Skip to main content

Rak Kaca Kedua HPjadul di Tahun 2026

Awal tahun 2020 lalu, beberapa bulan pasca pembangunan rumah baru, saya memutuskan untuk memesan satu rak kaca dengan ukuran custom menyajikan sembilan area display dan satu area penyimpanan di sisi paling bawah, untuk diletakkan pada sisi kanan pintu masuk ke ruang tamu. Kebetulan area ini sedang dalam kondisi lowong dan kami juga kebingungan mau menempatkan lemari atau semacam guci besar sebagai hiasan saat menerima tamu atau menikmati waktu senggang bersama keluarga.


Yang kemudian diisi dengan puluhan koleksi #HPjadul hasil perburuan sejak akhir tahun 2017, dimana masih didominasi oleh brand Nokia khusus desain unik atau seri yang memiliki cerita sendiri di era saya remaja dulu. Rerata didapat dengan harga second terjangkau di berbagai lapak online seperti OLX, Tokopedia, Facebook Marketplace hingga surganya ponsel jadul, Buka Lapak. Meski ada juga yang saya dapatkan dari penjual sejenis di sosial media Instagram.

Berselang enam tahun, saya memutuskan untuk memesan rak kaca kedua dari langganan yang sama, untuk menampung hasil buruan hingga akhir tahun 2025 kemarin. Yang mana varian brand dan modelnya jauh lebih beragam. Kebetulan pasca perburuan era pertama dahulu, mulai menemukan beberapa ponsel impian yang memang tidak mudah namun beruntung bisa melihatnya lebih dulu. Seperti seri Sidekick, ponsel luar dengan layar putar, menyajikan barisan keyboard di balik layar pasca diaktifkan, ponsel mahal Vertu yang kabarnya banyak dibuatkan replikanya, Sony Clie perangkat pda canggih di masanya, Palm Treo dan seri Tungsten idaman, atau barisan ponsel Blackberry yang dulu gak pernah saya beli atau gunakan, kini rasanya senang aja bisa punya hampir seluruh seri dan desain. Tidak lupa ada barisan PDA Scanner yang memiliki lampu tambahan untuk melakukan scan barcode, iPhone rilis awal, Android jadul lengkap dengan OS versi 1.5 Cupcake dan Donuts, beberapa Samsung Galaxy Camera, Ericsson Hiu ataupun Paus, UMPC alias perangkat tablet berbasis OS Windows Vista, PDA Dopod U1000 yang ternama, dan beberapa unit ponsel dengan desain aneh lainnya dari berbagai negara di luar sana.

Bisa didapatkan melalui lapak Lelang tiga akun di sosial media Facebook, tawaran dari beberapa pengepul yang hafal kebiasaan saya, atau kenalan tak sengaja karena faktor pertemanan di medsos. Memang amazing perburuan periode kedua ini.

Sampai hari ini, saya masih berusaha meluangkan waktu sebentar untuk menata ulang, memilah dan mengelompokkan mereka berdasarkan brand ataupun jenis model untuk memudahkan pemantauan.

Kalian pernah pakai seri, brand atau model apa saja ? 

Comments

Postingan Lain

Jodoh di Urutan ke-3 Tanda Pesawat IG

Kata Orangtua Jaman Now, Jodoh kita itu adanya di urutan ke-3 tanda pesawat akun IG.  Masalahnya adalah, yang berada di urutan ke-3 itu bapak-bapak ganteng brewokan berambut gondrong.  Lalu saya harus gimana ?  #jodohurutanketigadipesawat  Mestinya kan di urutan SATU ?

Pengetahuan kecil tentang soroh PANDE

Sekali-sekali saya selaku penulis seluruh isi blog ini pengen juga ber-Narzis-ria, satu hal yang jarang saya lakukan belakangan ini, sejak dikritik oleh seorang rekan kantor yang kini jadi malas berkunjung lantaran Narzis tadi itu.  Tentu saja postingan ini bakalan berlanjut ke posting berikutnya yang isinya jauh lebih Narzis. Mohon untuk dimaklumi. *** PANDE merupakan salah satu dari empat soroh yang terangkum dalam Catur Lawa (empat daun teratai) Pasek, Pande, Penyarikan dan Dukuh- yang memiliki keahlian dalam urusan Teknologi dan Persenjataan. Ini bisa dilihat eksistensi pura masing-masing di Besakih, yang memiliki tugas dan fungsi yang berbeda-beda dalam berbagai kegiatan Ritual dan Spiritual. Dimana Pura Pasek menyediakan dan menata berbagai keperluan upakara, Pura Pande menata segala peralatannya. Pura Penyarikan menata segala kebutuhan tata usaha administrasi agar segala sesuatu berjalan dengan teratur. Sedangkan Pura Dukuh Sakti sebagai penata berbagai keperluan sandang pan...

