Skip to main content

Posts

Introducing BlackBerry Torch 9800

“Berapa sih harga Torch ( BlackBerry Torch 9800 ) ?” tanya seorang teman beberapa waktu lalu. “4,2 jt… (asal jawab)” kataku. “ah, masa siy bisa lebih murah dari Onyx (BlackBerry Onyx 9700) ?” tambah si teman. Wajar saja kalau teman saya itu tak percaya dengan jawaban yang diberikan, lantaran kabarnya Torch ( BlackBerry Torch 9800 ) bakalan dilepas dengan kisaran harga 7 juta rupiah (kontrak dengan operator) dan 11 juta rupiah untuk yang versi BM ( black market alias ilegal atau melalui pasar gelap). Harga yang menjulang saya rasa patut dimaklumi karena Torch memang belum edar secara luas di Indonesia. Sama halnya ketika rilis iPhone perdana beberapa tahun lalu. Tapi ngomong-ngomong sehebat apa sih Torch dibanding dengan rilis BlackBerry sebelumnya hingga harga jualnya bisa semahal itu ? Pertama, dilihat dari masa edarnya. Torch merupakan rilis BlackBerry pertama yang mengadopsi OS (sistem operasi) terbaru yang dikembangkan oleh RIM (Research In Motion) yaitu versi 6.0. Kabarnya rilis ...

Will it Blend ?

Ada beragam cara yang dilakukan oleh pihak marketing untuk memasarkan atau mempromosikan sebuah produk demi menarik perhatian calon konsumennya. Entah itu untuk membuktikan kualitas produk, estetika ataupun fungsionalnya. Belakangan cara-cara promosi yang dilakukan sudah jauh lebih modern atau malahan memanfaatkan kemajuan teknologi informasi yaitu dunia maya. Will it Blend ? merupakan salah satu contoh yang paling ekstrem (dalam arti positif) demi mempromosikan produk blender melalui dunia maya. Saya katakan demikian, karena cara promosi yang dilakukan sama sekali tidak berupa spam email (yang biasanya menawarkan sejumlah besar investasi atau produk viagra dan sejenisnya) ataupun menulis spam comment pada halaman orang (blog, facebook dan sejenisnya). Adalah Tom Dickson pendiri Blendtec mencoba memanfaatkan salah satu portal penyedia video terbesar YouTube (satu-satunya media yang digunakan) untuk memasarkan produk blender yang ia ciptakan. Dimulai dari 30 Oktober 2006, Tom merekam p...

Mengenal Motorola Q CDMA

Seperti yang pernah saya katakan dalam tulisan sebelumnya bahwa ponsel Motorola Q CDM A bukanlah ponsel baru keluaran terkini alias jadul. Rilisnya kurang lebih berawal pada tahun 2005 yang kalau disejajarkan dengan rilis ponsel Nokia, hampir bersamaan dengan seri 7610 dan 6630 yang diklaim sebagai ponsel pertama Nokia berkamera 1 MP, begitu pula dengan Nokia Communicator 9500 yang hanya beresolusi VGA. Itu sebabnya untuk ukuran sebuah ponsel pintar (baca:smartphone), Motorola Q CDMA hanya menyematkan resolusi kamera yang sama dengan kemampuan ponsel berkamera saat itu yaitu sebesar 1,3 MP. Demikian pula dengan kemampuan koneksi nirkabelnya yang tidak mendukung Wifi secara built in kendati dapat ditambahkan secara opsional. Sebagai sebuah ponsel pintar, Motorola Q CDMA sudah memenuhi satu syarat atau standar mutlak yaitu menggunakan sistem operasi sebagai basic pengoperasian ponsel. Adapun sistem operasi yang digunakan adalah Windows Mobile Smartphone 5.0 . Penggunaan rilis sistem ope...

Motorola Q CDMA Jagoan Baru PanDe Baik

Akhirnya saya menjatuhkan pilihan pada Motorola Q sebagai ponsel berjaringan CDMA pasca kasus penuhnya memori phonebook yang tersedia dalam ponsel Nokia 6275i ditambah memori kartu Telkom Flexy. Sekedar informasi bahwa kapasitas phonebook yang disediakan oleh ponsel Nokia 6275i CDMA sebanyak 500 dengan pilihan multiple entry yang artinya bisa jadi satu nama kontak memiliki dua sampai tiga nomor telepon, alamat email, alamat web, catatan khusus atau bahkan image foto, sedangkan kartu Telkom flexy yang saya miliki hanya mampu menampung seperlimanya atau sekitar 100 kontak dengan perbandingan 1:1, yang artinya satu nama untuk satu nomor kontak. Ternyata mau tidak mau yang namanya ‘kepenuhan kapasitas memori phonebook baik yang tersedia dalam memory ponsel maupun kartu dialami juga. Kalau tidak salah dimulai sedari awal tahun 2010. Bisa jadi lantaran saat itu saya menemukan kontak teman-teman masa sekolahan SMA yang kemudian merencanakan Reuni awal April kemarin, juga kontak Semeton Pan...

