Skip to main content

Dilema Pesanan GoFood Babang GoJek

Pagi-pagi di hari suci Pagerwesi usai olah raga, ceritanya nih langsung nyambangi KFC Persimpangan Nangka buat ambil paket kupon bazaar 2 pcs yang kampretnya memang ndak boleh melewati Drive Thru. Jadi antre depan display, dibelakang Babang GoJek yang lagi menunggui ponselnya dipake Babang KFC buat menghubungi Klien.
Setelah ngomong sepuluh menitan, ponsel pun dibalikin, dan Babang GoJek diminta nunggu di meja dan Babang KFC memproses pesanan Klien.

Aksi begini bagi Klien pemesan GoFood sebenarnya sudah lumrah. Apalagi kalo tingkat pesanannya masuk kategori ‘Tidak Jelas’, maka kewajiban Babang GoJek lah yang memperjelas atau memastikan sebelum melakukan pemesanan ketimbang Klien kecewa dan memberi Bintang Satu.
Cuma masalahnya, sepengetahuan saya sih yang namanya pulsa telepon milik si Babang GoJek yang digunakan sebagai sarana untuk memperjelas atau memastikan pesanan tadi, rasanya tidak termasuk dalam uang jasa yang dimintakan dalam sistem kepada si konsumen.

Babang GoJek yang saya tanyakan kali ini pun mengamininya. Bahkan tidak jarang, ketika pesanan yang dimintakan sudah habis, meskipun komunikasi terjadi hingga setengah jam-an antara Konsumen dengan pemilik Warung yang diSupport GoFood, pembatalan pesanan juga tidak pernah mencakup biaya percakapan tadi. Maka pilihannya ya memanfaatkan promo gratisan bicara sesama operator yang digunakan Konsumen dengan nomor ponsel si Babang GoJek.

Dilema juga sih ya…

Comments

Popular posts from this blog

Jodoh di Urutan ke-3 Tanda Pesawat IG

Kata Orangtua Jaman Now, Jodoh kita itu adanya di urutan ke-3 tanda pesawat akun IG.  Masalahnya adalah, yang berada di urutan ke-3 itu bapak-bapak ganteng brewokan berambut gondrong.  Lalu saya harus gimana ?  #jodohurutanketigadipesawat  Mestinya kan di urutan SATU ?

Mewujudkan Agenda Cuti Bersama Lebaran

Tampaknya di Hari terakhir Cuti Bersama Lebaran, sebagian besar rencana yang ingin dilakukan sejak awal liburan sudah bisa terwujud, meski masih ada beberapa agenda lainnya yang belum bisa dijalani.  Satu hal yang patut disyukuri, setidaknya waktu luang jadi bisa dimanfaatkan dengan baik untuk menyelesaikan beberapa pekerjaan tertunda beberapa waktu lalu.  1. Migrasi Blog Aksi pulang kampung ke laman BlogSpot tampaknya sudah bisa dilakukan meski dengan banyak catatan minus didalamnya. Namun setidaknya, harapan untuk tidak lagi merepotkan banyak orang, kedepannya bisa dicapai. Sekarang tinggal diUpdate dengan postingan tulisan tentang banyak hal saja.  2. Upload Data Simpeg Melakukan pengiriman berkas pegawai ke sistem online milik BKD rasanya sudah berulang kali dilakukan sejauh ini. Termasuk Simpeg Badung kali ini, yang infonya dilakukan pengulangan pengiriman berkas dengan menyamakan nomenklatur penamaan file. Gak repot sih sebenarnya. Tapi lumayan banyak yang harus dilengkapi lagi. 

Warna Cerah untuk Hidup yang Lebih Indah

Seingat saya dari era remaja kenal baju kaos sampai nganten, isi lemari sekitar 90an persen dipenuhi warna hitam. Apalagi pas jadi Anak Teknik, baju selem sudah jadi keharusan.  Tapi begitu beranjak dewasa -katanya sih masa pra lansia, sudah mulai membuka diri pada warna-warna cerah pada baju atasan, baik model kaos oblong, model berkerah atau kemeja.  Warna paling parah yang dimiliki sejauh ini, antara Peach -mirip pink tapi ada campuran oranye, atau kuning. Warna yang dulu gak bakalan pernah masuk ke lemari baju. Sementara warna merah, lebih banyak digunakan saat mengenal ke-Pandean, nyaruang antara warna parpol atau merahnya Kabupaten Badung.  Selain itu masih ada warna hijau tosca yang belakangan lagi ngetrend, merah marun atau biru navy. Semua warna dicobain, mengingat hidup rasanya terlalu sederhana untuk dipakein baju hitaaaaam melulu.  Harapannya bisa memberikan warna pada hidup yang jauh lebih cerah, secerah senyum istri pas lagi selfie.