Skip to main content

Menatap Mentari Pagi Desa Canggu Idulfitri 1 Syawal 1439 Hijriah

Hari masih gelap ketika kaki kaki ini mulai menapak jalan aspal dari rumah mertua menuju selatan, pantai Batu Bolong Desa Canggu. Satu dua wisman tampak berlari kecil melawan arus dimana aku melintas. Suasana hari raya begitu kentara.

Masuk kilometer kedua, satu dua kendaraan roda empat mulai tampak. Aku pun mengambil haluan kanan, melawan arus kendaraan agar tetap bisa melangkah cepat di atas aspal, dan tak terjerembab di kotornya selokan.
Disini keberadaan trotoar belum menjadi prioritas laiknya kota.

Empat kilometer jauhnya dari rumah. Jarak yang kupantau melalui aplikasi Google Maps saat menyeruput kopi pahit dini hari tadi. Lumayan juga untuk rute pergi pulang. Menjadi pengalaman pertama bulan ini, pasca kecelakaan tempo hari.

Mentari pagi masih malu-malu menampakkan diri. 1 Syawal 1439 Hijriah, Tahun 2018 dimana kemacetan mudik tak lagi viral di sejumlah media. Mensyukuri jalan tol yang dibangun Presiden Kita dan tetap berharap ia akan tetap memimpin negeri ini periode depan.

Selamat Hari Raya Idulfitri, Mohon Maaf Lahir dan Batin.

Comments

Popular posts from this blog

Jodoh di Urutan ke-3 Tanda Pesawat IG

Kata Orangtua Jaman Now, Jodoh kita itu adanya di urutan ke-3 tanda pesawat akun IG.  Masalahnya adalah, yang berada di urutan ke-3 itu bapak-bapak ganteng brewokan berambut gondrong.  Lalu saya harus gimana ?  #jodohurutanketigadipesawat  Mestinya kan di urutan SATU ?

Mewujudkan Agenda Cuti Bersama Lebaran

Tampaknya di Hari terakhir Cuti Bersama Lebaran, sebagian besar rencana yang ingin dilakukan sejak awal liburan sudah bisa terwujud, meski masih ada beberapa agenda lainnya yang belum bisa dijalani.  Satu hal yang patut disyukuri, setidaknya waktu luang jadi bisa dimanfaatkan dengan baik untuk menyelesaikan beberapa pekerjaan tertunda beberapa waktu lalu.  1. Migrasi Blog Aksi pulang kampung ke laman BlogSpot tampaknya sudah bisa dilakukan meski dengan banyak catatan minus didalamnya. Namun setidaknya, harapan untuk tidak lagi merepotkan banyak orang, kedepannya bisa dicapai. Sekarang tinggal diUpdate dengan postingan tulisan tentang banyak hal saja.  2. Upload Data Simpeg Melakukan pengiriman berkas pegawai ke sistem online milik BKD rasanya sudah berulang kali dilakukan sejauh ini. Termasuk Simpeg Badung kali ini, yang infonya dilakukan pengulangan pengiriman berkas dengan menyamakan nomenklatur penamaan file. Gak repot sih sebenarnya. Tapi lumayan banyak yang harus dilengkapi lagi. 

Warna Cerah untuk Hidup yang Lebih Indah

Seingat saya dari era remaja kenal baju kaos sampai nganten, isi lemari sekitar 90an persen dipenuhi warna hitam. Apalagi pas jadi Anak Teknik, baju selem sudah jadi keharusan.  Tapi begitu beranjak dewasa -katanya sih masa pra lansia, sudah mulai membuka diri pada warna-warna cerah pada baju atasan, baik model kaos oblong, model berkerah atau kemeja.  Warna paling parah yang dimiliki sejauh ini, antara Peach -mirip pink tapi ada campuran oranye, atau kuning. Warna yang dulu gak bakalan pernah masuk ke lemari baju. Sementara warna merah, lebih banyak digunakan saat mengenal ke-Pandean, nyaruang antara warna parpol atau merahnya Kabupaten Badung.  Selain itu masih ada warna hijau tosca yang belakangan lagi ngetrend, merah marun atau biru navy. Semua warna dicobain, mengingat hidup rasanya terlalu sederhana untuk dipakein baju hitaaaaam melulu.  Harapannya bisa memberikan warna pada hidup yang jauh lebih cerah, secerah senyum istri pas lagi selfie.