Pagi-pagi biasanya ada yang ngintilin dari belakang. Lalu menunggu dengan setia di area sumur bor untuk mencomot biskuit kecil yang dihaturkan bersama banten tangkih, karena hanya itu saja yang dengan mudah ia jangkau. Setelah itu ngikut lagi ke area Penunggun Karang, sembari berharap ada satu yang dilempar ke arahnya.
Moy. Namanya Gemoy.
Anak keEmpat Ibul, yang belakangan jadi rajin diberikan makan malam oleh istri, diambil dari sisa makanan atau lauk kami seharian, kadang ditambah dua tiga nasi bungkus lima ribuan tanpa sambal. Lalu dibagikan bareng Ara, usai beraktifitas malam.
Gemoy ini anjing kecil ketiga yang ia sukai dan sayangi sejak lahiran. Anjing kecil sebelumnya kalau ndak salah ingat, diberi nama Imut, mati sekitar pertengahan tahun 2025. Sementara si Moy kabarnya mati karena sakit semalam. Ia lemas tak berdaya selama dua hari terakhir. Enggan makan ataupun minum susu. Selama ini dirawat dan dijagain dengan baik oleh uWak Gek-nya.
Sekarang Moy sudah gak sakit lagi. Cuma masih suka kangen, biasanya ada yang nungguin sepulang kerja atau keluar rumah. Duduk manis di teras depan...

Comments
Post a Comment