Skip to main content

Membangunkan Kocheng Oren Peliharaan Gek Ara dan Mengajaknya Bermain di Udara

Tentu saja ungkapan diatas hanyalah sebuah hal mengada-ada mengingat aktifitas selama penerbangan di udara, sudah dapat dipastikan tidak memperbolehkan untuk dilakukan. Namun mengingat kocheng oren peliharaan Gek Ara, putri bungsu saya hanyalah sebatas sebuah aplikasi permainan interaktif pada layar ponsel dan demi pesan si kecil untuk selalu mengajaknya bermain, maka di sela waktu membunuh waktu, saya pun membangunkan dari tidur pulasnya kemarin malam.

Usai membiarkannya buang air dan memandikan dengan busa sabun seadanya, si kocheng oren rupanya sudah bertambah umur jadi 69 tahun.
69 Tahun rekan-rekan… betapa tuanya. Ha…

Tapi si kocheng oren satu ini meski sudah berusia 1.5 kali lipat dari saya selaku pemilik ponsel, ia masih saja harus dimandikan, diberi makan dan diajak bermain agar tidak bad mood. Sama sekali kurang menunjukkan pemikiran yang dewasa. Setelah itu harus dibobokan agar ia tak letih saat dibangunkan nanti.

Aplikasi My Tom, si kocheng oren ini merupakan satu produk lama dari jaman ponsel Android dirilis 5-6 tahun silam. Saat ini sudah banyak varian lainnya yajg dibuat oleh developer serupa. Tidak banyak tantangan yang bisa dihadapi oleh pengguna aplikasi, mengingat kewajibannya hanya menumbuh besarkan si kocheng dengan cara menidurkannya, memberi kesempatan buang air dan memandikan, memberi makan serta mengajaknya bermain games. Tumbuh kembang dan bertambahnya usia akan secara berkala bisa dicapai bilamana progress aktifitas yang ada di pojokan kiri layar bisa dipenuhi dengan baik. Jadi memang cocok dimainkan oleh anak usia pra sekolah macam si bungsu Ara kami ini.

Lha saya ini ngapain pula ikut-ikutan menjaganya di udara ?
Ya karena pesan si kecil kemarin malam, agar jangan lupa merawat kocheng oren yang ia sayangi meski dengan cara dipukul-pukul hingga k.o. He…

Comments

Popular posts from this blog

Mewujudkan Agenda Cuti Bersama Lebaran

Tampaknya di Hari terakhir Cuti Bersama Lebaran, sebagian besar rencana yang ingin dilakukan sejak awal liburan sudah bisa terwujud, meski masih ada beberapa agenda lainnya yang belum bisa dijalani.  Satu hal yang patut disyukuri, setidaknya waktu luang jadi bisa dimanfaatkan dengan baik untuk menyelesaikan beberapa pekerjaan tertunda beberapa waktu lalu.  1. Migrasi Blog Aksi pulang kampung ke laman BlogSpot tampaknya sudah bisa dilakukan meski dengan banyak catatan minus didalamnya. Namun setidaknya, harapan untuk tidak lagi merepotkan banyak orang, kedepannya bisa dicapai. Sekarang tinggal diUpdate dengan postingan tulisan tentang banyak hal saja.  2. Upload Data Simpeg Melakukan pengiriman berkas pegawai ke sistem online milik BKD rasanya sudah berulang kali dilakukan sejauh ini. Termasuk Simpeg Badung kali ini, yang infonya dilakukan pengulangan pengiriman berkas dengan menyamakan nomenklatur penamaan file. Gak repot sih sebenarnya. Tapi lumayan banyak yang harus dilengkapi lagi. 

Akhirnya Migrasi Jua, Pulang ke Kampung Blogspot

Gak terasa yang namanya aktifitas menulisi Blog sudah sampai di tahun ke 17. Termasuk ukuran blogger senior kalau kata teman, padahal kalau dilihat dari sisi kualitas tetap saja masuk kelompok junior. Belum pernah menghasilkan tulisan yang keren sejauh ini. Blog bagi saya sudah jadi semacam wadah untuk coli. Ups Maaf kalo mencomot istilah gak baik. Tapi ini seriusan, karena memang digunakan untuk melanjutkan halusinasi tanpa perlu berpikir akan ada yang berkunjung, membaca atau tidak. Setidaknya berguna untuk menjaga pikiran-pikiran negatif agar tidak menjalar keluar mengganggu orang lain, atau melepas lelah dan keluh kesah harian akan segala tekanan bathin di keluarga, kantor maupun sosial masyarakat. Jadi maklumi saja kalau isi blognya gak sesuai ekspektasi kalian. Meski sudah menulis selama 17 tahun, namun laman Blog www.pandebaik.com ini kalau ndak salah baru lahir sekitar tahun 2008. Segera setelah bermasalah dengan media mainstream yang berbarengan dengan tutupnya penyedia hos

Kendala yang ditemui saat Migrasi Blog

Keputusan untuk Migrasi alias pulang kampung ke halaman Blogspot, sebetulnya merupakan satu keputusan yang berat mengingat WordPress sudah jadi pijakan yang mapan untuk ukuran blog yang berusia 17 tahun. Tapi mengingat pemahaman dan kemampuan pribadi akan pengelolaan blog dengan hosting yang teramat minim, sekian kali ditumbangkan oleh script, malware dan lainnya, rasanya malu juga kalau terus-terusan merepotkan orang hanya untuk sebuah blog pribadi yang gak mendatangkan materi apa-apa. Ini diambil, pasca berdiskusi panjang dengan 2-3 rekan yang paham soal proses Migrasi dan apa sisi positif di balik itu semua. Namun demikian, rupanya proses Migrasi yang tempo hari saya coba lakukan dengan hati-hati, tidak semulus harapan atau keinginan yang dibayangkan. Ada beberapa kendala didalamnya yang mana memberikan efek cukup fatal dalam pengarsipan cerita atau postingan blog sebelumnya. Yuk disimak apa saja. 1. Pengurangan jumlah postingan Blog yang cukup signifikan. Postingan Blog www.p