Skip to main content

(draft) Kesan dan Pesan Perpisahan OSIS

Yang Terhormat Bapak Kepala Sekolah SMP Negeri 10 atau yang mewakili (jabatan tertinggi yang hadir di lokasi),

Yang saya Hormati Ketua Komite (undangan lainnya), bisa disebutkan satu persatu,

Yang saya Hormati Bapak Pembina Osis beserta para guru di SMP Negeri 10,

Yang saya hormati pula, Kakak kakak OSIS yang hari ini akan dilepas/berpisah dengan kami adik-adikmu,

dan semua kawan, teman-teman yang saya Banggakan.

Perkenalkan, nama saya Pande Putu Mirah dari kelas VII E.

Mohon ijin kepada semuanya, karena saya diminta hadir dan berdiri didepan, untuk mewakili teman-teman murid sekaligus OSIS SMPN 10 Denpasar, menyampaikan Kesan dan Pesan pada agenda perpisahan kakak-kakak OSIS kami hari ini.

Om Swastyastu, Assalamualaikum Wbr, Salam Sejahtera bagi kita semua.

OSIS SMPN 10 Denpasar adalah organisasi intra sekolah yang dibangun dan dijaga eksistensinya secara bersama-sama oleh semua siswa, para guru, bapak pembina beserta Bapak Kepala Sekolah dan seluruh jajaran komite yang telah berkenan hadir di tempat ini. Merupakan wadah pembelajaran bagi kami, menempa ilmu dan belajar bekerja sama serta mengambil keputusan untuk kemajuan kita semua.

Adanya kakak-kakak kelas kami yang telah lebih dulu mengemban tugas sebagai OSIS memberi banyak manfaat dan ilmu bagi kami, adik-adik kelas kalian yang kini dibebankan tugas yang sama agar nantinya bisa menularkan hal yang sama pula pada generasi baru SMPN 10 Denpasar ini.

Terima Kasih atas semua bimbingan dan nasehat yang pernah diberikan selama ini, atas semua keakraban dan kasih sayang pada sesama siswa, serta menjaga kehormatan sekolah di mata masyarakat.
Kami merasa bangga pernah menjadi bagian dari kalian semua.

Untuk Kakak-kakak OSIS yang kami cintai, jangan pernah letih untuk belajar saat kakak melangkah ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi nanti, karena kita belajar bukan saja untuk bisa menjadi makin pintar, tapi juga menyiapkan diri untuk menhadapi hidup bermasyarakat sebagai makhluk sosial nantinya.
Jangan pula pernah merasa bosan untuk mengingatkan kami jika nanti kakak-kakak mengetahui ada yang salah dalam langkah maupun keputusan yang kami sambil dalam mengemban tugas baru ini.

Demikian yang dapat saya sampaikan, dan Mohon Maaf bilamana ada kata-kata atau penyampaian saya yang salah.

Om Santi Santi Santi Om
Assalamualaikum wbr
dan Salam Sejahtera bagi kita semua.

Comments

Postingan Lain

Jodoh di Urutan ke-3 Tanda Pesawat IG

Kata Orangtua Jaman Now, Jodoh kita itu adanya di urutan ke-3 tanda pesawat akun IG.  Masalahnya adalah, yang berada di urutan ke-3 itu bapak-bapak ganteng brewokan berambut gondrong.  Lalu saya harus gimana ?  #jodohurutanketigadipesawat  Mestinya kan di urutan SATU ?

Mewujudkan Agenda Cuti Bersama Lebaran

Tampaknya di Hari terakhir Cuti Bersama Lebaran, sebagian besar rencana yang ingin dilakukan sejak awal liburan sudah bisa terwujud, meski masih ada beberapa agenda lainnya yang belum bisa dijalani.  Satu hal yang patut disyukuri, setidaknya waktu luang jadi bisa dimanfaatkan dengan baik untuk menyelesaikan beberapa pekerjaan tertunda beberapa waktu lalu.  1. Migrasi Blog Aksi pulang kampung ke laman BlogSpot tampaknya sudah bisa dilakukan meski dengan banyak catatan minus didalamnya. Namun setidaknya, harapan untuk tidak lagi merepotkan banyak orang, kedepannya bisa dicapai. Sekarang tinggal diUpdate dengan postingan tulisan tentang banyak hal saja.  2. Upload Data Simpeg Melakukan pengiriman berkas pegawai ke sistem online milik BKD rasanya sudah berulang kali dilakukan sejauh ini. Termasuk Simpeg Badung kali ini, yang infonya dilakukan pengulangan pengiriman berkas dengan menyamakan nomenklatur penamaan file. Gak repot sih sebenarnya. Tapi lumayan banyak yang harus dilengkapi lagi. 