Menanti Waktu di ‘Padang Bulan’

Tak sulit untuk membuatku terdiam dalam waktu yang lama, berikan satu novel dan tinggalkan. Biasanya pikiranku akan mencoba untuk berpikir, menelaah dan kemudian berusaha menikmati. Satu demi satu langkah itu berjalan dan selesai. ‘ Padang Bulan ’ karya Andrea Hirata . Novel yang berkisah tentang Enong, seorang gadis berusia 14 tahun yang sangat gemar pada pelajaran bahasa Inggris, namun secara mendadak terpaksa harus berhenti sekolah dan mengambil alih seluruh tanggung jawab keluarga. Ada pula kisah cinta ‘sehidup semati’ Zamzami dan Syalimah, kedua orang tua Enong menghiasi kilas balik perjalanan hidup mereka. Sebuah kejutan yang mampu memutarbalikkan kenyataan. Pasca tetralogi Laskar Pelangi , Sang Pemimpi , Edensor dan Maryamah Karpov , Andrea Hirata ‘si keriting Ikal’ kembali menawarkan novel dwilogi ‘Padang Bulan’ dan ‘Cinta di Dalam Gelas’. Bagi mereka yang telah menantikan karya sejak lama, pastilah novel ini mampu menjadi pengobat dahaga. ‘Padang Bulan’ hanyalah awal dari sek...

Catatan Kecil Dharmawacana Yowana Paramartha Warga Pande

Sebagai sebuah kegiatan perdana yang digagas oleh sebuah (cikal bakal) organisasi berbasis sosial tingkat Kabupaten/Kota, saya pribadi memberikan acungan jempol atas terselenggaranya Dharmawacana Yowana Paramartha Warga Pande di Museum Seni Neka Sanggingan Ubud, Minggu 15 Agustus 2010 kemarin. Meski masih banyak kekurangan yang barangkali terlihat secara jelas selama proses berlangsung. Jujur, kami sendiri agak shock ketika mengetahui perubahan besar yang bakalan terjadi pada kegiatan Dharmawacana yang sedianya kami rencanakan secara sederhana. Apalagi ketika usulan kami ini ditanggapi serius oleh pengurus induk organisasi tempat kami nantinya bernaung, Maha Semaya Warga Pande saat pertemuan dadakan di Pura Penataran Pande Tamblingan, Sabtu 7 Agustus 2010 lalu. Banyak masukan serta kritikan yang kami dapatkan baik secara lisan maupun tulisan terkait pelaksanaan Dharmawacana sedari awal hingga berakhirnya acara. Ada yang tidak puas dengan cara penyampaian materi, kedalaman materi hing...

Tentang Dharmawacana Yowana Paramartha Warga Pande

Waktu sudah menunjukkan pukul 10.00 wita namun belum jua ada tanda-tanda dimulainya Dharmawacana Yowana Paramartha Warga Pande dari pihak Panitia. Meskipun beberapa narasumber telah hadir, rupanya panitia masih menunggu kehadiran Kompyang Wisastra Pande, Ketua Umum Maha Semaya Warga Pande Propinsi Bali yang direncanakan membuka kegiatan Dharmawacana. Beberapa Panitia dari Yowana bahkan sudah mulai menampakkan kegelisahannya terkait jumlah peserta yang hadir dikhawatirkan tidak mencapai 200 orang seperti tantangan Pengurus Harian Maha Semaya Warga Pande saat rapat bersama pada upacara 42 hari Pura Pentaran Pande Tamblingan waktu lalu. Molor 2 (dua) jam, kegiatan dharmawacana baru bisa dilaksanakan. Meski demikian mundurnya waktu pelaksanaan tidak terlalu dirasakan lantaran sebelum Dharmawacana dimulai, baik peserta maupun beberapa Panitia dipersilahkan melihat-lihat Koleksi Keris Tangguh dan Kamardikan yang dipajang di Museum Seni Neka. Wacana Babad dan Prasasti Pande yang dibawakan ol...