Skip to main content

Notulen Inovasi KemenPANRB Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kabupaten Badung

[  ] Kalimat Pembuka dan Panganjali Umat
[  ] Permohonan Maaf karena diminta mewakili pimpinan yang saat ini sedang berada dalam suasana berkabung

[  ] Penyampaian Inovasi yang tercatat dalam daftar merupakan hasil RPP Kepala Dinas PRKP saat Diklat Eselon II pada tahun 2019 dengan mengambil topik SISTER atau Sistem Penataan Sungai Terpadu. Sayangnya, inovasi ini sampai sekarang belum bisa dilaksanakan mengingat Usulan yang pernah disampaikan pada tahun 2020 dan 2021 terkena rasionalisasi. Sementara untuk tahun 2022 saat ini Dinas Perkim hanya memiliki kegiatan rutin saja.

[  ] Penyampaian Usulan Inovasi yang disetujui ada 2 yaitu eSiapPerkim dan SIMAPP yang dibuat pada tahun 2018 lalu, dan masih dipergunakan secara intern oleh Dinas PRKP sampai saat ini.

[  ] Khusus untuk aplikasi eSiapPerkim dimanfaatkan juga oleh Desa/Kelurahan yang menyampaikan Usulan terkait kewenangan DPRKP
[  ] Aplikasi eSiapPerkim merupakan aplikasi berbasis web yang bisa diakses dari beragam perangkat dan kapan saja. Fungsinya untuk penyampaian Usulan penanganan fisik yang menjadi kewenangan DPRKP dari Tahun 2018, seperti Bantuan Rumah Layak Huni, bantuan penanganan Jalan Lingkungan atau PSU Perumahan dan lainnya. Memiliki hak akses hanya dari Desa/Kelurahan saja, sesuai SOP yang diterapkan dalam setiap urusan di DPRKP. Melibatkan User internal dalam menindaklanjuti pengusulan dan verifikasi lapangan serta pengambilan keputusan. Dampaknya adalah Paperless, Anytime, Anywhere, Tercatat dan Transparan. Aplikasi ini masih digunakan secara internal pada DPRKP bersama beberapa desa yang terpantau sudah mengajukan usulan bantuan rumah dan psu perumahan.

[  ] Aplikasi SIMAPP atau Sistem Informasi Manajemen Pelaporan Proyek, didasari oleh Perpres Pengadaan Barang Jasa untuk memantau Pelaksanaan Kegiatan khususnya pada Dinas PRKP dari awal proses Penetapan dan Penunjukan Pemenang Penyedia Jasa/Konstruksi, Pelaksanaan hingga Pelaporan, dan dapat direplikasi oleh opd lain. Melibatkan User secara internal Dinas (pelaku pengadaan pada setiap paket kegiatan) dan admin Penyedia Jasa. Pada tahun 2019, aplikasi ini kembali disempurnakan untuk melakukan penyesuaian pada perubahan peraturan pengadaan tahun 2018. Namun mengingat pada tahun 2020 dan 2021, seluruh kegiatan fisik pada Dinas Perumahan Rakyat terkena rasionalisasi, maka aplikasi ini belum bisa digunakan sampai saat ini.

[  ] Kalimat Penutup dan Paramasanti

Mangupura, 24 Maret 2022

Comments

Popular posts from this blog

Jodoh di Urutan ke-3 Tanda Pesawat IG

Kata Orangtua Jaman Now, Jodoh kita itu adanya di urutan ke-3 tanda pesawat akun IG.  Masalahnya adalah, yang berada di urutan ke-3 itu bapak-bapak ganteng brewokan berambut gondrong.  Lalu saya harus gimana ?  #jodohurutanketigadipesawat  Mestinya kan di urutan SATU ?

Mewujudkan Agenda Cuti Bersama Lebaran

Tampaknya di Hari terakhir Cuti Bersama Lebaran, sebagian besar rencana yang ingin dilakukan sejak awal liburan sudah bisa terwujud, meski masih ada beberapa agenda lainnya yang belum bisa dijalani.  Satu hal yang patut disyukuri, setidaknya waktu luang jadi bisa dimanfaatkan dengan baik untuk menyelesaikan beberapa pekerjaan tertunda beberapa waktu lalu.  1. Migrasi Blog Aksi pulang kampung ke laman BlogSpot tampaknya sudah bisa dilakukan meski dengan banyak catatan minus didalamnya. Namun setidaknya, harapan untuk tidak lagi merepotkan banyak orang, kedepannya bisa dicapai. Sekarang tinggal diUpdate dengan postingan tulisan tentang banyak hal saja.  2. Upload Data Simpeg Melakukan pengiriman berkas pegawai ke sistem online milik BKD rasanya sudah berulang kali dilakukan sejauh ini. Termasuk Simpeg Badung kali ini, yang infonya dilakukan pengulangan pengiriman berkas dengan menyamakan nomenklatur penamaan file. Gak repot sih sebenarnya. Tapi lumayan banyak yang harus dilengkapi lagi. 

Warna Cerah untuk Hidup yang Lebih Indah

Seingat saya dari era remaja kenal baju kaos sampai nganten, isi lemari sekitar 90an persen dipenuhi warna hitam. Apalagi pas jadi Anak Teknik, baju selem sudah jadi keharusan.  Tapi begitu beranjak dewasa -katanya sih masa pra lansia, sudah mulai membuka diri pada warna-warna cerah pada baju atasan, baik model kaos oblong, model berkerah atau kemeja.  Warna paling parah yang dimiliki sejauh ini, antara Peach -mirip pink tapi ada campuran oranye, atau kuning. Warna yang dulu gak bakalan pernah masuk ke lemari baju. Sementara warna merah, lebih banyak digunakan saat mengenal ke-Pandean, nyaruang antara warna parpol atau merahnya Kabupaten Badung.  Selain itu masih ada warna hijau tosca yang belakangan lagi ngetrend, merah marun atau biru navy. Semua warna dicobain, mengingat hidup rasanya terlalu sederhana untuk dipakein baju hitaaaaam melulu.  Harapannya bisa memberikan warna pada hidup yang jauh lebih cerah, secerah senyum istri pas lagi selfie.