Skip to main content

Cerita Pendek di Satu Siang

Pengaruh alkohol dari Tuak Jaka yang dibeli hari Jumat lalu tampaknya sudah berangsur menghilang, menyisakan kantuk di tengah panasnya hawa siang ini dan sepinya jalanan depan rumah. Nyaris dua botol berukuran air mineral besar sudah dihabiskan, menyisakan sedikit bekal untuk nanti malam.

Langit Kota Denpasar tampak cerah, tak sedikitpun terdapat mendung dan awan hitam. Jadi ingin mengabadikannya dengan lensa kamera ponsel malam nanti. Satu hal yang tak pernah dilakukan selama ini.

Koneksi Internet tampaknya sudah mulai diturunkan kecepatannya. Saat membuka timeline akun Twitter barusan, beberapa gambar maupun video yang disematkan dalam tweet, tak mampu menyajikan lintasan gambar secara cepat. Hanya teks dan pembaharuan saja meski harus menunggu beberapa detik untuk disegarkan kembali tampilannya.

Agenda makan siang sudah terlewati, lebih awal dari biasanya mengingat menu hari ini tidak bisa dibuat dan diambil sendiri. Jadi semua diserahkan pada waktu yang dimiliki oleh si peracik makanan, kapan ia sempat ya dibuatkan saja. Meski perut belum merasakan lapar pasca menenggak tuak dingin usai olahraga tadi.

Siang yang terik.
dan keringat pun mulai menetes satu persatu membasahi baju.

#Nyepi

Comments

Popular posts from this blog

Jodoh di Urutan ke-3 Tanda Pesawat IG

Kata Orangtua Jaman Now, Jodoh kita itu adanya di urutan ke-3 tanda pesawat akun IG.  Masalahnya adalah, yang berada di urutan ke-3 itu bapak-bapak ganteng brewokan berambut gondrong.  Lalu saya harus gimana ?  #jodohurutanketigadipesawat  Mestinya kan di urutan SATU ?

Mewujudkan Agenda Cuti Bersama Lebaran

Tampaknya di Hari terakhir Cuti Bersama Lebaran, sebagian besar rencana yang ingin dilakukan sejak awal liburan sudah bisa terwujud, meski masih ada beberapa agenda lainnya yang belum bisa dijalani.  Satu hal yang patut disyukuri, setidaknya waktu luang jadi bisa dimanfaatkan dengan baik untuk menyelesaikan beberapa pekerjaan tertunda beberapa waktu lalu.  1. Migrasi Blog Aksi pulang kampung ke laman BlogSpot tampaknya sudah bisa dilakukan meski dengan banyak catatan minus didalamnya. Namun setidaknya, harapan untuk tidak lagi merepotkan banyak orang, kedepannya bisa dicapai. Sekarang tinggal diUpdate dengan postingan tulisan tentang banyak hal saja.  2. Upload Data Simpeg Melakukan pengiriman berkas pegawai ke sistem online milik BKD rasanya sudah berulang kali dilakukan sejauh ini. Termasuk Simpeg Badung kali ini, yang infonya dilakukan pengulangan pengiriman berkas dengan menyamakan nomenklatur penamaan file. Gak repot sih sebenarnya. Tapi lumayan banyak yang harus dilengkapi lagi. 

Warna Cerah untuk Hidup yang Lebih Indah

Seingat saya dari era remaja kenal baju kaos sampai nganten, isi lemari sekitar 90an persen dipenuhi warna hitam. Apalagi pas jadi Anak Teknik, baju selem sudah jadi keharusan.  Tapi begitu beranjak dewasa -katanya sih masa pra lansia, sudah mulai membuka diri pada warna-warna cerah pada baju atasan, baik model kaos oblong, model berkerah atau kemeja.  Warna paling parah yang dimiliki sejauh ini, antara Peach -mirip pink tapi ada campuran oranye, atau kuning. Warna yang dulu gak bakalan pernah masuk ke lemari baju. Sementara warna merah, lebih banyak digunakan saat mengenal ke-Pandean, nyaruang antara warna parpol atau merahnya Kabupaten Badung.  Selain itu masih ada warna hijau tosca yang belakangan lagi ngetrend, merah marun atau biru navy. Semua warna dicobain, mengingat hidup rasanya terlalu sederhana untuk dipakein baju hitaaaaam melulu.  Harapannya bisa memberikan warna pada hidup yang jauh lebih cerah, secerah senyum istri pas lagi selfie.