Skip to main content

AirHeads

Ngomong-ngomong soal Film, sebetulnya ada satu film yang sudah lama menjadi incaran bahan tontonan dan rupanya Tuhan baru mengabulkannya setelah berselang 16 (enam belas) tahun. Benar, enam belas tahun. AirHeads.

Sebuah film yang menceritakan tentang usaha grup band ‘The Lone Ranger’ (yang mengundang tanda tanya lantaran beranggotakan 3 musisi) untuk mengembalikan nafas Rock n Roll sebuah stasiun radio KPPX-FM Rebel Radio 103.6 dengan memaksa memutarkan demo musik mereka. hal itu dilakukan lantaran stasiun radio tersebut belakangan mulai berpindah aliran ‘sedikit lembut dari biasanya. Aksi ketiga musisi tersebut dilakukan dengan cara membajak dan menyandera pimpinan beserta karyawan stasiun radio berbekal senjata mainan.

Pertama kali saya menontonnya kalau tidak salah tahun 1994, saat masih bersekolah di SMAN 6 Denpasar. Dari film ini pula saya kemudian mengenal nama sebuah band aliran hardcore ‘White Zombie’ yang kedapatan tampil pula ditengah film tepatnya ketika polisi mencari tahu keberadaan pacar salah satu musisi ‘The Lone Ranger’ tersebut. Beberapa nama band yang ikut serta dalam barisan soundtrack album AirHeads ini adalah Motorhead, 4 Non Blondes, Primus, Anthraz dan Ramones. Grup band metal yang pernah eksis di masa itu.

Saya sendiri belakangan baru menyadari bahwa para aktor yang terlibat dalam film AirHeads malahan saya kenal dari film lain seperti Wedding Singer (Adam Sandler), George of The Jungle (Brendan Fraser) dan Godfather III (Joe Mantegna yang saat itu berperan sebagai bos mafia Joey Zaza). Tak hanya itu, saat berkesempatan menontonnya kembali, saya masih sempat tertawa ngakak ketika musisi ‘The Lone Ranger’ mendapatkan telepon dari dua tokoh kartun terkenal ‘Beavis and Butthead’ yang juga (harap dicatat) belakangan dibuat versi ‘the Movie-nya (tahun 1996) dan mencatatkan nama-nama sekelas Red Hot Chili Peppers, White Zombie, Rancid, AC/DC dan si dewa Ozzy Osbourne sebagai musisi pengiring dalam film tersebut.

Rupanya memerlukan waktu selama enam belas tahun, Tuhan baru berkenan dengan kemurahan hati-NYA mengabulkan impian saya yang sudah berusaha mencarinya disetiap rental video yang saya temui. Plus penyedia video dunia maya seperti YouTube dan situs file sharing lainnya. Tidak sengaja sebenarnya yaitu saat menunggu jam pulang hari terakhir Pendidikan LPSE di Jakarta beberapa waktu lalu. Bersyukur saya bisa menontonnya sedari awal hingga selesai film dengan kepuasan setara ejakulasi berkali-kali. Ups Maaf…

Percaya atau tidak saya bahkan masih menyimpan kaset album soundtrack film AirHeads dan masih berusaha mencari versi digitalnya di dunia maya. Bagi yang punya boleh dong dibagi link-nya.

Comments

Popular posts from this blog

Jodoh di Urutan ke-3 Tanda Pesawat IG

Kata Orangtua Jaman Now, Jodoh kita itu adanya di urutan ke-3 tanda pesawat akun IG.  Masalahnya adalah, yang berada di urutan ke-3 itu bapak-bapak ganteng brewokan berambut gondrong.  Lalu saya harus gimana ?  #jodohurutanketigadipesawat  Mestinya kan di urutan SATU ?

Mewujudkan Agenda Cuti Bersama Lebaran

Tampaknya di Hari terakhir Cuti Bersama Lebaran, sebagian besar rencana yang ingin dilakukan sejak awal liburan sudah bisa terwujud, meski masih ada beberapa agenda lainnya yang belum bisa dijalani.  Satu hal yang patut disyukuri, setidaknya waktu luang jadi bisa dimanfaatkan dengan baik untuk menyelesaikan beberapa pekerjaan tertunda beberapa waktu lalu.  1. Migrasi Blog Aksi pulang kampung ke laman BlogSpot tampaknya sudah bisa dilakukan meski dengan banyak catatan minus didalamnya. Namun setidaknya, harapan untuk tidak lagi merepotkan banyak orang, kedepannya bisa dicapai. Sekarang tinggal diUpdate dengan postingan tulisan tentang banyak hal saja.  2. Upload Data Simpeg Melakukan pengiriman berkas pegawai ke sistem online milik BKD rasanya sudah berulang kali dilakukan sejauh ini. Termasuk Simpeg Badung kali ini, yang infonya dilakukan pengulangan pengiriman berkas dengan menyamakan nomenklatur penamaan file. Gak repot sih sebenarnya. Tapi lumayan banyak yang harus dilengkapi lagi. 

Warna Cerah untuk Hidup yang Lebih Indah

Seingat saya dari era remaja kenal baju kaos sampai nganten, isi lemari sekitar 90an persen dipenuhi warna hitam. Apalagi pas jadi Anak Teknik, baju selem sudah jadi keharusan.  Tapi begitu beranjak dewasa -katanya sih masa pra lansia, sudah mulai membuka diri pada warna-warna cerah pada baju atasan, baik model kaos oblong, model berkerah atau kemeja.  Warna paling parah yang dimiliki sejauh ini, antara Peach -mirip pink tapi ada campuran oranye, atau kuning. Warna yang dulu gak bakalan pernah masuk ke lemari baju. Sementara warna merah, lebih banyak digunakan saat mengenal ke-Pandean, nyaruang antara warna parpol atau merahnya Kabupaten Badung.  Selain itu masih ada warna hijau tosca yang belakangan lagi ngetrend, merah marun atau biru navy. Semua warna dicobain, mengingat hidup rasanya terlalu sederhana untuk dipakein baju hitaaaaam melulu.  Harapannya bisa memberikan warna pada hidup yang jauh lebih cerah, secerah senyum istri pas lagi selfie.