efek cukup fatal dalam pengarsipan cerita atau postingan blog sebelumnya. Yuk disimak apa saja. 1. Pengurangan jumlah postingan Blog yang cukup signifikan. Postingan Blog www.p