Skip to main content

Liburan

Jenuh dengan pekerjaan, Jenuh dengan rutinitas, sepertinya saya memang perlu liburan bersama keluarga. Karena liburan asyik sendiri atau bersama rekan sejawat sudah terlalu mainstream.

Ide dadakan selalu lebih jelas tujuannya, ketimbang yang direncanakan jauh jauh hari. Jadi meskipun pekan ini ada waktu libur sehari lebih panjang dari biasanya, keputusan itu baru diambil sabtu pagi kemarin.

Modal nekat

Berbekal nomor kontak private villa terdahulu, penginapan pun dipesan tanpa konsultasi lagi.
Setelah itu, cari rute makan malam di seputaran lokasi, lantaran tahun lalu sempat kelabakan, dan terakhir hunting obyek wisata kunjungan esok harinya.

E G P

Ah ya, sekali ini saja, saya musti bisa tinggalkan semua, kewajiban, tugas, tanggung jawab, lari dari kenyataan dan menenggelamkan diri dalam liburan.
Persetan dengan Jalan Lingkungan.
Persetan dengan anggota Dewan.
Pikiran sudah terkontaminasi begitu jauh setahun ini.
Harus dibersihkan sekali kali.

Quality Time

Lama ndak bersantai dengan anak anak. Kali ini nyebur ke kolam air tawar, yang setahun lalu cuma diisi kamk bertiga. Kali ini berenam. Termasuk Ibunya anak anak dan tentu saja bayi kami Ara. Tambah Prasta, ponakan dari almarhum kakak. Ini pertama kalinya ia ikut liburan bersama kami.

Jauh dari rutinitas.
Jauh dari kebisingan.
Jauh dari segala beban yang ada.

Meski sebentar lagi, ya harus kembali pada kenyataan yang sebenarnya.

Comments

Popular posts from this blog

Jodoh di Urutan ke-3 Tanda Pesawat IG

Kata Orangtua Jaman Now, Jodoh kita itu adanya di urutan ke-3 tanda pesawat akun IG.  Masalahnya adalah, yang berada di urutan ke-3 itu bapak-bapak ganteng brewokan berambut gondrong.  Lalu saya harus gimana ?  #jodohurutanketigadipesawat  Mestinya kan di urutan SATU ?

Mewujudkan Agenda Cuti Bersama Lebaran

Tampaknya di Hari terakhir Cuti Bersama Lebaran, sebagian besar rencana yang ingin dilakukan sejak awal liburan sudah bisa terwujud, meski masih ada beberapa agenda lainnya yang belum bisa dijalani.  Satu hal yang patut disyukuri, setidaknya waktu luang jadi bisa dimanfaatkan dengan baik untuk menyelesaikan beberapa pekerjaan tertunda beberapa waktu lalu.  1. Migrasi Blog Aksi pulang kampung ke laman BlogSpot tampaknya sudah bisa dilakukan meski dengan banyak catatan minus didalamnya. Namun setidaknya, harapan untuk tidak lagi merepotkan banyak orang, kedepannya bisa dicapai. Sekarang tinggal diUpdate dengan postingan tulisan tentang banyak hal saja.  2. Upload Data Simpeg Melakukan pengiriman berkas pegawai ke sistem online milik BKD rasanya sudah berulang kali dilakukan sejauh ini. Termasuk Simpeg Badung kali ini, yang infonya dilakukan pengulangan pengiriman berkas dengan menyamakan nomenklatur penamaan file. Gak repot sih sebenarnya. Tapi lumayan banyak yang harus dilengkapi lagi. 

Warna Cerah untuk Hidup yang Lebih Indah

Seingat saya dari era remaja kenal baju kaos sampai nganten, isi lemari sekitar 90an persen dipenuhi warna hitam. Apalagi pas jadi Anak Teknik, baju selem sudah jadi keharusan.  Tapi begitu beranjak dewasa -katanya sih masa pra lansia, sudah mulai membuka diri pada warna-warna cerah pada baju atasan, baik model kaos oblong, model berkerah atau kemeja.  Warna paling parah yang dimiliki sejauh ini, antara Peach -mirip pink tapi ada campuran oranye, atau kuning. Warna yang dulu gak bakalan pernah masuk ke lemari baju. Sementara warna merah, lebih banyak digunakan saat mengenal ke-Pandean, nyaruang antara warna parpol atau merahnya Kabupaten Badung.  Selain itu masih ada warna hijau tosca yang belakangan lagi ngetrend, merah marun atau biru navy. Semua warna dicobain, mengingat hidup rasanya terlalu sederhana untuk dipakein baju hitaaaaam melulu.  Harapannya bisa memberikan warna pada hidup yang jauh lebih cerah, secerah senyum istri pas lagi selfie.