Skip to main content

Hujannya Awet ya Bund ?

Hujannya awet ya Bund ?
Sudah jalan 2 jam-an dari pagi, tinggal mantau timeline IG dan FB saja bentar lagi, bakal banyak keluhan banjir dan genangan air yang lumayan tinggi di berbagai wilayah seantero Bali.
Tunggu aja…

Hujan yang turun sedemikian lama, biasanya jadi ujian bagi semua orang. Ujian apakah selama ini kita sudah cukup baik menjaga alam, membersihkan lingkungan, menjaga resapan air agar tetap ada, atau malah kita lalai dari semua itu ? Hanya waktu yang akan membuktikannya.

Apalagi jika kalian berada di posisi ASN atau pemerintah yang bertugas di instansi teknis kaitan infrastruktur, bencana dan keselamatan masyarakat. Yang bisa dilakukan pada musim-musim begini ya, berharap semua hal bisa berjalan dengan baik-baik saja, meski itu gak murni semuanya aman. Adaaa aja biasanya laporan yang masuk dan memerlukan penanganan segera. Darurat. Jalan rusak akibat air yang naik hingga permukaan trotoar bahkan menenggelamkan ruko-ruko disekitarnya, lalu amblesnya jalan akibat tergerus air bah, ada juga longsor dan robohnya senderan sungai di kawasan perumahan. Yang gak siap mental, ya musti tabah menanti kontak dari banyak pihak. Minimal ada aja yang menyampaikan caci maki seakan kami gak pernah bekerja. Biasa mah kalo soal beginian.

Sementara bagi yang berada di luar bidang itu, paling aman tentram melewati hari di ruangan kamar bersama keluarga gulang guling di kasur empuk. Tak terlalu peduli dengan hiruk pikuk orang di luaran, selama hujan mendera dan cobaan menghantam.

Tinggal menunggu panggilan saja.

Comments

Popular posts from this blog

Jodoh di Urutan ke-3 Tanda Pesawat IG

Kata Orangtua Jaman Now, Jodoh kita itu adanya di urutan ke-3 tanda pesawat akun IG.  Masalahnya adalah, yang berada di urutan ke-3 itu bapak-bapak ganteng brewokan berambut gondrong.  Lalu saya harus gimana ?  #jodohurutanketigadipesawat  Mestinya kan di urutan SATU ?

Mewujudkan Agenda Cuti Bersama Lebaran

Tampaknya di Hari terakhir Cuti Bersama Lebaran, sebagian besar rencana yang ingin dilakukan sejak awal liburan sudah bisa terwujud, meski masih ada beberapa agenda lainnya yang belum bisa dijalani.  Satu hal yang patut disyukuri, setidaknya waktu luang jadi bisa dimanfaatkan dengan baik untuk menyelesaikan beberapa pekerjaan tertunda beberapa waktu lalu.  1. Migrasi Blog Aksi pulang kampung ke laman BlogSpot tampaknya sudah bisa dilakukan meski dengan banyak catatan minus didalamnya. Namun setidaknya, harapan untuk tidak lagi merepotkan banyak orang, kedepannya bisa dicapai. Sekarang tinggal diUpdate dengan postingan tulisan tentang banyak hal saja.  2. Upload Data Simpeg Melakukan pengiriman berkas pegawai ke sistem online milik BKD rasanya sudah berulang kali dilakukan sejauh ini. Termasuk Simpeg Badung kali ini, yang infonya dilakukan pengulangan pengiriman berkas dengan menyamakan nomenklatur penamaan file. Gak repot sih sebenarnya. Tapi lumayan banyak yang harus dilengkapi lagi. 

Warna Cerah untuk Hidup yang Lebih Indah

Seingat saya dari era remaja kenal baju kaos sampai nganten, isi lemari sekitar 90an persen dipenuhi warna hitam. Apalagi pas jadi Anak Teknik, baju selem sudah jadi keharusan.  Tapi begitu beranjak dewasa -katanya sih masa pra lansia, sudah mulai membuka diri pada warna-warna cerah pada baju atasan, baik model kaos oblong, model berkerah atau kemeja.  Warna paling parah yang dimiliki sejauh ini, antara Peach -mirip pink tapi ada campuran oranye, atau kuning. Warna yang dulu gak bakalan pernah masuk ke lemari baju. Sementara warna merah, lebih banyak digunakan saat mengenal ke-Pandean, nyaruang antara warna parpol atau merahnya Kabupaten Badung.  Selain itu masih ada warna hijau tosca yang belakangan lagi ngetrend, merah marun atau biru navy. Semua warna dicobain, mengingat hidup rasanya terlalu sederhana untuk dipakein baju hitaaaaam melulu.  Harapannya bisa memberikan warna pada hidup yang jauh lebih cerah, secerah senyum istri pas lagi selfie.