Warna Cerah untuk Hidup yang Lebih Indah

Seingat saya dari era remaja kenal baju kaos sampai nganten, isi lemari sekitar 90an persen dipenuhi warna hitam. Apalagi pas jadi Anak Teknik, baju selem sudah jadi keharusan.  Tapi begitu beranjak dewasa -katanya sih masa pra lansia, sudah mulai membuka diri pada warna-warna cerah pada baju atasan, baik model kaos oblong, model berkerah atau kemeja.  Warna paling parah yang dimiliki sejauh ini, antara Peach -mirip pink tapi ada campuran oranye, atau kuning. Warna yang dulu gak bakalan pernah masuk ke lemari baju. Sementara warna merah, lebih banyak digunakan saat mengenal ke-Pandean, nyaruang antara warna parpol atau merahnya Kabupaten Badung.  Selain itu masih ada warna hijau tosca yang belakangan lagi ngetrend, merah marun atau biru navy. Semua warna dicobain, mengingat hidup rasanya terlalu sederhana untuk dipakein baju hitaaaaam melulu.  Harapannya bisa memberikan warna pada hidup yang jauh lebih cerah, secerah senyum istri pas lagi selfie. 

Semua Berakhir di 5 Besar Teruna Teruni Denpasar 2024

Bermula dari coba-coba lalu masuk menjadi 5 Besar Finalis Teruna Teruni Denpasar Tahun 2024, putri kami Pande Putu Mirah Gayatridewi ternyata masih berusia 15 Tahun saat Grand Final dilaksanakan di Gedung Dharma Negara Alaya Lumintang Kota Denpasar, hari Minggu 18 Februari 2024 kemarin. Berhasil menyisihkan puluhan peserta dengan tingkat prestasi berskala Kab/Kota, Provinsi dan Nasional, ia mendapatkan undangan dari Panitia TTD untuk mengikuti perhelatan bergengsi ini, pasca meraih Juara Pertama Teruna Bagus Teruni Jegeg Sisma -SMAN 7 Denpasar Tahun 2023 lalu. Sehingga batas bawah Umur Peserta yang seharusnya 16 Tahun, infonya ditoleransi mengingat usianya sudah jalan menuju angka 16 sebulan kedepan.  Meski hanya sampai di peringkat 5 Besar, kami semua turut bangga mengingat ini adalah kali pertama putri kami mengikuti ajang tingkat Kab/Kota, menjadikannya sebagai Finalis Termuda diantara peserta lainnya. Bahkan kami dengar, merupakan siswa pertama di sekolahnya yang lolos hingga jenja

62 Tahun Bang Iwan Fals

Pekan ini Bang Iwan Fals kalau gak salah genap berusia 62 tahun. Umur yang gak muda lagi meski masih sering melahirkan karya-karya baru bareng anak-anak muda milenial.  Saya mengenal lagu-lagu Bang Iwan tepatnya di era Album Wakil Rakyat. Sebuah karya jelang Pemilu 1988 yang mengetengahkan lagu soal para legislatip yang biasa bersafari, dengan keragaman perilaku mereka di jaman itu.  Lirik lagunya tergolong sederhana, dan aransemennya juga mudah diingat. Gak heran di jaman itu pula, saya kerap membawakan lagu Wakil Rakyat sebagai lagu kebanggaan pas didaulat nyanyi didepan kelas, didepan 40an anak kelas 4 atau 5 kalau gak salah.  Dan ada juga beberapa karya sang musisi, yang dibawakan sesekali macam Kereta Tua atau Sore Tugu Pancoran yang bercerita soal si Budi kecil.  Terakhir menyukai karya Bang Iwan kalau ndak salah di album Suara Hati (2002). Yang ada track Untuk Para Pengabdi dan Seperti Matahari. Dua lagu favorit saya di album itu. Setelahnya hanya sebatas suka mendengar sebagian