Skip to main content

Lima Tahun Aksi, 25 Juta Langkah terlampaui

Awal-awal percobaan untuk memenuhi target langkah harian, rasanya memang berat banget. Mengubah kebiasaan mager jadi lebih aktif untuk mencapai 1 tujuan.
Kesehatan.

Maka jadilah pada 25 Februari 2017 lalu, setelah menyelesaikan semua hutang di tempat penugasan lama, lalu mendapati suasana kerja yang lebih santai di tempat baru, serta mencoba menggunakan smartwatch untuk mendukung aksi olahraga secara berkala, satu persatu rencana dan pola mulai dijalankan.

Dari yang menargetkan jumlah 6000 langkah setiap hari, tapi kembang kempis dalam upaya pemenuhannya, lalu masuk pada tahap nagih, dimana target bertambah menjadi 10ribu langkah sehari, sampai jadi bener-bener gila dalam kesehariannya.

Gila dalam hal tempat yang akan dituju macam Tohpati, Serangan, Pantai Mertasari, lalu Perumahan Dalung, Puspem Badung, Pasar Mambal sampai Canggu BatuBolong, dengan titik start jam 6 pagi dari rumah.
Termasuk Gila dalam hal pencapaian harian dengan rekor sendiri sebanyak 34ribu langkah pada bulan Juni 2019. dan track paling jauh 17 KM.

Semua berawal dari satu keberhasilan.

Lalu berkembang menjadi satu bulan keberhasilan, satu tahun, hingga hari ini.

5 tahun sudah Saya berusaha konsisten untuk berjalan kaki setiap hari.
Jadilah 25 juta langkah.

Yuk, gerak lagi kawan…

Comments

Popular posts from this blog

Jodoh di Urutan ke-3 Tanda Pesawat IG

Kata Orangtua Jaman Now, Jodoh kita itu adanya di urutan ke-3 tanda pesawat akun IG.  Masalahnya adalah, yang berada di urutan ke-3 itu bapak-bapak ganteng brewokan berambut gondrong.  Lalu saya harus gimana ?  #jodohurutanketigadipesawat  Mestinya kan di urutan SATU ?

Mewujudkan Agenda Cuti Bersama Lebaran

Tampaknya di Hari terakhir Cuti Bersama Lebaran, sebagian besar rencana yang ingin dilakukan sejak awal liburan sudah bisa terwujud, meski masih ada beberapa agenda lainnya yang belum bisa dijalani.  Satu hal yang patut disyukuri, setidaknya waktu luang jadi bisa dimanfaatkan dengan baik untuk menyelesaikan beberapa pekerjaan tertunda beberapa waktu lalu.  1. Migrasi Blog Aksi pulang kampung ke laman BlogSpot tampaknya sudah bisa dilakukan meski dengan banyak catatan minus didalamnya. Namun setidaknya, harapan untuk tidak lagi merepotkan banyak orang, kedepannya bisa dicapai. Sekarang tinggal diUpdate dengan postingan tulisan tentang banyak hal saja.  2. Upload Data Simpeg Melakukan pengiriman berkas pegawai ke sistem online milik BKD rasanya sudah berulang kali dilakukan sejauh ini. Termasuk Simpeg Badung kali ini, yang infonya dilakukan pengulangan pengiriman berkas dengan menyamakan nomenklatur penamaan file. Gak repot sih sebenarnya. Tapi lumayan banyak yang harus dilengkapi lagi. 

Warna Cerah untuk Hidup yang Lebih Indah

Seingat saya dari era remaja kenal baju kaos sampai nganten, isi lemari sekitar 90an persen dipenuhi warna hitam. Apalagi pas jadi Anak Teknik, baju selem sudah jadi keharusan.  Tapi begitu beranjak dewasa -katanya sih masa pra lansia, sudah mulai membuka diri pada warna-warna cerah pada baju atasan, baik model kaos oblong, model berkerah atau kemeja.  Warna paling parah yang dimiliki sejauh ini, antara Peach -mirip pink tapi ada campuran oranye, atau kuning. Warna yang dulu gak bakalan pernah masuk ke lemari baju. Sementara warna merah, lebih banyak digunakan saat mengenal ke-Pandean, nyaruang antara warna parpol atau merahnya Kabupaten Badung.  Selain itu masih ada warna hijau tosca yang belakangan lagi ngetrend, merah marun atau biru navy. Semua warna dicobain, mengingat hidup rasanya terlalu sederhana untuk dipakein baju hitaaaaam melulu.  Harapannya bisa memberikan warna pada hidup yang jauh lebih cerah, secerah senyum istri pas lagi selfie.