Skip to main content

#HPjadul Motorola MicroTAC Elite

Pada saat ponsel ini dirilis ke pasar global, saya sendiri masih menginjak bangku SMA yang notabene masih jauh dari pergaulan mewah dunia telekomunikasi. Bagaimana tidak, infonya Motorola MicroTAC merupakan sebuah ponsel mahal yang dijual pada jaman itu. Terpantau artis kenamaan Nike Ardila menjadi salah satu pengguna MicroTAC dengan banderol harga 11 jutaan. Wiii…

Secara bobot, katanya… jaman itu Motorola MicroTAC sudah jauh lebih ringan dan mungil dari ponsel mobile kebanyakan. Apalagi dengan desain flip yang siap menutupi area keypad, membuatnya disukai banyak orang saat berbicara dengan lawan nun jauh disana. Tapi kalo mau disandingkan dengan ponsel jaman now, ya mirip saat kita membawa sebuah batu yang pas di genggaman tangan lah. Cukup terasa.

Antennanya ternyata bisa dipanjang pendekkan sesuai kebutuhan. Sisi layar mencantumkan dua baris informasi lengkap dengan gambaran sinyal yang saat itu masih menggunakan jaringan AMPS. Tombol numeriknya cukup empuk saat ditekan. Dan untuk mendukung operasional mobile yang lebih tahan lama, terdapat balok batere yang cukup berat bisa dibuka pasang pada punggung ponsel.
Mantap.

Comments

Popular posts from this blog

Jodoh di Urutan ke-3 Tanda Pesawat IG

Kata Orangtua Jaman Now, Jodoh kita itu adanya di urutan ke-3 tanda pesawat akun IG.  Masalahnya adalah, yang berada di urutan ke-3 itu bapak-bapak ganteng brewokan berambut gondrong.  Lalu saya harus gimana ?  #jodohurutanketigadipesawat  Mestinya kan di urutan SATU ?

Mewujudkan Agenda Cuti Bersama Lebaran

Tampaknya di Hari terakhir Cuti Bersama Lebaran, sebagian besar rencana yang ingin dilakukan sejak awal liburan sudah bisa terwujud, meski masih ada beberapa agenda lainnya yang belum bisa dijalani.  Satu hal yang patut disyukuri, setidaknya waktu luang jadi bisa dimanfaatkan dengan baik untuk menyelesaikan beberapa pekerjaan tertunda beberapa waktu lalu.  1. Migrasi Blog Aksi pulang kampung ke laman BlogSpot tampaknya sudah bisa dilakukan meski dengan banyak catatan minus didalamnya. Namun setidaknya, harapan untuk tidak lagi merepotkan banyak orang, kedepannya bisa dicapai. Sekarang tinggal diUpdate dengan postingan tulisan tentang banyak hal saja.  2. Upload Data Simpeg Melakukan pengiriman berkas pegawai ke sistem online milik BKD rasanya sudah berulang kali dilakukan sejauh ini. Termasuk Simpeg Badung kali ini, yang infonya dilakukan pengulangan pengiriman berkas dengan menyamakan nomenklatur penamaan file. Gak repot sih sebenarnya. Tapi lumayan banyak yang harus dilengkapi lagi. 

Warna Cerah untuk Hidup yang Lebih Indah

Seingat saya dari era remaja kenal baju kaos sampai nganten, isi lemari sekitar 90an persen dipenuhi warna hitam. Apalagi pas jadi Anak Teknik, baju selem sudah jadi keharusan.  Tapi begitu beranjak dewasa -katanya sih masa pra lansia, sudah mulai membuka diri pada warna-warna cerah pada baju atasan, baik model kaos oblong, model berkerah atau kemeja.  Warna paling parah yang dimiliki sejauh ini, antara Peach -mirip pink tapi ada campuran oranye, atau kuning. Warna yang dulu gak bakalan pernah masuk ke lemari baju. Sementara warna merah, lebih banyak digunakan saat mengenal ke-Pandean, nyaruang antara warna parpol atau merahnya Kabupaten Badung.  Selain itu masih ada warna hijau tosca yang belakangan lagi ngetrend, merah marun atau biru navy. Semua warna dicobain, mengingat hidup rasanya terlalu sederhana untuk dipakein baju hitaaaaam melulu.  Harapannya bisa memberikan warna pada hidup yang jauh lebih cerah, secerah senyum istri pas lagi selfie.