Awal tahun 2020 lalu, beberapa bulan pasca pembangunan rumah baru, saya memutuskan untuk memesan satu rak kaca dengan ukuran custom menyajikan sembilan area display dan satu area penyimpanan di sisi paling bawah, untuk diletakkan pada sisi kanan pintu masuk ke ruang tamu. Kebetulan area ini sedang dalam kondisi lowong dan kami juga kebingungan mau menempatkan lemari atau semacam guci besar sebagai hiasan saat menerima tamu atau menikmati waktu senggang bersama keluarga.
Yang kemudian diisi dengan puluhan koleksi #HPjadul hasil perburuan sejak akhir tahun 2017, dimana masih didominasi oleh brand Nokia khusus desain unik atau seri yang memiliki cerita sendiri di era saya remaja dulu. Rerata didapat dengan harga second terjangkau di berbagai lapak online seperti OLX, Tokopedia, Facebook Marketplace hingga surganya ponsel jadul, Buka Lapak. Meski ada juga yang saya dapatkan dari penjual sejenis di sosial media Instagram.
Berselang enam tahun, saya memutuskan untuk memesan rak kaca kedua dari langganan yang sama, untuk menampung hasil buruan hingga akhir tahun 2025 kemarin. Yang mana varian brand dan modelnya jauh lebih beragam. Kebetulan pasca perburuan era pertama dahulu, mulai menemukan beberapa ponsel impian yang memang tidak mudah namun beruntung bisa melihatnya lebih dulu. Seperti seri Sidekick, ponsel luar dengan layar putar, menyajikan barisan keyboard di balik layar pasca diaktifkan, ponsel mahal Vertu yang kabarnya banyak dibuatkan replikanya, Sony Clie perangkat pda canggih di masanya, Palm Treo dan seri Tungsten idaman, atau barisan ponsel Blackberry yang dulu gak pernah saya beli atau gunakan, kini rasanya senang aja bisa punya hampir seluruh seri dan desain. Tidak lupa ada barisan PDA Scanner yang memiliki lampu tambahan untuk melakukan scan barcode, iPhone rilis awal, Android jadul lengkap dengan OS versi 1.5 Cupcake dan Donuts, beberapa Samsung Galaxy Camera, Ericsson Hiu ataupun Paus, UMPC alias perangkat tablet berbasis OS Windows Vista, PDA Dopod U1000 yang ternama, dan beberapa unit ponsel dengan desain aneh lainnya dari berbagai negara di luar sana.
Bisa didapatkan melalui lapak Lelang tiga akun di sosial media Facebook, tawaran dari beberapa pengepul yang hafal kebiasaan saya, atau kenalan tak sengaja karena faktor pertemanan di medsos. Memang amazing perburuan periode kedua ini.
Sampai hari ini, saya masih berusaha meluangkan waktu sebentar untuk menata ulang, memilah dan mengelompokkan mereka berdasarkan brand ataupun jenis model untuk memudahkan pemantauan.
Kalian pernah pakai seri, brand atau model apa saja ?

Comments
Post a Comment