Skip to main content

Kenali Upaya Jaga Kesehatan masa Pandemi

Menjaga kesehatan diri sendiri dan keluarga adalah wajib hukumnya di masa pandemi covid-19 ini. Setidaknya demikian anjuran dan himbauan yang disampaikan oleh para tenaga kesehatan, pemerintah, dunia internasional, termasuk orang-orang yang selamat dan lolos dari lubang jarum meski sebelumnya telah dinyatakan positif mengidap berdasarkan hasil test swab.

Menggunakan masker yang sesuai dengan standar kesehatan, membawa handsanitizer untuk kebersihan tangan pasca beraktifitas di luar ruangan, mencuci dengan sabun dan air yang mengalir, mandi dan membersihkan diri begitu tiba di rumah, menyemprotkan disinfektan pada benda dan lingkungan yang sering dijangkau atau dijamah, pun mengkonsumsi vitamin untuk meningkatkan daya tahan tubuh serta menjaga imun.

Ada yang menyebutkan bahwa Covid-19 menyebar melalui droplet, yang berpotensi menular apabila dihembuskan dalam posisi berdekatan, sehingga anjuran untuk menjaga jarak minimal 1.8 meter antar manusia selalu ditekankan, oleh media cetak ataupun akun-akun sosial media lainnya.
Ada juga yang mengatakan bahwa virus mampu menyebar lewat udara, itu sebabnya himbauan #diRumahSaja terus digalakkan bagi semua lini. Anak sekolah, pekerja kantoran atau pegawai swasta selalu disarankan untuk beraktifitas melalui media daring atau memanfaatkan teknologi secara online. Bahasa kerennya WFH atau Work From Home.

Bahkan pada masa-masa awal merebaknya virus Corona di Indonesia, supermarket dan pasar sempat sepi lantaran adanya larangan untuk ke luar rumah. Konsumen lalu memanfaatkan jasa layanan antar yang banyak ditawarkan melalui media komunikasi whatsapp bahkan sosmed kawan terdekat. Semua adalah upaya untuk menjaga kesehatan secara sosial bermasyarakat, dimulai dari diri sendiri dan keluarga.

Sementara itu upaya menjaga kesehatan dari sisi medis, salah satunya adalah memanfaatkan vaksin yang dapat dilakukan dengan menyuntikkannya ke dalam tubuh manusia untuk efektifitas dan manfaat yang lebih cepat dan tepat.
Dalam kasus diatas, vaksin Covid hingga hari ini belum ada diproduksi massal mengingat masih berada dalam tahap pengujian. Namun demikian mengingat pola penyebaran covid yang serupa dengan influenza, melalui percikan air liur atau droplet serta kontak dengan benda atau barang yang terkontaminasi virus, beberapa vaksin medis berikut dimanfaatkan dalam upaya menjaga daya tahan tubuh serta mengurangi risiko terjadinya gejala infeksi virus Corona yang parah.
Tapi bukan berarti pemberian vaksin tersebut bisa mencegah kalian terinfeksi virus Corona loh ya.

Vaksin Influenza, merupakan vaksin yang mampu melindungi tubuh dari penyakit flu dan diberikan setiap satu tahun sekali. Penyakit ini biasanya menyerang saluran pernapasan, dengan gejala yang timbul berupa batuk kering, sakit kepala, demam,
pilek, nyeri otot dan lemas.
Flu sebetulnya merupakan penyakit ringan, namun bagi sebagian orang bisa menimbulkan masalah besar. Resiko terbesar biasanya terjadi pada lansia, wanita hamil, pekerja medis bahkan anak berusia 6 bulan hingga 5 tahun. Bentuk pemberiannya dapat berupa suntikan ataupun semprot hidung.

Vaksin PCV merupakan vaksin untuk mencegah infeksi yang disebabkan oleh bakteri pneumokokus dengan potensi penyakit berbahaya seperti meningitis dan pneumonia. Khusus pneumonia, infonya memiliki gejala yang mirip dengan Covid-19 dimana penyakit ini menyerang paru-paru, dan berpotensi menimbulkan peradangan.
Dari demam, batuk kering, atau kelelahan. Dalam jangka panjang dapat mengalami mual, diare, nyeri otot, hingga muntah. Juga detak jantung yang lebih cepat, sesak nafas, nafas pendek dan banyak berkeringat.
Vaksin PCV ini diberikan satu kali untuk seumur hidup, dan menyasar anak-anak berusia dibawah 5 tahun atau lansia.

