Skip to main content

Pengalaman Pertama, Kejutan Pertama

Saya sama sekali ndak menyangka. Jika satu dari seratusan kegiatan yang dipaksakan kepada saya untuk ditangani dan dikelola, harus mengalami pemutusan kontrak ditengah jalan.
Sialnya ini semua terjadi akibat keteledoran semua pihak termasuk saya sebagai PPKnya.
Damn !

Sialnya lagi, si Rekanan Pelaksana kabur tanpa berita. Lengkap dengan semua uang muka yang sudah terlanjur dicairkan tanpa ada pengembalian, dan zero progress di lapangan.
Anjing !
Ketololan manajemen dalam menjalankan paket kegiatan di akhir tahun, begitu bathin saya sejauh ini.

Terlalu Percaya, menjadikan semuanya bumerang.
Bisa jadi ini satu wujud jeweran dari Tuhan kepada saya. Untuk tidak main-main dengan pengelolaan uang negara. dan bahwasanya satu cara itu dilalukan dengan uji coba sebuah paket kecil, ya paket kecil, dimana secara nilai apabila harus dibayarkan secara dadakan, masih bisa ditalangi meski harus menghabiskan tabungan yang ada.
Bangke memang jadinya…

Ini menjadikannya sebuah pengalaman pertama. Sebuah kejutan pertama yang membuat shock dan terhenyak. Bahkan suasana liburan tahun baru ini pun jadi tak bermakna karenanya.

Ada banyak catatan yang diakibatkan menjadi sebuah peringatan bagi kami semua. Bahwa Kepercayaan pada Rekanan tak bisa begitu saja diberikan. Ada banyak peluang penyimpangan saat kami nekad melakukannya.

Tapi ini seperti mengorbankan diri sendiri…
Sekaligus mengajarkan agar bisa lebih selektif menerima tugas, beban dan tanggung jawab.
Kuantitas yang berlebihan, hanya akan membunuh kita pelan-pelan.

Comments

Popular posts from this blog

Jodoh di Urutan ke-3 Tanda Pesawat IG

Kata Orangtua Jaman Now, Jodoh kita itu adanya di urutan ke-3 tanda pesawat akun IG.  Masalahnya adalah, yang berada di urutan ke-3 itu bapak-bapak ganteng brewokan berambut gondrong.  Lalu saya harus gimana ?  #jodohurutanketigadipesawat  Mestinya kan di urutan SATU ?

Mewujudkan Agenda Cuti Bersama Lebaran

Tampaknya di Hari terakhir Cuti Bersama Lebaran, sebagian besar rencana yang ingin dilakukan sejak awal liburan sudah bisa terwujud, meski masih ada beberapa agenda lainnya yang belum bisa dijalani.  Satu hal yang patut disyukuri, setidaknya waktu luang jadi bisa dimanfaatkan dengan baik untuk menyelesaikan beberapa pekerjaan tertunda beberapa waktu lalu.  1. Migrasi Blog Aksi pulang kampung ke laman BlogSpot tampaknya sudah bisa dilakukan meski dengan banyak catatan minus didalamnya. Namun setidaknya, harapan untuk tidak lagi merepotkan banyak orang, kedepannya bisa dicapai. Sekarang tinggal diUpdate dengan postingan tulisan tentang banyak hal saja.  2. Upload Data Simpeg Melakukan pengiriman berkas pegawai ke sistem online milik BKD rasanya sudah berulang kali dilakukan sejauh ini. Termasuk Simpeg Badung kali ini, yang infonya dilakukan pengulangan pengiriman berkas dengan menyamakan nomenklatur penamaan file. Gak repot sih sebenarnya. Tapi lumayan banyak yang harus dilengkapi lagi. 

Warna Cerah untuk Hidup yang Lebih Indah

Seingat saya dari era remaja kenal baju kaos sampai nganten, isi lemari sekitar 90an persen dipenuhi warna hitam. Apalagi pas jadi Anak Teknik, baju selem sudah jadi keharusan.  Tapi begitu beranjak dewasa -katanya sih masa pra lansia, sudah mulai membuka diri pada warna-warna cerah pada baju atasan, baik model kaos oblong, model berkerah atau kemeja.  Warna paling parah yang dimiliki sejauh ini, antara Peach -mirip pink tapi ada campuran oranye, atau kuning. Warna yang dulu gak bakalan pernah masuk ke lemari baju. Sementara warna merah, lebih banyak digunakan saat mengenal ke-Pandean, nyaruang antara warna parpol atau merahnya Kabupaten Badung.  Selain itu masih ada warna hijau tosca yang belakangan lagi ngetrend, merah marun atau biru navy. Semua warna dicobain, mengingat hidup rasanya terlalu sederhana untuk dipakein baju hitaaaaam melulu.  Harapannya bisa memberikan warna pada hidup yang jauh lebih cerah, secerah senyum istri pas lagi selfie.