Skip to main content

Posts

Berburu Novel klasik milik om Hilman

Sebenarnya sih hasrat untuk mencari kembali jejak beberapa novel klasik karangan om Hilman Hariwijaya sudah ada sejak lama. Hanya tadi itu rencana awalnya sih nyariin majalah atau tabloid ponsel di Gramedia Gatot Subroto eh kok nyasarnya malah di areal novel. Surprise Ya, agak kaget juga pas nemu section satu deret buku dengan judul Lupus Klasik, yang tebelnya lumayan se novel Harry Potter edisi pertengahan. Ternyata dalam satu buku karangan om Hilman itu terkumpul sekitar tiga judul yang diatur secara acak. Jadi semacam novel the Best of-nya om Hilman. Kalo gag salah ingat sih tadi itu yang saya temukan ada kisah Cinta Olimpiade, Tragedi Sinemata, Tangkaplah Daku, Makhluk Manis dalam Bis hingga Topi-topi Centil. Ada juga dua tiga jilid buku lainnya lewat kisah Lupus Kecil Klasik yang merupakan kerjasama om Hilman dengan om Boim. Sayangnya novel yang saya cari itu gag ada dalam list buku di lokasi, bahkan hingga OLX, Lazada dan Berniaga pun saya lakoni ya tetep nihil. Di om Google yang...

22 Juli... nah trus sekarang ngapain ?

Ah… pada akhirnya keputusan akhir hasil rekap suara KPU menyatakan sejalan dengan hasil sebagian besar quick count sesaat setelah coblosan selesai ya ? Jadi ya Selamat sekali lagi untuk pasangan capres cawapres pak Jokowi – pak Jusuf Kalla atas kemenangannya, yang tentu saja ini merupakan hasil kemenangan rakyat ya pak ? Mengingat sejak awal kami memang total mendukung perjuangan hingga rekapitulasi suara selesai. Disandingkan dengan uang bisa jadi apa yang sudah dilakukan oleh semua relawan (yang tentunya tidak dibayar alias ikhlas membantu) rasanya gag ternilai lagi di akhir cerita. Jadi ya silahkan pak, naik ke kursi yang lebih tinggi sementara kami sambil menunggu pelantikan tentu kembali pada aktifitas dan rutinitas kami sebagaimana biasa. dan seperti kata pak Anies Baswedan saat ditanya mbak Najwa Sihab, mendukung pasangan Jokowi-JK bisa dikatakan gag ada beban yang harus dipikul dan diemban. Jadi ya ringan saja menyikapinya. Totalitas. Memang begitu seharusnya. Saya s...

Mungkin Memang Sudah Jalannya

Gag terasa setahun lewat sudah saya berada di Permukiman. Area yang dahulunya kerap saya keluhkan akibat dari jenis pekerjaan yang sama sekali sulit saya kuasai, pun hingga kini ada juga beberapa hal yang masih terasa terasa bingung untuk dilakoni. Tapi ya bersyukur, selalu ada saja cara untuk bisa memahami itu semua tanpa harus bersimbah darah terlebih dulu. Saya memang meyakini, bahwa Tuhan gag akan memberikan beban yang melebihi kemampuan hamba-Nya. Sehingga dalam perjalanan rasanya memang patut disyukuri, hingga semua kesulitan satu persatu kini mulai bisa diatasi. Ada juga perubahan yang saya rasakan selama setahun ini. Baik secara hati maupun lingkungan. Entah benar atau tidak, minimal ya begitu yang dirasa. Persoalan komunikasi, awalnya memang sulit. Tapi dengan mengakui dan berusaha mengedepankan kepentingan bersama, komunikasi yang dahulu masih ragu untuk dijalankan, kini perlahan mulai mengalir, meski keraguan itu terkadang masih ada saat semua sudah berjalan. Wajar gag sih y...

