Skip to main content

Banyak Jalan dari-MU

Kalau sudah jodoh ya pasti ada saja jalannya.

Kurang lebih begitu keyakinan yang kami dapatkan sedari awal proses perawatan Gek Ara, putri ketiga kami hingga kini.
Karena sesungguhnya dengan keterbatasan kemampuan yang kami miliki, ada banyak jalan yang kemudian ditunjukkan oleh-Nya melalui banyak tangan.

Katakanlah kisah Selasa Malam lalu. Dimana pada pukul 11 malam, saya dihubungi oleh salah satu kerabat yang kini sedang berbisnis mutiara, hanya untuk mengingatkan bahwa upacara yang kami kira sudah selesai dilaksanakan pada hari sabtu sebelumnya, ternyata belum usai bahkan belum apa-apa.
Andaikan saja ia tak menghubungi kami, maka bisa jadi sampai hari ini kami belum jua menyelesaikan proses yang sudah seharusnya dilaksanakan.

Begitu juga petunjuk lain yang bisa jadi mengarah pada harapan bagi umatnya agar kembali pada jalan yang benar. Minimal dengan rajin berbuat sebagaimana yang diajarkan agama dan etika, pula belajar dari awal untuk sebuah tujuan yang mungkin sudah sering diingatkan sejak dahulu.

Siapa yang mengira, jika Beliau memiliki banyak tangan untuk memberikan petunjuk pada kami lewat sebuah kisah pelik putri kami yang ketiga.

Maka sudah sepatutnyalah kami bersyukur atas semua itu. Dan berharap Ia kan senantiasa memberikan cahaya sucinya pada putri kami untuk kesembuhan dan kepulihannya sehingga kami dapat berkumpul kembali sebagaimana harapan.

Comments

Popular posts from this blog

Jodoh di Urutan ke-3 Tanda Pesawat IG

Kata Orangtua Jaman Now, Jodoh kita itu adanya di urutan ke-3 tanda pesawat akun IG.  Masalahnya adalah, yang berada di urutan ke-3 itu bapak-bapak ganteng brewokan berambut gondrong.  Lalu saya harus gimana ?  #jodohurutanketigadipesawat  Mestinya kan di urutan SATU ?

Mewujudkan Agenda Cuti Bersama Lebaran

Tampaknya di Hari terakhir Cuti Bersama Lebaran, sebagian besar rencana yang ingin dilakukan sejak awal liburan sudah bisa terwujud, meski masih ada beberapa agenda lainnya yang belum bisa dijalani.  Satu hal yang patut disyukuri, setidaknya waktu luang jadi bisa dimanfaatkan dengan baik untuk menyelesaikan beberapa pekerjaan tertunda beberapa waktu lalu.  1. Migrasi Blog Aksi pulang kampung ke laman BlogSpot tampaknya sudah bisa dilakukan meski dengan banyak catatan minus didalamnya. Namun setidaknya, harapan untuk tidak lagi merepotkan banyak orang, kedepannya bisa dicapai. Sekarang tinggal diUpdate dengan postingan tulisan tentang banyak hal saja.  2. Upload Data Simpeg Melakukan pengiriman berkas pegawai ke sistem online milik BKD rasanya sudah berulang kali dilakukan sejauh ini. Termasuk Simpeg Badung kali ini, yang infonya dilakukan pengulangan pengiriman berkas dengan menyamakan nomenklatur penamaan file. Gak repot sih sebenarnya. Tapi lumayan banyak yang harus dilengkapi lagi. 

Warna Cerah untuk Hidup yang Lebih Indah

Seingat saya dari era remaja kenal baju kaos sampai nganten, isi lemari sekitar 90an persen dipenuhi warna hitam. Apalagi pas jadi Anak Teknik, baju selem sudah jadi keharusan.  Tapi begitu beranjak dewasa -katanya sih masa pra lansia, sudah mulai membuka diri pada warna-warna cerah pada baju atasan, baik model kaos oblong, model berkerah atau kemeja.  Warna paling parah yang dimiliki sejauh ini, antara Peach -mirip pink tapi ada campuran oranye, atau kuning. Warna yang dulu gak bakalan pernah masuk ke lemari baju. Sementara warna merah, lebih banyak digunakan saat mengenal ke-Pandean, nyaruang antara warna parpol atau merahnya Kabupaten Badung.  Selain itu masih ada warna hijau tosca yang belakangan lagi ngetrend, merah marun atau biru navy. Semua warna dicobain, mengingat hidup rasanya terlalu sederhana untuk dipakein baju hitaaaaam melulu.  Harapannya bisa memberikan warna pada hidup yang jauh lebih cerah, secerah senyum istri pas lagi selfie.