Skip to main content

108 KG

Masa-masa berat badan masih betah di angka 108 Kg adalah saat dimana olahraga belum menjadi sebuah prioritas utama saban pagi. Suatu gaya hidup merugikan karena memiliki efek samping yang fatal bagi diri sendiri dan tentu saja keluarga.

Fisik menjadi mudah lelah karena setiap beraktifitas selalu membawa beban berat dalam kesehariannya. Tak sedikit properti orang yang rusak saat saya menduduki atau tak sengaja melintas di sekitarnya. Susah mencari padanan baju dan celana lantaran gerai pakaian tak menyediakan ukuran custom bagi pinggang dan perawakan. Paling kentara ya bagian perut.

Setelah Diabetes menyerang dan gerak badan menjadi kewajiban setiap harinya, berat badan kini stabil berada di angka 90an. Satu posisi dimana beraktifitas jadi lebih ringan dan gesit dibawa untuk melangkah. Pilihan celana pun kini jadi lebih mudah karena ukuran pinggang tersedia di banyak tempat. Termasuk t-shirt dengan ukuran XL pun bisa masuk meski paling ideal ya setingkat lebih besar.

Harapan untuk menurunkan berat badan sebenarnya masih ada. Walaupun dengan derita penyakit gula macam ini, penurunan berat bisa dicapai dengan kadar glukosa dalam darah yang tinggi. Tapi tentu saja tak sehat bagi badan. Targetnya ya berada dalam rentang 80an kalau bisa. Semoga terwujud kelak.

Comments

Popular posts from this blog

Jodoh di Urutan ke-3 Tanda Pesawat IG

Kata Orangtua Jaman Now, Jodoh kita itu adanya di urutan ke-3 tanda pesawat akun IG.  Masalahnya adalah, yang berada di urutan ke-3 itu bapak-bapak ganteng brewokan berambut gondrong.  Lalu saya harus gimana ?  #jodohurutanketigadipesawat  Mestinya kan di urutan SATU ?

Mewujudkan Agenda Cuti Bersama Lebaran

Tampaknya di Hari terakhir Cuti Bersama Lebaran, sebagian besar rencana yang ingin dilakukan sejak awal liburan sudah bisa terwujud, meski masih ada beberapa agenda lainnya yang belum bisa dijalani.  Satu hal yang patut disyukuri, setidaknya waktu luang jadi bisa dimanfaatkan dengan baik untuk menyelesaikan beberapa pekerjaan tertunda beberapa waktu lalu.  1. Migrasi Blog Aksi pulang kampung ke laman BlogSpot tampaknya sudah bisa dilakukan meski dengan banyak catatan minus didalamnya. Namun setidaknya, harapan untuk tidak lagi merepotkan banyak orang, kedepannya bisa dicapai. Sekarang tinggal diUpdate dengan postingan tulisan tentang banyak hal saja.  2. Upload Data Simpeg Melakukan pengiriman berkas pegawai ke sistem online milik BKD rasanya sudah berulang kali dilakukan sejauh ini. Termasuk Simpeg Badung kali ini, yang infonya dilakukan pengulangan pengiriman berkas dengan menyamakan nomenklatur penamaan file. Gak repot sih sebenarnya. Tapi lumayan banyak yang harus dilengkapi lagi. 

Warna Cerah untuk Hidup yang Lebih Indah

Seingat saya dari era remaja kenal baju kaos sampai nganten, isi lemari sekitar 90an persen dipenuhi warna hitam. Apalagi pas jadi Anak Teknik, baju selem sudah jadi keharusan.  Tapi begitu beranjak dewasa -katanya sih masa pra lansia, sudah mulai membuka diri pada warna-warna cerah pada baju atasan, baik model kaos oblong, model berkerah atau kemeja.  Warna paling parah yang dimiliki sejauh ini, antara Peach -mirip pink tapi ada campuran oranye, atau kuning. Warna yang dulu gak bakalan pernah masuk ke lemari baju. Sementara warna merah, lebih banyak digunakan saat mengenal ke-Pandean, nyaruang antara warna parpol atau merahnya Kabupaten Badung.  Selain itu masih ada warna hijau tosca yang belakangan lagi ngetrend, merah marun atau biru navy. Semua warna dicobain, mengingat hidup rasanya terlalu sederhana untuk dipakein baju hitaaaaam melulu.  Harapannya bisa memberikan warna pada hidup yang jauh lebih cerah, secerah senyum istri pas lagi selfie.