Skip to main content

Hibah uang pecahan 75000 untuk Indonesia lebih berwarna

Sesaat setelah saya menerima pemberian salah satu dari sekian koleksi berharga milik pasangan kating di Teknik Arsitektur Unud angkatan 91 ini, pak Putu Tony dan Bu Ayu Ameilia, sempat terpikirkan apakah masuk kategori hibah atau warisan pas pengisian LHKPN akhir tahun nanti.
Berhubung kalau dilihat dari nilai jual selembar mata uang pecahan 75000 keluaran terbaru era Presiden Joko Widodo bisa mencapai angka jutaan di sejumlah lapak marketplace.

Bank Indonesia merilis pecahan uang rupiah Edisi Khusus menyambut Hari Ulang Tahun Republik Indonesia yang ke-75. Infonya, uang kertas bernilai 75 ribu rupiah ini dicetak dalam jumlah sebanyak 75 juta lembar. Dimana untuk bisa mendapatkannya, masyarakat Indonesia wajib mendaftarkan identitasnya terlebih dahulu ke pihak BI, untuk kemudian melakukan perjanjian tanggal pengambilan dalam waktu tertentu dengan harga tukar yang sama.

Tingkat eksklusifitas pecahan mata uang 75 ribu ini, ada pada makna filosofisnya yang disesuaikan dengan hari kemerdekaan Indonesia. Maka itu tidak heran bila harga jual selembar mata uang ini bisa mencapai puluhan kali lipatnya. Termasuk sebagaimana yang ditawarkan oleh banyak teman di whatsapp grup belakangan ini.

Bilamana lembar uang rupiah yang dirilis sebelumnya identik dengan pewarnaan tertentu, maka dalam lembar pecahan 75 ribu ini diberikan banyak warna warni untuk mencerminkan kegembiraan dan kemeriahan perayaan Ulang Tahun Indonesia, serta rasa syukur atas diraihnya kemerdekaan selama 75 tahun terakhir.

Comments

Popular posts from this blog

Jodoh di Urutan ke-3 Tanda Pesawat IG

Kata Orangtua Jaman Now, Jodoh kita itu adanya di urutan ke-3 tanda pesawat akun IG.  Masalahnya adalah, yang berada di urutan ke-3 itu bapak-bapak ganteng brewokan berambut gondrong.  Lalu saya harus gimana ?  #jodohurutanketigadipesawat  Mestinya kan di urutan SATU ?

Mewujudkan Agenda Cuti Bersama Lebaran

Tampaknya di Hari terakhir Cuti Bersama Lebaran, sebagian besar rencana yang ingin dilakukan sejak awal liburan sudah bisa terwujud, meski masih ada beberapa agenda lainnya yang belum bisa dijalani.  Satu hal yang patut disyukuri, setidaknya waktu luang jadi bisa dimanfaatkan dengan baik untuk menyelesaikan beberapa pekerjaan tertunda beberapa waktu lalu.  1. Migrasi Blog Aksi pulang kampung ke laman BlogSpot tampaknya sudah bisa dilakukan meski dengan banyak catatan minus didalamnya. Namun setidaknya, harapan untuk tidak lagi merepotkan banyak orang, kedepannya bisa dicapai. Sekarang tinggal diUpdate dengan postingan tulisan tentang banyak hal saja.  2. Upload Data Simpeg Melakukan pengiriman berkas pegawai ke sistem online milik BKD rasanya sudah berulang kali dilakukan sejauh ini. Termasuk Simpeg Badung kali ini, yang infonya dilakukan pengulangan pengiriman berkas dengan menyamakan nomenklatur penamaan file. Gak repot sih sebenarnya. Tapi lumayan banyak yang harus dilengkapi lagi. 

Warna Cerah untuk Hidup yang Lebih Indah

Seingat saya dari era remaja kenal baju kaos sampai nganten, isi lemari sekitar 90an persen dipenuhi warna hitam. Apalagi pas jadi Anak Teknik, baju selem sudah jadi keharusan.  Tapi begitu beranjak dewasa -katanya sih masa pra lansia, sudah mulai membuka diri pada warna-warna cerah pada baju atasan, baik model kaos oblong, model berkerah atau kemeja.  Warna paling parah yang dimiliki sejauh ini, antara Peach -mirip pink tapi ada campuran oranye, atau kuning. Warna yang dulu gak bakalan pernah masuk ke lemari baju. Sementara warna merah, lebih banyak digunakan saat mengenal ke-Pandean, nyaruang antara warna parpol atau merahnya Kabupaten Badung.  Selain itu masih ada warna hijau tosca yang belakangan lagi ngetrend, merah marun atau biru navy. Semua warna dicobain, mengingat hidup rasanya terlalu sederhana untuk dipakein baju hitaaaaam melulu.  Harapannya bisa memberikan warna pada hidup yang jauh lebih cerah, secerah senyum istri pas lagi selfie.