Lagi pada rame soal Suster Natalia yang kehilangan uang jemaat 28 M di Bank BNI... lalu muncul ajakan Boikot Bank BNI. Yang mana, kalau dibaca Reply-annya satu persatu, rerata punya pengalaman yang serupa dengan saya pas mengurus rekening dormant almarhum Bapak saat Beliau masih ada. Yang memang sesusah dan selelet itu meski berkas administrasi sudah lengkap. Baru gercep dilayani pas iseng menghubungi salah satu petinggi BNI yang kebetulan masih keluarga dekat.
Parahnya sih pas penutupan rekening BNI milik Bapak bulan November 2025 lalu, usai Beliau meninggal. Butuh waktu 4 jam menunggu proses di CS lalu pindah ke Teller. Entah sesat administrasinya dimana.
Sementara pas kami melakukan hal serupa di Bank BRI, gak sampe sejam sudah clear semua ditangani CS. Gak sampe ke Teller. Gimana gak kaget 😅
Ini seharusnya jadi atensi petinggi BNI loh. Mengingat ada banyak potensi kerugian yang bisa jadi malah lebih dari nilai 28 M yang kabarnya digelapkan oleh Oknum BNI. Entah dari penurunan transaksi, penutupan rekening, pasar saham, atau faktor kepercayaan banyak orang.
Saya pribadi malah sudah lama menutup rekening BNI, Tahun 2010an kalau tidak salah. Karena punya tabungan berisi dua digit tipis, tapi potongan administrasi dan atm, jauh lebih besar dari penerimaan bunga. Butuh dana dua kali lipatnya kalau mau seimbang alias tabungan gak berkurang. Cuma karena waktu itu prosesnya lamaaa di CS, akhirnya saya memilih menarik semua uang melalui ATM dan menyisakan sejumlah nilai minimal pada tabungan. Lalu membiarkannya dormant sebagai saran salah satu teman kantor di jaman itu.
Semoga saja ada jalan keluar dari kasus diatas, dan BNI bisa berbenah lagi...

Comments
Post a Comment