Awalnya sempat kagum dan membathin -wih keren banget nih inovasinya- pas Pak Kepala Sekolah SMAN 7 Denpasar menyampaikan tentang Empat Penilaian Siswa-siswi Sisma sebagai persyaratan kelulusan mereka seteelah tiga tahun mengenyam pendidikan, dimana penilaian terakhir itu berupa penulisan esai yang sempat mengingatkan saya pada salah satu scene dalam filem Clouds (2020).
Tapi yang gak disangka itu pas Beliau menyebut nama putri kami @mirahgayatri sebagai Terbaik I di periode ke-2 kalinya ini. Wah... Kapan nulisnya ini Bojek ?
Dari sisi Menulis, saya sendiri lupa ini kali keberapa si sulung ikut lomba sejenis. Mengingat di awal terdahulu sempat mengatakan kalau dia didaulat jadi Duta Literasi di SMAN 7 Denpasar, sekaligus Ketua Extra Debat di sekolah yang sama. Gagah 😅 Mengingat sebagai Bapak yang punya hobi serupa rasanya belum pernah bisa menggapai pencapaian sejauh itu baik di masa putih abu maupun saat menekuni blog www.pandebaik.com dari 2006 silam. Gak terasa udah 20 tahun aja.
Sementara kalau dilihat dari sisi Jaman, ya bangga juga mengingat era sekarang rasanya rerata orang lebih memilih melakukan copy paste tulisan atau narasi hasil prompt chatGPT ketimbang menuliskannya sendiri menggunakan pikiran dan gaya bahasa pribadi. Sempat menyampaikan sebelum ke anak-anak, agar membiasakan diri menulis dan membaca meski kini jamannya scroll reel dan video pendek di media sosial. Karena kelak akan banyak manfaatnya ketika berada di jenjang bangku sekolah atau dunia kerja nantinya.
Minimal sebagai sarana melepas unek-unek dan stress pikiran, meski menggunakan akun anonim dalam setiap upaya penulisan itu.
Sementara untuk perolehan Juara I Umum di kelas IPS-nya, ya sepertinya itu murni turunan dari si Ibu @alit_kusumadewi karena secara medis, kecerdasan anak itu katanya menurun dari gen Ibu. Wong Bapaknya dulu pernah jadi rangking 35 dari 40an siswa 😅

Comments
Post a Comment