Skip to main content

Cerita Pendek : Sesal Kemudian Tiada Guna

Agam hanya bisa terdiam di kegelapan malam. Surat cerai sudah sah diterima dari pengadilan. Buah dari kebohongan yang telah ia lalui sejak masa berpacaran hingga kini yang telah beranak empat.

Semua pemberian yang biasanya Agam persembahkan untuk sang kekasih, rupanya berasal dari hasil keringat kedua orang tua yang disisihkan setiap bulannya demi masa depan putra semata wayang mereka. Sementara Agam sendiri tak berhasil mendapatkan pekerjaan dengan penghasilan yang mampu menutupi pengeluaran bulanan termasuk susu mahal anak-anak dan gaya hidup yang tak lagi memandang status.

Sudah jatuh tertimpa tangga pula kata para tetangga. Saat mengetahui hutang Agam kanan kiri hingga kini belum jua terbayarkan. Padahal orang yang dipinjami sudah berkali-kali datang kerumah menagih janji.

Tak mampu hidup serba kekurangan sementara jiwa sosialita menuntut lebih dari apa yang ada, istrinya pun kemudian menuntut cerai Agam. Alasan bahwa sang suami tak mampu bekerja dan berpenghasilan cukup pun menjadi salah satu alasan dikabulkannya permohonan.

Sementara sang Ayah, kini sudah tak lagi menjabat di perusahaan besar dimana dahulu pernah dibanggakan. Ayah yang tak berpenghasilan, menambah parah nasib seorang Agam yang selama ini hidup dalam kebohongan.

Comments

Popular posts from this blog

Jodoh di Urutan ke-3 Tanda Pesawat IG

Kata Orangtua Jaman Now, Jodoh kita itu adanya di urutan ke-3 tanda pesawat akun IG.  Masalahnya adalah, yang berada di urutan ke-3 itu bapak-bapak ganteng brewokan berambut gondrong.  Lalu saya harus gimana ?  #jodohurutanketigadipesawat  Mestinya kan di urutan SATU ?

Mewujudkan Agenda Cuti Bersama Lebaran

Tampaknya di Hari terakhir Cuti Bersama Lebaran, sebagian besar rencana yang ingin dilakukan sejak awal liburan sudah bisa terwujud, meski masih ada beberapa agenda lainnya yang belum bisa dijalani.  Satu hal yang patut disyukuri, setidaknya waktu luang jadi bisa dimanfaatkan dengan baik untuk menyelesaikan beberapa pekerjaan tertunda beberapa waktu lalu.  1. Migrasi Blog Aksi pulang kampung ke laman BlogSpot tampaknya sudah bisa dilakukan meski dengan banyak catatan minus didalamnya. Namun setidaknya, harapan untuk tidak lagi merepotkan banyak orang, kedepannya bisa dicapai. Sekarang tinggal diUpdate dengan postingan tulisan tentang banyak hal saja.  2. Upload Data Simpeg Melakukan pengiriman berkas pegawai ke sistem online milik BKD rasanya sudah berulang kali dilakukan sejauh ini. Termasuk Simpeg Badung kali ini, yang infonya dilakukan pengulangan pengiriman berkas dengan menyamakan nomenklatur penamaan file. Gak repot sih sebenarnya. Tapi lumayan banyak yang harus dilengkapi lagi. 

Warna Cerah untuk Hidup yang Lebih Indah

Seingat saya dari era remaja kenal baju kaos sampai nganten, isi lemari sekitar 90an persen dipenuhi warna hitam. Apalagi pas jadi Anak Teknik, baju selem sudah jadi keharusan.  Tapi begitu beranjak dewasa -katanya sih masa pra lansia, sudah mulai membuka diri pada warna-warna cerah pada baju atasan, baik model kaos oblong, model berkerah atau kemeja.  Warna paling parah yang dimiliki sejauh ini, antara Peach -mirip pink tapi ada campuran oranye, atau kuning. Warna yang dulu gak bakalan pernah masuk ke lemari baju. Sementara warna merah, lebih banyak digunakan saat mengenal ke-Pandean, nyaruang antara warna parpol atau merahnya Kabupaten Badung.  Selain itu masih ada warna hijau tosca yang belakangan lagi ngetrend, merah marun atau biru navy. Semua warna dicobain, mengingat hidup rasanya terlalu sederhana untuk dipakein baju hitaaaaam melulu.  Harapannya bisa memberikan warna pada hidup yang jauh lebih cerah, secerah senyum istri pas lagi selfie.