Skip to main content

Liburan ndak Sesuai Harapan

Rasanya masih kurang sebenarnya.
Liburan cuma sehari.
Itupun waktu yang sebetulnya ingin santai dilalui, malah diburu ndak jelas. Padahal harapan ingin mengenalkan suasana baru sambil jalan tapi jadinya kok malah emosi ndak karuan.
Ini kali pertama dan terakhir deh mengajak keluarga melenggang begini. Jadi ndak sreg menjalani liburan.

Yah, mungkin karena terbiasa nyaman akan satu hal sehingga pilihan ya ditetapkan itu itu saja sasarannya. Padahal jenuhnya minta ampun.
Sesekali ambil rute baru boleh dong sebetulnya.
Cuma ya karena semua gak sepaham, harapan pun jadi tinggal harapan.
Maka gegara emosi sesaat rusak liburan seharian. Ini bawaan kok mengeluh aja perasaan.

Tapi sudahlah.
Setelah ngebut dari Sidan Gianyar sampe ke Batuan, lalu mencoba ikhlas menerima kenyataan bahwa ini memang habbit keluarga yang harus diterima, akhirnya jalan pulangpun dilalui so and so lagi.

Liburan sehari kok ya ndak sesuai harapan…

Besok ya mau ndak mau, suka ndak suka, ya musti balik lagi pada kesibukan dan rutinitas. Yang hampir selalu bikin galau dan penat…

Comments

Popular posts from this blog

Jodoh di Urutan ke-3 Tanda Pesawat IG

Kata Orangtua Jaman Now, Jodoh kita itu adanya di urutan ke-3 tanda pesawat akun IG.  Masalahnya adalah, yang berada di urutan ke-3 itu bapak-bapak ganteng brewokan berambut gondrong.  Lalu saya harus gimana ?  #jodohurutanketigadipesawat  Mestinya kan di urutan SATU ?

Mewujudkan Agenda Cuti Bersama Lebaran

Tampaknya di Hari terakhir Cuti Bersama Lebaran, sebagian besar rencana yang ingin dilakukan sejak awal liburan sudah bisa terwujud, meski masih ada beberapa agenda lainnya yang belum bisa dijalani.  Satu hal yang patut disyukuri, setidaknya waktu luang jadi bisa dimanfaatkan dengan baik untuk menyelesaikan beberapa pekerjaan tertunda beberapa waktu lalu.  1. Migrasi Blog Aksi pulang kampung ke laman BlogSpot tampaknya sudah bisa dilakukan meski dengan banyak catatan minus didalamnya. Namun setidaknya, harapan untuk tidak lagi merepotkan banyak orang, kedepannya bisa dicapai. Sekarang tinggal diUpdate dengan postingan tulisan tentang banyak hal saja.  2. Upload Data Simpeg Melakukan pengiriman berkas pegawai ke sistem online milik BKD rasanya sudah berulang kali dilakukan sejauh ini. Termasuk Simpeg Badung kali ini, yang infonya dilakukan pengulangan pengiriman berkas dengan menyamakan nomenklatur penamaan file. Gak repot sih sebenarnya. Tapi lumayan banyak yang harus dilengkapi lagi. 

Warna Cerah untuk Hidup yang Lebih Indah

Seingat saya dari era remaja kenal baju kaos sampai nganten, isi lemari sekitar 90an persen dipenuhi warna hitam. Apalagi pas jadi Anak Teknik, baju selem sudah jadi keharusan.  Tapi begitu beranjak dewasa -katanya sih masa pra lansia, sudah mulai membuka diri pada warna-warna cerah pada baju atasan, baik model kaos oblong, model berkerah atau kemeja.  Warna paling parah yang dimiliki sejauh ini, antara Peach -mirip pink tapi ada campuran oranye, atau kuning. Warna yang dulu gak bakalan pernah masuk ke lemari baju. Sementara warna merah, lebih banyak digunakan saat mengenal ke-Pandean, nyaruang antara warna parpol atau merahnya Kabupaten Badung.  Selain itu masih ada warna hijau tosca yang belakangan lagi ngetrend, merah marun atau biru navy. Semua warna dicobain, mengingat hidup rasanya terlalu sederhana untuk dipakein baju hitaaaaam melulu.  Harapannya bisa memberikan warna pada hidup yang jauh lebih cerah, secerah senyum istri pas lagi selfie.