Skip to main content

#HPjadul BlackBerry Passport Elegan nan Mewah

Mengoperasikan perangkat BlackBerry yang sejujurnya memang belum pernah dipegang dan dimiliki saat era jayanya, membuat saya sedikit kebingungan saat pertama kali mencoba menyalakan dan menggunakan seri Passport, salah satu ponsel dengan desain yang mewah.

Dominasi layar sentuh berbentuk bujur sangkar rupanya menghilangkan fungsi navigasi dan tombol menu yang selama ini lekat dengan wajah handheld BlackBerry. Bahkan sampai seri Torch dan Storm yang juga mengadopsi layar sentuh, terpantau masih menggunakan kedua tombol tersebut.

BlackBerry Passport kalau tidak salah dirilis pada pertengahan tahun 2014, dengan dibekali spesifikasi standar masa itu. Internal memory 32 GB dan RAM 3 GB serta prosesor Quad Core, mencoba bersaing dengan sejumlah perangkat Android dan juga iPhone yang sudah lebih dulu menggerogoti pasar global. Sayang, sebagaimana perangkat besutan BlackBerry lainnya di masa itu, Passport tidak mampu mengembalikan kedigjayaan mereka terdahulu. Namun demikian, untuk saat ini, seri Passport menjadi salah satu incaran para kolektor hape jadul lantaran desainnya yang elegan dan tak biasa.

Sepintas, seri ini sempat mengingatkan saya pada sosok bulky Nokia 6600 yang saat peluncurannya lumayan menarik mata konsumen akan desainnya yang tak biasa untuk ukuran satu dasa warsa sebelumnya. Sehingga saat kedua ponsel ini disandingkan, terasa betul kemiripan keduanya meski secara kemampuan sangat jauh berbeda. Tapi minimal jika dilihat pada masa masing-masing, ukuran fitur keduanya masih bisa dikatakan mumpuni.

Satu-satunya cara untuk bisa mengetahui cara penggunaan dan operasional BlackBerry Passport, tentu saja dengan melakukan Wipe Data atau penghapusan isi ponsel terlebih dahulu, mengingat saya mendapatkannya dalam kondisi second di marketplace FaceBook dengan harga yang cukup murah. Benar saja, usai formatting dilakukan, satu persatu petunjuk penggunaan diperkenalkan oleh handheld. Tak disangka memang, bahwa untuk navigasi ternyata bisa menggunakan area thumbboard yang terhampar dibawah layar. Dengan cara menyapu jari jempol di area tersebut. Unik…

#blackberry #blackberrypassport #hpjadul See Less

Comments

Popular posts from this blog

Jodoh di Urutan ke-3 Tanda Pesawat IG

Kata Orangtua Jaman Now, Jodoh kita itu adanya di urutan ke-3 tanda pesawat akun IG.  Masalahnya adalah, yang berada di urutan ke-3 itu bapak-bapak ganteng brewokan berambut gondrong.  Lalu saya harus gimana ?  #jodohurutanketigadipesawat  Mestinya kan di urutan SATU ?

Mewujudkan Agenda Cuti Bersama Lebaran

Tampaknya di Hari terakhir Cuti Bersama Lebaran, sebagian besar rencana yang ingin dilakukan sejak awal liburan sudah bisa terwujud, meski masih ada beberapa agenda lainnya yang belum bisa dijalani.  Satu hal yang patut disyukuri, setidaknya waktu luang jadi bisa dimanfaatkan dengan baik untuk menyelesaikan beberapa pekerjaan tertunda beberapa waktu lalu.  1. Migrasi Blog Aksi pulang kampung ke laman BlogSpot tampaknya sudah bisa dilakukan meski dengan banyak catatan minus didalamnya. Namun setidaknya, harapan untuk tidak lagi merepotkan banyak orang, kedepannya bisa dicapai. Sekarang tinggal diUpdate dengan postingan tulisan tentang banyak hal saja.  2. Upload Data Simpeg Melakukan pengiriman berkas pegawai ke sistem online milik BKD rasanya sudah berulang kali dilakukan sejauh ini. Termasuk Simpeg Badung kali ini, yang infonya dilakukan pengulangan pengiriman berkas dengan menyamakan nomenklatur penamaan file. Gak repot sih sebenarnya. Tapi lumayan banyak yang harus dilengkapi lagi. 

Warna Cerah untuk Hidup yang Lebih Indah

Seingat saya dari era remaja kenal baju kaos sampai nganten, isi lemari sekitar 90an persen dipenuhi warna hitam. Apalagi pas jadi Anak Teknik, baju selem sudah jadi keharusan.  Tapi begitu beranjak dewasa -katanya sih masa pra lansia, sudah mulai membuka diri pada warna-warna cerah pada baju atasan, baik model kaos oblong, model berkerah atau kemeja.  Warna paling parah yang dimiliki sejauh ini, antara Peach -mirip pink tapi ada campuran oranye, atau kuning. Warna yang dulu gak bakalan pernah masuk ke lemari baju. Sementara warna merah, lebih banyak digunakan saat mengenal ke-Pandean, nyaruang antara warna parpol atau merahnya Kabupaten Badung.  Selain itu masih ada warna hijau tosca yang belakangan lagi ngetrend, merah marun atau biru navy. Semua warna dicobain, mengingat hidup rasanya terlalu sederhana untuk dipakein baju hitaaaaam melulu.  Harapannya bisa memberikan warna pada hidup yang jauh lebih cerah, secerah senyum istri pas lagi selfie.