Untuk bisa mendapatkan bantuan penjelasan lebih jauh mengenai apa dan bagaimana pemberian vaksin maupun lokasi klinik, kalian bisa mencari tahu informasi lebih lanjut pada layanan kesehatan terdekat. Namun apabila kalian memiliki perangkat ponsel yang bisa terhubung dengan jaringan internet, bisa coba mampir ke laman atau apps Halodoc, yang siap memenuhi segala kebutuhan kesehatan kalian dalam satu aplikasi.

Disini kalian bisa melakukan Chat dengan dokter secara langsung, melakukan perjanjian pemeriksaan di rumah sakit, cek lab, membeli obat tanpa ribet dan tentu saja update informasi seputar kesehatan terkini. Ada juga fitur pencarian informasi yang mudah digunakan untuk hal-hal tertentu yang tidak bisa kalian temukan pada halaman depan.
Misalkan saja ketika kita ingin tahu lokasi layanan kesehatan mana saja di kota Yogya yang menyediakan vaksin sebagaimana disebut diatas, ketikkan saja kata kunci sederhana, vaksin yogyakarta. Hasil pencariannya akan memberikan saran lokasi layanan yang ada serta profil klinik atau rumah sakit penyedia layanan hingga biaya yang dibutuhkan.

Mudah bukan ?

Comments

Popular posts from this blog

Jodoh di Urutan ke-3 Tanda Pesawat IG

Kata Orangtua Jaman Now, Jodoh kita itu adanya di urutan ke-3 tanda pesawat akun IG.  Masalahnya adalah, yang berada di urutan ke-3 itu bapak-bapak ganteng brewokan berambut gondrong.  Lalu saya harus gimana ?  #jodohurutanketigadipesawat  Mestinya kan di urutan SATU ?

Mewujudkan Agenda Cuti Bersama Lebaran

Tampaknya di Hari terakhir Cuti Bersama Lebaran, sebagian besar rencana yang ingin dilakukan sejak awal liburan sudah bisa terwujud, meski masih ada beberapa agenda lainnya yang belum bisa dijalani.  Satu hal yang patut disyukuri, setidaknya waktu luang jadi bisa dimanfaatkan dengan baik untuk menyelesaikan beberapa pekerjaan tertunda beberapa waktu lalu.  1. Migrasi Blog Aksi pulang kampung ke laman BlogSpot tampaknya sudah bisa dilakukan meski dengan banyak catatan minus didalamnya. Namun setidaknya, harapan untuk tidak lagi merepotkan banyak orang, kedepannya bisa dicapai. Sekarang tinggal diUpdate dengan postingan tulisan tentang banyak hal saja.  2. Upload Data Simpeg Melakukan pengiriman berkas pegawai ke sistem online milik BKD rasanya sudah berulang kali dilakukan sejauh ini. Termasuk Simpeg Badung kali ini, yang infonya dilakukan pengulangan pengiriman berkas dengan menyamakan nomenklatur penamaan file. Gak repot sih sebenarnya. Tapi lumayan banyak yang harus dilengkapi lagi. 

Warna Cerah untuk Hidup yang Lebih Indah

Seingat saya dari era remaja kenal baju kaos sampai nganten, isi lemari sekitar 90an persen dipenuhi warna hitam. Apalagi pas jadi Anak Teknik, baju selem sudah jadi keharusan.  Tapi begitu beranjak dewasa -katanya sih masa pra lansia, sudah mulai membuka diri pada warna-warna cerah pada baju atasan, baik model kaos oblong, model berkerah atau kemeja.  Warna paling parah yang dimiliki sejauh ini, antara Peach -mirip pink tapi ada campuran oranye, atau kuning. Warna yang dulu gak bakalan pernah masuk ke lemari baju. Sementara warna merah, lebih banyak digunakan saat mengenal ke-Pandean, nyaruang antara warna parpol atau merahnya Kabupaten Badung.  Selain itu masih ada warna hijau tosca yang belakangan lagi ngetrend, merah marun atau biru navy. Semua warna dicobain, mengingat hidup rasanya terlalu sederhana untuk dipakein baju hitaaaaam melulu.  Harapannya bisa memberikan warna pada hidup yang jauh lebih cerah, secerah senyum istri pas lagi selfie.