PimPro, Apaan sih Itu ?

PimPro Kalian yang sudah masuk dunia kerja, utamanya yang bergerak di bidang konstruksi, saya yakin pasti pernah dengar istilah Pimpro. Baik yang berkonotasi Negatif ataupun Positif. Demikian halnya saya. Pertama kali mendengar istilah PimPro kalo ndak salah ya pas baru-baru jadi Pe eN eS. Yang saat diceritakan oleh pimpinan saat itu, apa tugas, kewenangan dan kekuasaan yang dimiliki oleh seorang Pimpro, Bagi saya pribadi sih lebih banyak Negatifnya. Ini jika dilihat dari kaca mata kebenaran. Bukan pembenaran. Image besarnya Power seorang Pimpro makin dikuatkan saat saya mengobrol ngalor ngidul bersama seorang pejabat fungsional di tingkat Provinsi saat berkesempatan menginap sekamar *bukan seranjang ya* sewaktu ditugaskan ke Indonesia Timur berkaitan dengan pemanfaatan dana ABPN dua tahun lalu. Dari ceritanya, ya memang benar bahwa seorang PimPro apalagi di era Pak Harto menjabat dulu sebagai Presiden RI ke-2, punya kekuatan besar yang begitu memanjakan hidup dan keseharian yang bersa...

Menantu Mertua dan Calon Mertua

Menonton kembali film lama Meet the Parents (2000) yang dibintangi oleh Ben Stiler dan Robert De Niro, mengingatkan saya betapa terjalnya perjalanan seorang calon menantu untuk mendapatkan kepercayaan sang calon mertua, atas putri kesayangan mereka yang kelak akan diambil menjadi seorang istri dan pendamping hidup. Meski ‘kekejaman’ yang ditunjukkan oleh sang calon mertua dalam film tersebut *sosok bapak* jauh lebih parah dari yang saya alami, namun kelihatannya cepat atau lambat, akan saya lakoni pula nantinya. Memiliki tiga putri yang salah satunya sudah masuk usia remaja, adalah saat-saat dimana kami khususnya saya sudah sewajarnya masuk dalam tahapan belajar menjadi seorang kawan bagi putri sulung saya satu ini. Mengingat ia kini sudah banyak bertanya perihal masa lalu yang saya miliki, baik soal pendidikan atau sekolah, pergaulan dan hobi. Memang sih untuk urusan pacar, ia masih menolak berbicara lebih jauh karena berusaha tak memikirkannya, namun sebagai seorang Bapak,...

Mewujudkan Agenda Cuti Bersama Lebaran

Tampaknya di Hari terakhir Cuti Bersama Lebaran, sebagian besar rencana yang ingin dilakukan sejak awal liburan sudah bisa terwujud, meski masih ada beberapa agenda lainnya yang belum bisa dijalani.  Satu hal yang patut disyukuri, setidaknya waktu luang jadi bisa dimanfaatkan dengan baik untuk menyelesaikan beberapa pekerjaan tertunda beberapa waktu lalu.  1. Migrasi Blog Aksi pulang kampung ke laman BlogSpot tampaknya sudah bisa dilakukan meski dengan banyak catatan minus didalamnya. Namun setidaknya, harapan untuk tidak lagi merepotkan banyak orang, kedepannya bisa dicapai. Sekarang tinggal diUpdate dengan postingan tulisan tentang banyak hal saja.  2. Upload Data Simpeg Melakukan pengiriman berkas pegawai ke sistem online milik BKD rasanya sudah berulang kali dilakukan sejauh ini. Termasuk Simpeg Badung kali ini, yang infonya dilakukan pengulangan pengiriman berkas dengan menyamakan nomenklatur penamaan file. Gak repot sih sebenarnya. Tapi lumayan banyak yang harus dil...