Nokia X, gag Recommend buat Droiders Sejati

Bisa berkenalan dengan perangkat bernama besar di jamannya ini tentu sudah bukan satu hal yang sulit lagi, mengingat jika secara harga baru yang ditawarkan sudah malas untuk dijangkau, barangkali masih bisa mengandalkan toko online jual beli macam berniaga dot com untuk harga yang lebih masuk akal, namun rasa masih ada baru-barunya. Nokia X. Merupakan salah satu seri ponsel milik Nokia yang disuntikkan sistem operasi Android hadir di pasaran kurang lebih sekitar awal tahun 2014, dengan penampilan yang mirip dengan saudara tuanya, Lumia 520 yang berbasiskan sistem operasi Windows Phone. Dijual dengan harga resmi di kisaran 1,5 juta rupiah, Nokia X sebagaimana Lumia 520 di rentang yang sama tampaknya dilepas untuk bersaing dengan belasan ponsel Android sekelas baik dari vendor besar macam Samsung, LG maupun Sony yang telah lebih dulu mengecap sukses untuk seri ponsel Low End Smartphones. Namun sayangnya dengan harga jual yang tergolong nanggung tersebut, Nokia X bakalan kesusahan untuk b...

Nokia with Android

Disandingkan dengan nama-nama vendor yang telah besar terlebih dulu di kancah ponsel pintar seperti Samsung, Sony ataupun HTC tentu nama besar Nokia bisa dikatakan terlambat untuk memutuskan ikut serta dalam pertaruhan nasib yang kini sudah mulai stagnan. Aneh juga sebetulnya mengingat Nokia yang dahulu dikatakan telah salah mengambil jalan kini akhirnya harus menelan ludahnya sendiri dengan menyuntikkan sistem operasi Android di tiga seri terbaru mereka, X, X+ dan XL. Setengah Hati Meski demikian, keputusan untuk menurunkan tiga seri ponsel Nokia berbasis Android ini bisa dikatakan masih setengah hati. Alasan pertama tentu bisa dilihat dari User Interface alias tampilan halaman depan yang masih mengadopsi Live Tile Metro khas Windows Phone yang bagi saya pribadi terlihat kaku dan membosankan. Sudah begitu, halaman depan ini tidak dapat di kustomisasi sesuai keinginan pengguna secara defaultnya. Tapi jangan khawatir, bagi kalian yang menginginkan tampilan dinamis khas Android tinggal m...

Ya Sudahlah

Fiuh… akhirnya berakhir juga tugas itu dilaksanakan. Setelah memantau hasil Quick Count dari 7 (tujuh) lembaga Survey, beberapa diantaranya bisa dipercaya kredibilitasnya, tampaknya usaha dan dukungan yang selama ini diyakini Berhasil, sudah tampak bentuk dan rupanya. Minimal untuk ukuran lokal Bali, formasi 70-30 sangat lumayan mengingat target yang pernah ingin dicapai kawan sebelah adalah 60-40 untuk kemenangan Capres nomor urut 1. Peran Sosial Media Bagi sebagian kalangan, Sosial Media tampaknya masih diacuhkan kepentingannya. Mengingat pemilik hak suara diyakini jauh lebih besar jumlahnya berasal dari luar kaum Netizen. Tapi apa daya, kekuatan dunia maya seakan dilupakan padahal pengaruh satu orang pengguna dapat melakukan klarifikasi pada dua tiga bahkan lima pemilik suara lainnya yang awam soal internet. Hal inilah yang secara pribadi saya coba ingat, lakukan dan terapkan juga pada yang lain. Kalo gag salah sih, muasal idenya dari akun twitter miliknya @kurawa aka Rudi Vali...

Detik-detik menuju Pesta Demokrasi

Terharu… saya membaca timeline akun sosial media malam ini. Baik kawan yang mendukung bapak Prabowo sebagai Capres nomor urut 1 maupun kawan yang mendukung bapak Jokowi sebagai Capres nomor urut 2. Mereka sama… sama-sama menganjurkan untuk menggunakan suara atau hak pilih dengan bijak, tanpa Golput. Tanpa Golput… Itu penekanannya. Karena kalau tidak salah, dalam pemilihan calon legislatif beberapa waktu lalu, sebagian besar kawan yang saya miliki, secara terang-terangan menyatakan Golput lantaran sudah tidak memiliki kepercayaan lagi pada calon pemimpinnya. Sehingga tidak heran jika angka Golput lalu menjadi sedemikian besar saat pemilihan berlangsung. Semoga kini, tidak lagi. Itu harapan saya. Orang-orang yang dahulu begiti bangga dengan pilihannya untuk Tidak Memilih, kini beramai-ramai turun gunung dan menyatakan dukungannya dengan jelas. Bahkan tokoh-tokoh yang saya kagumi sejak dulu, menyatakan dukungannya meski lewat jalur yang lain. Mereka Hebat. Semuanya Hebat....